alexametrics
Bayern Muenchen vs Paris Saint-Germain

Ini adalah Panggung untuk Neymar

7 April 2021, 23:17:16 WIB

JawaPos.com – ”Kami sudah mengalahkan (FC) Barcelona, mengapa tidak bisa mengalahkan Bayern (Muenchen)?” Begitulah psywar dari entraineur Paris Saint-Germain (PSG) Mauricio Pochettino jelang first leg perempat final Liga Champions di Allianz Arena dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1 pukul 02.00 WIB).

Ya, PSG mampu menyingkirkan Barca di babak 16 besar yang salah satunya karena kemenangan telak 4-1 di Camp Nou. Keberhasilan Les Parisiens itu diraih ketika bintang utama Neymar Jr absen lantaran cedera. Kini, dengan Neymar dalam kondisi prima, Pochettino disebut malah memiliki handicap dalam laga di Allianz Arena.

Hal itu diungkapkan analis program Le Chaine L’Equipe Didier Roustan. Menurut Roustan, berkaca dari kekalahan 0-1 PSG lawan Bayern di final Liga Champions musim lalu, Neymar bak kartu mati. Striker timnas Brasil itu hanya sekali mengancam gawang Die Roten selama 90 menit laga di Estadio da Luz, Lisbon.

”Thomas Tuchel (pelatih PSG dalam final di Lisbon, Red) boleh dibilang belum menemukan posisi terbaik untuk Neymar. Hal itu mungkin bukan masalah dalam laga-laga Ligue 1, tetapi menjadi masalah besar dalam laga di Eropa (Liga Champions, Red),” beber Roustan. ”Itulah PR Poche sekarang,” imbuhnya.

Selama ini, posisi Neymar selalu dirotasi dari winger kiri (LW), striker tengah (CF), second striker (SS), maupun pemain nomor 10 (AM). Roustan menyebut, peran SS lebih cocok untuk Neymar karena penyerang 29 tahun itu bisa lebih fokus memberikan operan kepada rekan setimnya.

”Neymar harus menghindari banyak dribel seperti di Lisbon (karena memancing pemain lawan untuk mengasarinya, Red). Temperamennya kini jadi sasaran lawan,” ulas Roustan. Contoh terakhir adalah ketika Neymar dikartu merah lantaran terlibat friksi dengan pemain Lille OSC dalam laga Ligue 1 akhir pekan lalu (4/4).

Editor : Ainur Rohman

Reporter : ren/c17/dns




Close Ads