alexametrics

Melawan Argentina Akan Menjadi Arena Penebusan Dosa Eduardo Vargas

6 Juli 2019, 16:47:21 WIB

JawaPos.Com-Setelah kekalahan 0-3 Peru pada semifinal Copa America 2019, ada dua nama dari skuad Cile yang paling dihujat. Pertama kiper Gabriel Arias. Dan yang kedua penyerang Eduardo Vargas.

Perundungan kepada Arias dan Vargas disebabkan performa buruk keduanya pada laga tersebut. Arias dibanding-bandingkan dengan kapten Cile yang dalam proses penyembuhan Claudio Bravo. Sedangkan Vargas dihabisi karena eksekusi penaltinya yang dianggap neko-neko.

“Tendangan yang dilakukannya sangat memalukan, menendang tanpa hati, tak punya keinginan menang, tendangan pun tak bertenaga. Dia tak layak diberi kepercayaan sebagai eksekutor penalti lagi,” kecam kapten Cile di Piala Dunia 1962 Sergio Navarro kepada surat kabar yang berbasis di Lima, Peru, El Comercio (5/7).

Bagi 83 tahun itu, tendangan ala panenka yang dilakukan Vargas melemahkan mental seluruh rekan-rekan timnya. Apalagi tendangan pemain UANL Tigres tersebut dengan sangat mudah diantisipasi kiper Peru Pedro Gallese.

Nah, perebutan tempat ketiga lawan Argentina menjadi kesempatan Vargas membayar hutangnya. Vargas sejauh ini sudah mencetak dua gol. Semuanya ke gawang Jepang (17/6) pada matchday pertama grup C.

Dua gol Vargas di Copa America 2019 tersebut membuatnya kini mengkoleksi 12 gol di turnamen tersebut. Dari daftar nama pemain yang masih aktif, hanya Paolo Guerrero (Peru) yang lebih baik produktivitasnya di Copa America ketimbang Vargas yakni 13 gol.

Istri Vargas Daniela Colett dalam akun Instagram-nya melakukan pembelaan untuk hujan kritik buat suaminya tersebut. Menurut Colett, dakwaan penalti ogah-ogahan tersebut sama sekali tak benar.

”Kamu tetaplah penyerang terbaik dan juara Copa America, kami semua bangga padamu. Kamu sudah memberikan semua dan berkorban banyak hal untuk tim ini,” tulis Colett di akun Instagram-nya.

Ekspektasi kepada Vargas sangatlah wajar. Sebab penyerang kelahiran Santiago tersebut merupakan top skor pada dua edisi Copa America beruntun yakni pada edisi 2015 dan 2016 lalu. Keduanya, Cile keluar sebagai kampiun.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : dra



Close Ads