alexametrics
Premier League

Arsenal vs Brighton: Saatnya Praktikkan Ilmu dari Para Mentor

5 Desember 2019, 19:00:45 WIB

JawaPos.com – Pelatih interim Arsenal Freddie Ljungberg menuai hasil seri 2-2 dalam laga debutnya melawan Norwich City (1/12). Dari kacamata hasil, debut Ljungberg di Carrow Road itu masih lebih apik ketimbang pelatih Arsenal yang digantikannya, Unai Emery. Debut Emery di Premier League pada musim 2018–2019 berakhir dengan kekalahan 0-2 oleh Manchester City.

Meski tidak kalah, fans Arsenal alias Gooners tetap merasa tidak puas. Taktikal yang diusung Pierre-Emerick Aubameyang dianggap sama persis dengan Emery. Menjelang laga kandang perdana Ljungberg kontra Brighton & Hove Albion di Stadion Emirates (siaran langsung Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 03.15 WIB), tekanan besar diterima pria 42 tahun asal Swedia tersebut.

Mantan pelatih Arsenal U-15 dan U-23 itu diminta mengusung gaya sendiri. Gaya bermain Arsenal ketika Ljungberg masih bermain. Yang paling dikenang adalah Arsenal yang tidak terkalahkan dalam Premier League 2003–2004 sehingga berjuluk The Invincibles.

Dalam pre-match press conference di London Colney kemarin (4/12), Ljungberg mengaku sudah mencoba berkonsultasi dengan mahagurunya di Arsenal The Invincibles, Arsene Wenger. Pelatih legendaris Arsenal itu memang sudah pensiun pada musim panas dua tahun lalu. Tapi, Wenger tetap terkoneksi dengan para petinggi Arsenal.

’’Saya sudah mengontaknya (Wenger, Red), tetapi sama sekali belum berbicara kepadanya,’’ kata Ljungberg seperti dilansir Evening Standard. ’’Namun, hal itu ada dalam pekerjaan yang harus saya lakukan,’’ tambah pria kelahiran Vittso, Swedia, tersebut.

Wenger bukan satu-satunya referensi Ljungberg dalam melatih. Tactician senior yang juga kompatriotnya, Sven-Goran Eriksson, banyak menginspirasinya. Menurut Ljungberg, dirinya dan Eriksson sering berdiskusi ketika bertemu di Inggris. ’’Sven (Eriksson) sosok yang sangat pintar. Saya banyak bertukar ilmu dengannya ketika dia jadi pelatih timnas Inggris karena dia memelototi performa beberapa pemain Inggris di skuad Arsenal kala itu,’’ beber Ljungberg. ’’Saya mencuri beberapa ide darinya,’’ lanjut pemilik statistik 325 laga dan 72 gol selama sembilan tahun (1998–2007) berkostum Arsenal itu.

Dari cerita beberapa pemain Inggris yang setim dengannya di Arsenal, Eriksson memperlakukan pemain dengan sangat nyaman. Hal itulah yang akan membuat pemain siap melakukan apa pun demi pelatihnya. Gooners menuding beberapa pemain tidak memiliki attitude tersebut. Gelandang Granit Xhaka berada di urutan teratas. Pemicunya, Xhaka memprovokasi Gooners untuk membalas boo fans kala ditarik ke luar dalam laga melawan Crystal Palace di Emirates (28/10).

Perkiraan Pemain
Arsenal (4-2-3-1): 1-Leno (g); 2-Bellerin, 20-Mustafi, 23-David Luiz, 3-Tierney; 29-Guendouzi, 34-Xhaka; 14-Aubameyang (c), 28-Willock, 10-Oezil; 9-Lacazette
Pelatih: Freddie Ljungberg (interim)

Brighton & Hove Albion (4-3-3): 1-Ryan (g); 22-Montoya, 15-Webster, 5-Dunk (c), 33-Burn; 24-Proepper, 6-Stephens, 46-Alzate; 13-Gross, 7-Maupay, 11-Trossard
Pelatih: Graham Potter

Wasit: Graham Scott
Stadion: Emirates, London
Live: Mola App/Mola Matrix/Mola Polytron Streaming pukul 03.15 WIB

Asian Handicap 0:1

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads