JawaPos Radar | Iklan Jitu

Belajar Mengenal Wine di Galeri Max Bordeaux

Laporan BASKORO YUDHO dan MUHAMAD ALI dari Bordeaux

04 Juli 2016, 10:03:00 WIB
Belajar Mengenal Wine di Galeri Max Bordeaux
Pengunjung galeri Max Bordeaux mendapatkan penjelasan terkait dengan wine. (Muhammad Ali/Jawa Pos)
Share this

Bordeaux identik dengan wine dan kebun anggur. Namun, dibutuhkan dana dan waktu untuk menikmati sensasi wine langsung dari kebun anggur. Ingin efisien, kunjungi galeri Max Bordeaux.

 

-

 

 BANGUNAN di kawasan Cours de I’Intendance itu sekilas tidak ada yang istimewa. Mirip dengan toko-toko lain di sekitarnya. Kalau sekadar lewat, wisatawan pasti mengira Max Bordeaux hanya sebuah toko yang menjual wine. Apalagi, di sana memang ada ratusan botol wine beraneka merek yang dipajang di rak kaca.

 Tapi, perkiraan itu meleset. Cobalah masuk dan melihat aktivitas di Max Bordeaux. Ada alat semacam dispenser dari stainless stell dengan deretan botol wine di bawahnya. Puluhan gelas kaca bergantungan menghiasi plafon. Juga, beberapa poster wine menghiasi dinding bangunan yang berdiri sejak Oktober 2009 itu.

’’Silakan coba. Cukup masukkan koin pada bagian wine yang Anda suka,’’ kata Laetitia Jimenez, staf Max Bordeaux, saat menyambut Jawa Pos.

 Jimenez menjelaskan, Max Bordeaux adalah galeri wine. Selain menjual wine, tempat itu menjadi rumah pamer bagi produk-produk anggur berbagai merek. Nah, tester untuk beberapa produk wine yang ngetop di pasaran itu bisa dicoba pada dispenser yang ditunjukkan Jimenez.

 Pengunjung cukup masukkan koin EUR 4 (sekitar Rp 60 ribu) pada tester di mesin tersebut. Lalu, menaruh gelas di bawah slang kecil. Wine yang diinginkan pengunjung akan mengucur dan terhenti pada angka 25 mililiter. ’’Namanya juga tester, jadi nggak terlalu banyak,’’ kata Jimenez.

 Dispenser wine itu memang mesin favorit bagi pengunjung Max Bordeaux. Wisatawan yang mampir ke galeri pasti akan menjajal mesin tersebut. Itu memang sesuai dengan misi Max Bordeaux, yang ingin memberikan edukasi kepada wisatawan soal wine dan cita rasanya.

’’Ibaratnya, Anda tidak akan membeli mobil sebelum melakukan test drive. Nah, galeri ini ibaratnya tes buat wisatawan dan mereka yang penasaran dengan wine,’’ papar perempuan 35 tahun itu.

 Menurut Jimenez, banyak wisatawan yang membeli wine hanya karena gengsi. ’’Mereka bangga jika pulang membawa oleh-oleh wine dari Bordeaux. Padahal, mereka buta soal cita rasa,’’ ujarnya.

 Nah, di galeri Max Bordeaux itulah wisatawan bisa memperoleh pengetahuan soal wine. Selain mencoba dari dispenser, brosur-brosur soal kiat memilih wine tersedia. ’’Pokoknya, begitu keluar dari sini, pengunjung bisa lebih selektif memilih wine,’’ ucap Jimenez, lalu tertawa.

 Galeri itu didirikan untuk mengakomodasi rasa penasaran wisatawan soal anggur Bordeaux. Terutama wisatawan yang terkendala waktu dan dana untuk berkunjung langsung ke kebun anggur. Uniknya, pendiri galeri itu justru bukan orang Prancis atau warga lokal. Melainkan Henning Thoresen, pakar anggur dari Norwegia.

 ’’Ada ratusan perkebunan anggur di sini. Chateau (rumah pengolahannya) juga banyak,’’ kata Jimenez. ’’Untuk mengunjungi satu lokasi kebun anggur dan chateau saja, minimal butuh waktu enam jam. Jadi, kalau tak punya waktu, lebih baik mampir ke sini,’’ tuturnya berpromosi. Di galeri tersebut, ada staf yang siap menjelaskan sejarah kebun anggur dan berbagai jenis wine serta cara pengolahannya. (*/c19/ca)

Editor           : fimjepe
Reporter      :

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up