alexametrics
Liga Champions

De Ligt Emosional Bersua Lagi dengan Pelatih yang Memberinya Debut

1 Oktober 2019, 20:30:34 WIB

JawaPos.com – Der trainer Bayer Leverkusen Peter Bosz menjadi sosok penting di balik melesatnya Matthijs de Ligt. Keputusan Bosz untuk memberi De Ligt kesempatan debut di Ajax Amsterdam musim 2016–2017 ternyata tepat. Secara tidak langsung, Bosz ikut mengantarkan De Ligt ke Juventus sebagai salah seorang bek termahal dunia dengan banderol EUR 75 juta (Rp 1,16 triliun).

Dini hari nanti WIB De Ligt head-to-head langsung dengan sosok yang paling berjasa dalam karirnya. ’’Aku sudah bisa membayangkan betapa emosionalnya aku (saat kali pertama berhadapan dengannya (Bosz) lagi. Tapi, tenang, aku bisa mengontrol diriku,’’ kata De Ligt dilansir laman Juve News.

Semasa di De Toekomst, kamp latihan Ajax, Bosz termasuk salah seorang yang menyapa De Ligt dengan julukan Fatty. Julukan itu diberikan kepada De Ligt lantaran postur tubuhnya yang besar meski baru berumur 17 tahun.

Matthi –sapaan akrab De Ligt– menyatakan, laga ini bakal menjadi momentum untuk menunjukkan seberapa bagus dirinya saat ini. ’’Aku sudah lebih baik,’’ ucap bek yang menjalani 23 laga saat Ajax dibesut Bosz pada 2016–2017 tersebut.

Di Eropa, Bosz sudah memberinya kesempatan debut melawan Panathinaikos di Johan Cruijff Arena, Amsterdam. Dia bermain selama 90 menit. De Godenzonen –julukan Ajax– pun bisa menang clean sheet.

Itulah yang belum dia tunjukkan bersama Leonardo Bonucci dkk musim ini. Sebab, di pertandingan pertamanya ber-jersey La Vecchia Signora –julukan Juve– dalam Liga Champions, De Ligt gagal mengawal gawang Juve dari kemasukan. Dia juga melakukan kesalahan di balik gol-gol Atletico.

Meski begitu, Bosz menyebut apa yang dialami mantan anak asuhnya tersebut sebagai hal wajar. ’’Dia baru di sini (Juve). Setelah ini, Anda akan melihat betapa spesial dan matangnya dia,’’ tutur Bosz yang sempat ingin membawa De Ligt mengikutinya ke Borussia Dortmund pada 2017–2018.

Bosz yang kerap disamakan dengan nakhoda Manchester City Pep Guardiola pun pernah menyarankan De Ligt untuk tidak pergi ke Serie A, melainkan ke Premier League. ’’Satu kelebihan dalam diri De Ligt selain fisiknya adalah mentalitasnya. Dia lebih dewasa daripada pemain yang seumuran dengannya,’’ ungkap Bosz dikutip De Telegraaf.

Editor : Mohammad Ilham

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads