alexametrics
Final Liga Champions 2018-2019

Juergen Klopp Bertekad Hapus Trauma Kegagalan di Final Ajang Eropa

1 Juni 2019, 14:48:32 WIB

JawaPos.com – Juergen Klopp memiliki kisah buruk di babak final kompetisi Eropa. Pada musim 2015-2016 atau periode pertama Klopp, Liverpool kalah 1-3 dari Sevilla di final Liga Europa. Kemudian masih hangat dalam ingatan pada final Liga Champions musim 2017-2018, Klopp dan The Reds takluk 1-3 dari Real Madrid.

Sebelum bersama Liverpool, saat menukangi Borussia Dortmund, Klopp berhasil mencapai final Liga Champions 2012-2013. Namun, Dortmund dikalahkan Bayern Muenchen.

Kini, pada final ajang Eropa keempat sepanjang karir sebagai pelatih atau ketiga bersama Liverpool, Klopp berharap trauma kegagalan itu bisa berakhir. “Saya berharap angka tiga menjadi angka keberuntungan,” kata Klopp berharap seperti ditulis Liverpool Echo awal pekan ini.

Minggu dini hari nanti (2/6) di Stadion Wanda Metropolitano, pelatih 51 tahun itu akan menyongsong final ketiga Eropa-nya bersama Liverpool. Kali ini, Liverpool akan bersua Tottenham Hotspur di final Liga Champions 2018-2019.

Angka tiga bukan hanya menandai jumlah final kompetisi Eropa Klopp bersama Liverpool. Melainkan juga jumlah final Liga Champions. Selain final 2017-2018, saat masih bersama Borussia Dortmund, Klopp juga merasakan kepedihan ketika takluk 1-2 dari Bayern di Wembley pada final 2012-2013.

“Saya belajar banyak ketika memulai karir (melatih) di Mainz 05. Kekalahan yang menyakitkan akan membuatmu kembali dan menjadi semakin kuat,” tutur Klopp dalam wawancara dengan UEFA.

Pelatih dengan persentase kemenangan 59,72 persen bersama Liverpool ini menyadari kalau asa Kopites kepadanya untuk meraih trofi memuncak musim ini. Setelah kalah dalam perebutan titel juara Premier League dari Manchester City dengan margin satu poin (97-98) di akhir musim, maka satu-satunya penawar luka kegagalan di domestik adalah titel Liga Champions.

Musim ini, dalam dua pertemuan di Premier League, Liverpool selalu menang dengan skor 2-1 atas Spurs. Namun secara keseluruhan rekor pertemuan Klopp lawan Mauricio Pochettino, pelatih Spurs adalah empat kali menang, empat kali seri, dan sekali kalah.

“Spurs dan Liverpool saling mengerti kelebihan dan kelemahan masing-masing. Ini adalah final dan tentu lawanmu mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” ujar Klopp. “Karena sering berjumpa buat apa terlalu sibuk memikirkan apa yang harus diubah agar jadi tim yang berbeda? Tampil yang terbaik saja,” tambah Klopp.

Daily Mail memperkirakan Klopp akan memakai 4-3-3 sebagai formasi andalannya. Sedangkan Spurs punya kans besar menurunkan skema 4-2-3-1 seiring fitnya Harry Kane dari cedera engkel.

Pahlawan Liverpool di semifinal, Georginio Wijnaldum kepada ESPN mengatakan harus menghapus trauma kekalahan di Kiev tahun lalu. Wijnaldum berharap hasil tahun ini akan berbeda dibanding tahun lalu.

“Final kali ini adalah pertandingan yang lain, kesempatan yang berbeda, jadi buat apa mengingat apa yang terjadi tahun lalu. Kalian pasti setuju tak ingin terus mengingat hal negatif dalam karir kalian,” ucap pemain bernomor punggung lima itu.

Di antara daftar skuad Liverpool yang masuk final tahun ini 90 persen masih sama. Nama baru hanya Alisson Becker, Fabinho, Xherdan Shaqiri, Fabinho, dan Naby Keita. Nama terakhir mengalami nasib apes karena mengalami cedera pangkal paha saat leg pertama semifinal versus Barcelona (2/5) di Camp Nou.

Fabinho dalam wawancara dengan Express berujar kalau sebagai pemain baru dirinya sadar akan kenangan pahit pada final Liga Champions musim lalu. Karena itu Fabinho menjaga ucapan dengan tak mengungkit memori Kiev pada rekan-rekannya.

“Kami tak terlalu membahas (kekalahan final di Kiev) saat berada di ruang ganti. Saya juga tak pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya berada di sebuah final kejuaraan Eropa,” ujar Fabinho.

Kiper Liverpool, Alisson kepada The Guardian mengatakan merasa berempati kepada pendahulunya Loris Karius yang melakukan dua blunder di final Kiev tahun lalu. Kesalahan krusial oleh Karius itu terus menempel kepadanya sepanjang perjalanan karirnya.

Alisson sadar benar menjalani kutukan kiper seperti yang dialami Karius. Apalagi kisah kelam kiper timnas Brasil, Moacir Barbossa terus hidup di rakyat Brasil, negara asalnya. Barbossa adalah kiper yang jadi kambing hitam tragedi Maracanazo atau saat Brasil kalah 1-2 dari Uruguay di final Piala Dunia 1950.

“Saya tak sepakat jika kesalahan disandarkan ke bahu satu orang saja karena dalam permainan ada 11 nama. Tahun lalu bukan Karius yang kalah, melainkan Liverpool,” ujar kiper yang tahun lalu memperkuat AS Roma tersebut.

Sementara itu, Klopp saat ini masuk dalam daftar dua pelatih yang melaju ke final Liga Champions dan selalu gagal. Namun, Klopp berharap di final ketiganya peruntungan lebih baik.

Pelatih Dua Kali Final Liga Champions Selalu Kalah
1. Juergen Klopp (Jerman)
2013 Dortmund 1-2 Bayern Muenchen
2018 Liverpool 1-3 Real Madrid

2. Massimiliano Allegri (Italia)
2015 Juventus 1-3 Barcelona
2017 Juventus 1-4 Real Madrid

3. Diego Simeone (Argentina)
2014 Atletico 1-4 Real Madrid
2016 Atletico 1-1 Real Madrid (3-5 adu penalti)

4. Hector Cuper (Argentina)
2000 Valencia 0-3 Real Madrid
2001 Valencia 4-5 (adu penalti) Bayern Muenchen

5. Vujadin Boskov (Serbia)
1981 Real Madrid 0-1 Liverpool
1992 Sampdoria 0-1 Barcelona

6. Albert Batteux (Prancis)
1956 Reims 3-4 Real Madrid
1959 Reims 0-2 Real Madrid

Editor : Edy Pramana

Reporter : dra


Close Ads