alexametrics

Chelsea Cuma Persinggahan, Sarri Kembali ke Italia dan Latih Juventus

17 Juni 2019, 04:27:00 WIB

JawaPos.com – Juventus akhirnya mengumumkan pelatih baru pengganti Massimiliano Allegri. Seperti yang sudah digembar-gemborkan media, Maurizio Sarri akhirnya dipastikan menjadi allenatore anyar Juventus mulai musim 2019-2020.

Bisa dibilang Chelsea hanya sebagai persinggahannya. Maklum saja, Sarri hanya satu musim berkiprah di Inggris bersama The Bues dan kembali ke Italia menukangi Si Nyonya Tua.

Toh, Sarri meninggalkan Chelsea dengan kebanggaan. Dia mengantarkan The Blues menjuarai Liga Europa 2018-2019 dan itu menjadi trofi pertamanya sepanjang karir kepelatihannya. Selain itu, Chelsea juga finis posisi tiga di Premier League 2018-2019 yang berarti tiket lolos fase grup Liga Champions 2019-2020.

Sarri pun kembali menghiasai Serie-A yang memang menjadi ladangnya. Pelatih berusia 60 tahun itu dikenal saat menukangi Empoli pada 2012-2015. Kemudian, namanya makin disorot usai menjadi allenatore Napoli pada 2015-2018. Juventus akhirnya kepincut menggunakan jasanya usai mampu mengantarkan Chelsea menjuarai Liga Europa 2018-2019.

Di Juventus, Sarri mendapatkan kontrak hingga 3 Juni 2022. Dia diharapkan bisa meneruskan kesuksesan Allegri yang selalu mambawa Juventus meraih scudetto. Ini menjadi beban berat bagi Sarri. Karena, selama berkiprah di Serie-A, dia belum pernah mengantarkan tim yang dilatihnya juara Serie-A.

Selain itu, ada harapan lain untuk Sarri. Keberhasilannya membawa Chelsea juara Liga Europa 2018-2019, tentu dinilai manajemen I Bianconeri sebagai modal untuk lebih ganas di pentas Eropa. Ya, Sarri ditargetkan bisa membawa Juventus berjaya di Liga Champions. Maklum, trofi itu yang kini dinantikan Juventini. Terakhir I Bianconeri mengangkat trofi Liga Champions pada 1995-1996 silam.

Setelahnya Juventus sebenarnya sempat 5 kali melaju ke final yakni pada 1996-1997, 1997-1998, 2002-2003, 2014-2015, dan 2016-2017. Namun, selalu diakhiri dengan kekalahan.

Sarri juga memperpanjang tradisi Juventus lebih menyukai pelatih asli Italia ketimbang asing. Sejak 2007, Juventus selalu memperkerjakan pelatih Italia yakni Claudio Ranieri, Ciro Ferrara, Alberto Zaccheroni, Luigi Delneri, Antonio Conte, Massimiliano Allegri, dan kini Sarri. Pelatih asing terakhir di Juventus adalah Didier Deschamps pada 2006-2007 saat Juventus “dipaksa” degradasi ke Serie-B.

Chelsea sendiri mengungkapkan alasan bersedia melepas Sarri. Lewat situs resmi klub, Direktur Chelsea, Marina Granovskaia mengatakan bahwa Sarri ingin dekat dengan keluarganya. Oleh karena itu, dia memilih kembali ke Italia ketimbang meneruskan kerjanya bersama Chelsea.

“Usai final Liga Europa 2018-2019, Sarri berkata kepada kami bahwa dirinya ingin kembali ke Italia. Dia menjelaskan alasannya karena ingin dekat dengan keluarganya. Baginya, keluarga adalah segalanya karena bisa memotivasi dalam pekerjaannya karena selalu bertemu,” jelas Marina.

“Kami berterima kasih kepada Sarri. Dia datang secara baik dan luar biasa dan dia pergi dengan penuh kehormatan. Kami berdoa agar Sarri bisa meraih kesuksesan di Italia bersama Juventus,” pungkas Marina.

Benvenuto, Maurizio Sarri!

Editor : Edy Pramana