JawaPos Radar

3 'Dosa' Mourinho yang Membuat Posisinya di Ujung Tanduk

14/03/2018, 20:04 WIB | Editor: Agus Dwi W
Jose Mourinho
Jose Mourinho alami hasil yang kurang baik di musim keduanya bersama Manchester United. (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Kekalahan yang menyesakkan dialami Manchester United di ajang Liga Champions. Laga kandang yang seharusnya menjadi modal tambahan bagi Setan Merah, gagal dimanfaatkan dengan baik. Pasukan Setan Merah justru dipencundangi Sevilla dengan skor 1-2 pada laga Rabu (14/3) dini hari.

Boleh jadi, kekalahan atas Sevilla yang otomatis mengakhiri perjalanan Man United di Liga Champions adalah dampak dari 'dosa-dosa' Jose Mourinho selaku pemegang kuasa utama tim. Hal-hal yang justru membuat Manchester United semakin menjauhi trofi yang diincar.

Disarikan dari thefalse9.com, setidaknya ada 3 dosa Jose Mourinho yang cukup kentara sepanjang menangani Setan Merah. Semuanya bisa menjadi alasan kuat untuk melengserkan pria asal Portugal tersebut dari kursi manajer tim.

Jose Mourinho
Kekalahan demi kekalahan menjadi hal yang harus dialami Mourinho musim ini. (AFP)

Transfer Pemain

Pada musim pertamanya di Old Trafford awal musim 2016-2017, Jose Mourinho langsung membuat manajemen mengeluarkan  banyak uang untuk pembelian pemain. Saat itu Mourinho mendatangkan Paul Pogba yang membuat sang pemain tercatat sebagai pemain termahal dunia.

Musim ini, pembelian berbanderol tinggi tetap dilakukan Mourinho. Mendatangkan Romelu Lukaku dan Nemanja Matic telah membuat tabungan klub cukup terkuras. Terakhir, Alexis Sanchez diboyong dari Arsenal pada bursa transfer Januari lalu.

Namun, mulai Pogba hingga Sanchez belum memberikan kontribusi yang berarti bagi Red Devils. Artinya, proses transfer yang dilakukan Mourinho masih belum efektif dalam mendongkrak performa tim.

Filosofi Permainan

Sejak menangani Man United pada musim lalu, Jose Mourinho sudah langsung menerapkan filosofi permainan defensif yang digemarinya. Mourinho lebih memilih untuk bertahan saat menghadapi tim-tim yang punya agresivitas tinggi.

Bukan hal yang salah memang. Karena setiap pelatih berhak menentukan gaya permainan timnya. Namun, setelah mendatangkan striker kelas dunia pada musim ini, filosofi itu tetap saja kuat diperagakan pasukan MU.

Jika musim lalu, gaya ini masih dimaafkan karena ada trofi yang diraih, musim ini pasti akan sangat berbeda. Karena Man United pasti sulit menggeser posisi Manchester City di Premier League. Sementara di Liga Champions sudah pasti tersingkir.

Kambing Hitam

Gaya Jose Mourinho dalam merespons kekalahan memang berbeda dengan Sir Alex Ferguson. Di masa lalu, Fergie lebih sering menyalahkan wasit, pemain, media, bahkan terkadang dirinya sendiri saat MU mengalami kekalahan. Tapi dia tak menjadikan klub dan fans sebagai kambing hitam dari kekalahan tersebut.

Sebaliknya, Mourinho diketahui pernah mengkritik fans yang dianggapnya tidak memberikan atmosfer positif bagi Man United. Hal ini jelas membuat hubungannya dengan fans menjadi kurang harmonis.

Padahal, sebagai manajer berpengalaman, seharusnya Mourinho paham bahwa tak ada manajer yang lebih besar dari klub yang ditanganinya.

(adw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up