alexametrics

Ini Saatnya Inter Milan Bangkit!

23 Oktober 2019, 22:57:49 WIB

JawaPos.com– Inter Milan dengan allenatore Antonio Conte boleh berkoar sebagai penantang gelar scudetto Serie A. Hingga giornata kedelapan, Inter hanya berjarak satu poin dari Juve sebagai capolista (21-22). Tetapi, kompetitifnya Nerazzurri tidak berlaku di Liga Champions musim ini.

Setidaknya itu terlihat hingga matchday kedua grup F. Inter mengendap sebagai juru kunci seiring baru mengumpulkan 1 poin. Mereka berada di bawah Borussia Dortmund dan FC Barcelona yang sama-sama memiliki 4 poin, lalu Slavia Praha (1 poin, unggul head-to-head gol tandang).

Menghadapi Dortmund di Stadio Giuseppe Meazza dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 1 pukul 02.00 WIB) pun memberikan tantangan besar bagi Inter. Selain belum merasakan kekalahan dalam dua pertandingan sebelumnya, klub berjuluk Die Borussen itu belum kebobolan. Dalam matchday pertama (18/9), Dortmund sukses membuat lini serang Barca tumpul.

Namun, ada satu hal yang membuat Conte optimistis. Tak lain adalah statistik Nerazzurri yang selalu mencetak gol di setiap pertandingan musim ini. ”Kami sudah memperlihatkannya di Mapei,” ucap pelatih berjuluk The Godfather itu sebagaimana dilansir La Gazzetta dello Sport.

Mapei yang dimaksud Conte adalah kandang Sassuolo. Akhir pekan lalu (20/10), dalam giornata kedelapan Serie A, Inter sukses mencetak empat gol ke gawang Sassuolo meski harus kebobolan tiga gol. Empat gol Nerazzurri dibagi rata dua striker mereka, Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez. Total, Lukaku dan Lautaro menyumbang 50 persen gol (10 gol) dari total 20 gol Inter musim ini.

Situasi sebaliknya terjadi di Dortmund. Dua pilar di lini serang Dortmund sama-sama absen. Yakni, striker Paco Alcacer dan kapten-gelandang serang Marco Reus. Alcacer belum pulih dari cedera betis sejak awal bulan ini, sedangkan Reus terserang flu. Padahal, kombinasi keduanya punya andil dalam 15 gol Dortmund (13 gol dan 2 assist) musim ini.

Hal itulah yang membuat der trainer Lucien Favre bakal kembali memercayakan lini serang kepada false nine. Mario Goetze jadi opsi utama. ”Kami harus siap menghadapi konsekuensi saat ini (kehilangan dua pemain utama di lini serang, Red). Justru ini menjadi barometer seberapa besar tim ini berkembang (menghadapi laga dan tim besar, Red),’’ ucap Favre kepada Bild.

Meski diuntungkan dengan lini serang yang produktif, pertahanan Inter menjadi sorotan. Conte menghadapi PR (pekerjaan rumah) di sektor yang justru menjadi andalan filosofi main yang diusungnya. Gawang Samir Handanovic kebobolan tujuh kali hanya dalam tiga pertandingan terakhir.

Inter Milan (3-5-2): 1-Handanovic (g/c); 2-Godin, 6-Vrij, 37-Skriniar; 87-Candreva, 23-Barella, 77-Brozovic, 12-Sensi, 18-Asamoah; 10-Lautaro, 9-Lukaku

Pelatih: Antonio Conte

Borussia Dortmund (4-2-3-1): 1-Buerki (g); 5-Hakimi, 16-Akanji, 15-Hummels (c), 13-Guerreiro; 6-Delaney, 28-Witsel; 7-Sancho, 19-Brandt, 23-Hazard; 10-Goetze

Pelatih: Lucien Favre

Wasit: Anthony Taylor (Inggris)

Stadion: Giuseppe Meazza

Live: Champions TV 1 pukul 02.00 WIB

Asian Handicap 0:1/4

Empat Pertemuan Terakhir

Inter Milan vs Borussia Dortmund 1-2 (second leg perempat final Piala UEFA 1993–1994)

Borussia Dortmund vs Inter Milan 1-3 (first leg perempat final Piala UEFA 1993–1994)

Inter Milan vs Borussia Dortmund 2-0 (second leg semifinal Piala Champions 1963–1964)

Borussia Dortmund vs Inter Milan 2-2 (first leg semifinal Piala Champions 1963–1964)

ANALISIS

LINI PER LINI

KIPER

Samir Handanovic (1)

Di Liga Champions, Handa belum mampu mencatatkan clean sheet. Meski, kapten Inter Milan itu telah melakukan 9 penyelamatan.

Roman Buerki (1)

Kebobolan 10 gol dari 7 spieltag di Bundesliga. Tapi, di Liga Champions, gawangnya masih steril dari gol tim lawan dengan rata-rata 4 penyelamatan.

BELAKANG

Diego Godin (2)

Bek Inter paling matang di Liga Champions. Fisiknya juga prima karena disimpan dalam laga melawan Sassuolo akhir pekan lalu (20/10).

Achraf Hakimi (5)

Mengoleksi 2 gol dalam 2 matchday cukup jadi bukti bahwa dia bisa berperan sebagai pencetak gol alternatif Die Borussen. Tipikal offensive fullback ideal.

TENGAH

Marcelo Brozovic (77)

Unsung hero Inter. Persentase akurasi operan gelandang box-to-box Nerazzurri tersebut mencapai 91 persen dari 10 laga di berbagai ajang musim ini.

Jadon Sancho (7)

Kembali dari agenda internasional dengan kondisi fisik yang tidak prima. Meski begitu, kecepatan dan dribelnya (19 kali sukses dari 21 kesempatan) bakal merepotkan lawan.

DEPAN

Lautaro Martinez (10)

Berhasil mengimbangi produktivitas Romelu Lukaku dengan 5 gol. Salah satu golnya tercipta di Liga Champions ketimbang Lukaku yang hanya subur di Serie A.

Mario Goetze (10)

Meski terbiasa memainkan peran false nine, tidak mudah membongkar pertahanan rapat Inter. Apalagi, Goetze baru mencetak 1 gol.

Editor : Ainur Rohman

Reporter : io/c17/dns



Close Ads