alexametrics

Belajar dari Kasus Ezra, Jangan Asal Naturalisasi Pemain

23 Maret 2019, 13:35:16 WIB

JawaPos.com – Ezra Walian akhirnya gagal bermain bersama tim nasional (timnas) U-23 Indonesia di ajang kualifikasi Piala AFC U-23. Striker naturalisasi itu terganjal persoalan administrasi lantaran pernah memperkuat timnas U-17 Belanda pada 2013 di ajang kualifikasi Piala Eropa (Euro).

Kegagalan Ezra berseragam timnas tersebut disayangkan Menpora Imam Nahrawi. Apalagi, itu terjadi hanya beberapa jam sebelum laga perdana kontra Thailand kemarin (22/3). Imam berharap kejadian serupa tidak terulang. “Berikutnya harus dipersiapkan apa saja prasyarat yang mesti dipenuhi pemain untuk bisa memperkuat timnas,” tuturnya di kantor Kemenpora kemarin.

Imam menegaskan, kejadian tersebut menjadi peringatan bagi cabang olahraga lain yang melakukan kebijakan naturalisasi. “Jangan waktunya mepet gini baru dikejar. Kasihan nanti atletnya,” cetus dia.

Terutama bagi PSSI, tutur Imam, kasus Ezra harus menjadi pelajaran penting. “Sesegera mungkin calon pemain timnas itu di-list masalahnya apa dan apa yang harus dilakukan pemerintah,” imbuhnya.

Wide Putra, manajer Ezra, menyatakan bahwa proses naturalisasi Ezra sudah selesai. Pemain RKC Waalwijk (Liga Belanda) tersebut tidak punya dua kewarganegaraan. “Dia sudah punya KTP dan KK,” katanya.

Persoalannya, apakah FIFA sudah menerima proses naturalisasi itu? Wide pun tidak mengetahuinya. PSSI, menurut dia, seharusnya mengirimkan surat ke FIFA soal naturalisasi Ezra. “Jadi, setelah naturalisasi, harus ada proses pengajuan kepada FIFA kalau pemain yang bersangkutan pindah federasi. Saya tidak tahu apakah PSSI sudah melakukannya atau belum.”

Kasus Ezra Walian sebenarnya hanya secuil permasalahan proses naturalisasi di Indonesia. Khususnya yang dilakukan PSSI. Awalnya program naturalisasi dilakukan untuk mengerek prestasi timnas. Namun, sejak kebijakan itu diambil hingga saat ini, belum ada prestasi yang ditorehkan skuad Garuda, terutama di level senior. Timnas Indonesia memang bisa menjadi juara, tapi itu di level kelompok umur. Dan justru tidak ada pemain naturalisasi di dalamnya!

Naturalisasi juga menjadi cara klub-klub Indonesia “mengakali” batasan pemain asing di kompetisi Liga 1. Musim lalu pemain naturalisasi yang disponsori klub berjumlah 16 orang. Kebanyakan berusia di atas 30 tahun. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rid/tyo/gil/c9/fal)

Copy Editor :

Belajar dari Kasus Ezra, Jangan Asal Naturalisasi Pemain