JawaPos Radar

Piala Asia U-19 2018

Pemain Taiwan U-19 Tak Cocok Makanan di Indonesia

22/10/2018, 15:15 WIB | Editor: Agustinus Edy Pramana
Piala Asia U 19 2018, Taiwan U 19, Wang Jiazhong
Para pemain Taiwan saat tampil melawan UEA dan kalah telak 1-8. Mereka mengaku mengalami masalah terkait makanan (Chandra Satwika/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Taiwan U-19 bisa dibilang tak beruntung di Piala Asia U-19 2018. Mereka sudah dua kali kalah dalam laga fase grup. Pada laga kedua, Minggu (21/10) sore WIB, Taiwan kalah 1-8 dari Uni Emirat Arab (UEA).

Taiwan sendiri datang dengan minim uji coba dan persiapan. Selain itu, selama berada di Jakarta, tim asuhan Wang Jiazhong atau Vom Ca-nhum itu juga mengalami masalah makanan. Para pemain Taiwan tak cocok dengan makanan Indonesia.

Akibatnya, banyak pemain yang sakit perut sebelum melawan UEA. Bahkan, ada tiga pemain cadangan yang terpaksa masuk rumah sakit. "Ya, kami dalam kondisi tidak fit karena makanan. Pemain kondisinya lemas," ucap Wang Jiazhong.

Wang menerangkan awalnya tidak ada masalah datang ke Indonesia. Ketika bertanding melawan Rachmat Irianto dkk pada Kamis (18/10) juga tidak ada masalah dengan makanan. Tapi setelah itu, perbedaan jenis makanan dengan Taiwan banyak membuat anak asuhnya sakit.

"Saya sudah berkomunikasi dengan penyelenggara (AFC). Mereka sudah inisiatif mengganti restoran dan kokinya," bebernya.

Taiwan memang terlihat bermain berbeda ketika melawan UEA. Will Donkin dkk terlihat lemas dan tidak secepat serta fokus seperti ketika dikalahkan Indonesia. Alhasil, Taiwan kebobolan delapan gol sepanjang 90 menit.

"Tapi, itu bukan alasan kami kalah telak. Kami memang kalah kelas dibandingkan UEA, tapi masalah makanan ini cukup berpengaruh kepada persiapan tim," tuturnya.

Pria keturunan Timor Leste itu berterima kasih kepada AFC yang sudah bergerak cepat menyelesaikan masalah makanan timnya. Pengalaman Piala Asia U-19 kali ini akan dijadikannya bekal agar ke depan timnya bisa melakukan persiapan yang lebih baik.

"Ini pelajaran berharga dalam menyiapkan tim harus serius. Anak-anak harus memahami tentang perbedaan kultur ketika bermain di turnamen internasional seperti ini," pungkasnya.

(rid/ham)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up