alexametrics

Ini Tindakan Tim Medis Persela Saat Coba Selamatkan Choirul Huda

16 Oktober 2017, 23:11:38 WIB

JawaPos.com – Budi Wignyo Siswoyo, salah satu tim medis yang memberikan pertolongan pertama kepada mendiang kiper Persela Lamongan Choirul Huda, menceritakan detail pekerjaan timnya. Dia turut menangani Huda yang kolaps pada laga melawan Semen Padang Minggu (15/10) kemarin.

Menurut Budi, pertolongan pertama yang diberikan oleh tim medis kepada Huda adalah membuka jalan napas dengan cara menarik lidah sang penjaga gawang. “Sebab, Mas Huda butuh jalan napas yang terbuka. Ketika sudah terbuka, baru diberikan bantuan napas dari tabung oksigen,” ungkap Budi kepada JawaPos.com, Senin (16/10) siang.

Budi menjelaskan bahwa bantuan napas tidak akan bisa masuk ke paru-paru secara maksimal kalau jalan napasnya tertutup oleh lidah. “Yang dilakukan anak buah saya adalah membuka jalan napas. Sebab kalau pasien tidak sadar, secara otomatis lidah akan melingkar ke dalam,” jelas Budi.

Sesuai dengan Basic Life Support (BLS), setelah berhasil membuka atau membebaskan jalur napas, tahap kedua adalah memberikan bantuan pernapasan dari tabung oksigen. “Yang ketiga, kalau dia tidak ada denyut nadi, diberikan kejut jantung seperti yang kami lakukan itu,” jelas perawat senior di RSUD dr. Soegiri, Lamongan ini.

Ia juga mengkritisi respons wasit Thoriq Al Katiri yang dinilai terlambat untuk memberikan kode ke awak tandu yang stand by di sisi selatan lapangan. Dalam kasus Huda, ketika sang legenda terkapar pasca berbenturan dengan bek Ramon Rodrigues, Budi mengaku jika tim medis Persela bergerak tanpa menunggu kode dari wasit. Sebab, kondisinya sudah darurat.

“Wasit seharusnya tanggap. Kalau wasit tanggap, dia akan memanggil awak tandu dengan kode mengangkat kedua tangan (seperti sedang mengangkat tandu). Tapi saat di lapangan, saya tidak melihat wasit memanggil awak tandu,” sesalnya.

Pria yang sudah lima tahun bertugas sebagai sebagai tim medis di Persela ini menegaskan bahwa timnya terdiri dari kalangan yang punya kompetensi untuk menangani masalah-masalah kritis, salah satunya seperti yang menimpa mendiang Choirul Huda Minggu kemarin.

“Semua tim medis yang ditugaskan ke lapangan dipastikan punya kompetensi untuk menangani hal-hal terkait trauma dan henti jantung,” tegasnya.

Editor : admin

Reporter : (saf/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ini Tindakan Tim Medis Persela Saat Coba Selamatkan Choirul Huda