alexametrics

Puyol Bongkar Rahasia Sewaktu Main di Final Liga Champions

11 Maret 2019, 22:08:11 WIB

JawaPos.com – Tiga gelar juara Liga Champions menghiasi karir Carles Puyol di Barcelona. Pesepak bola kebangsaan Spanyol itu mengangkat trofi ‘Si Kuping Besar’ pada musim 2005-2006, 2008-2009, dan 2010-2011.

Pertama kali tampil di final, Puyol mengaku sangat gugup. Meski ketika itu Barcelona diperkuat pemain kelas dunia seperti Ronaldinho, Deco, Samuel Eto’o, Marc Van Bommel, dan Giovanni Van Bronckhorst, Puyol tetap merasa nervous sebab dirinya ditunjuk menjadi kapten tim.

“Saya gugup di final pertama Liga Champions. Beruntung, pelatih Frank Rijkaard bisa menenangkan kami para pemain,” ucap Puyol di Jakarta, Senin (11/3).

Di laga pamungkas, Barcelona harus menghadapi Arsenal yang ketika itu diperkuat Thiery Henry, Fredrik Ljungberg, Ashley Cole, Jens Lehmann, Robert Pires, dan juga Sol Campbell. Setelah melalui duel sengit, Los Blaugrana akhirnya menang 2-1.

“Gol pertama sebenarnya bisa jadi gol, tapi wasit memutuskan untuk memberikan kartu merah dulu. Dan di saat itu tim kehilangan ritme permainan karena pergantian pemain yang dilakukan Arsenal,” kenang Puyol.

Saat itu Barcelona berhasil merengkuh trofi Liga Champions berkat gol Eto’o dan Juliano Belletti. Sementara satu gol Arsenal dibuat oleh Sol Campbell.

“Dengan gol dari Eto’o, itu memberikan kami kepercayaan diri lagi. Kami yakin bisa melakukan apapun setelah gol itu,” ucapnya.

“Perasaan yang sangat luar biasa memenangkan trofi ini di 2006. Bukan hanya memenangkan Liga Champions untuk klub masa kecil saya, tapi juga menjadi momen paling berharga karena saya memimpin tim ini,” tutupnya.

Editor : Bagusthira Evan Pratama

Reporter : Bintang Rahmat

Copy Editor :

Puyol Bongkar Rahasia Sewaktu Main di Final Liga Champions