← Beranda

Rekor Andritany di Persija Jakarta Kian Tajam! Tangguh di Ternate dan Jawab Keraguan dengan Mental Baja

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 26 Februari 2026 | 15.37 WIB
Andritany Ardhiyasa menunjukkan kepemimpinan dan mental baja saat Persija meraih kemenangan dramatis di Ternate. (Instagram @andritany)

JawaPos.com — Kemenangan 3–2 Persija Jakarta atas Malut United FC di Stadion Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026), tak lepas dari peran sentral Andritany Ardhiyasa di bawah mistar. Di tengah tekanan tuan rumah dan situasi pertandingan yang memanas, kiper senior itu kembali menunjukkan mental baja yang jadi ciri khasnya.

Sorotan memang sempat tertuju pada dua gol yang bersarang ke gawangnya di babak akhir. Namun di balik itu, Andritany tampil penuh tanggung jawab dan menjadi figur yang menjaga fokus tim hingga peluit panjang berbunyi.

Musim ini menjadi babak penting dalam perjalanan kariernya bersama Persija Jakarta. Dari tujuh penampilan yang ia jalani, Andritany sudah mencatatkan tiga clean sheet dengan total 630 menit bermain dan kebobolan tujuh gol.

Catatan tersebut bukan sekadar angka statistik biasa. Bagi Andritany, setiap menit di lapangan adalah bukti perjuangan untuk terus mempertahankan posisi kiper utama di tengah persaingan yang tidak ringan.

Di usia yang tak lagi muda untuk ukuran pesepak bola profesional, konsistensinya tetap terjaga. Ia menjawab setiap kesempatan dengan kerja keras, bukan sekadar nama besar atau pengalaman masa lalu.

Kemenangan di Ternate menjadi refleksi ketangguhan mentalnya. Bermain di kandang lawan dengan tekanan suporter yang agresif membuat setiap sentuhan dan keputusan di bawah mistar harus diambil dengan presisi tinggi.

“Pertandingan ini memang tidak mudah. Kami sempat unggul 2–0, tetapi setelah itu laga menjadi semakin ketat hingga akhir. Tekanan datang bertubi-tubi,” ujar Andritany.

Pernyataan itu menggambarkan bagaimana situasi di lapangan menuntut konsentrasi penuh sepanjang laga.

Ia tak hanya berperan sebagai penjaga gawang, tetapi juga pemimpin yang mengatur lini belakang saat tekanan meningkat.

Sebagai kapten dan figur senior di ruang ganti, Andritany paham betul arti tiga poin tersebut. Ia melihat kemenangan itu sebagai hasil kerja kolektif yang dibangun lewat disiplin dan solidaritas tim.

“Berkat kerja keras semua pemain, staf, dan tim, kami berhasil membawa pulang tiga poin. Hasil ini menjaga kami tetap berada di jalur persaingan. Ini juga menjadi modal yang sangat bagus karena pada pertandingan berikutnya kami akan menghadapi tim papan atas Borneo FC di kandang,” katanya.

Ucapan itu memperlihatkan fokusnya yang sudah tertuju pada laga berikutnya. Ia sadar perjalanan musim belum selesai dan konsistensi menjadi kunci utama jika Persija Jakarta ingin terus bersaing di papan atas.

Dua gol yang masuk ke gawangnya tak ia jadikan alasan atau kambing hitam. Sebaliknya, Andritany memilih bersikap terbuka dan mengakui perlunya evaluasi demi penampilan yang lebih solid.

“Dua gol itu wajar terjadi karena sepak bola adalah permainan yang dinamis. Saya juga mengakui ada bagian kesalahan dari saya. Sebagai pemain, itu menjadi bahan evaluasi agar ke depan saya bisa tampil lebih baik dan lebih siap dalam situasi apa pun,” tuturnya.

Sikap rendah hati itu mempertegas karakter kepemimpinan yang ia miliki. Tak banyak pemain yang berani mengakui kekurangan secara terbuka setelah laga penuh tekanan seperti itu.

Performa musim ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan yang sempat mengiringinya. Andritany tak berbicara lewat polemik, melainkan melalui penyelamatan, komunikasi di lini belakang, dan konsistensi performa.

Dukungan dari Jakmania tetap menjadi energi penting bagi dirinya. Ia menyadari kepercayaan suporter harus dibayar dengan totalitas setiap kali mengenakan seragam Persija Jakarta.

Bagi Andritany, menjaga gawang bukan sekadar tugas teknis. Ada tanggung jawab emosional untuk melindungi kebanggaan klub dan para pendukungnya di setiap pertandingan.

Rekor tiga clean sheet dari tujuh laga musim ini menjadi penanda kontribusinya yang nyata. Dengan total 630 menit bermain, ia menunjukkan masih layak bersaing di level tertinggi sepak bola nasional.

Kemenangan di Ternate akhirnya terasa lebih bermakna sebagai panggung pembuktian. Di saat pertandingan berjalan sulit dan tekanan datang tanpa henti, Andritany berdiri sebagai simbol ketenangan.

Perjalanan musim masih panjang dan tantangan akan terus berdatangan. Namun selama mental baja itu tetap terjaga, Andritany tampaknya belum selesai menulis rekor dan kisah perjuangannya bersama Persija Jakarta.

EDITOR: Banu Adikara