← Beranda

Blak-blakan! Ini Resep Dokter Tim Jaga Kondisi Persebaya Surabaya Tetap Garang di Bulan Ramadhan 2026

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 20 Februari 2026 | 14.41 WIB
Skuad Persebaya Surabaya jalani latihan keras di bulan Ramadhan. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com - Recovery cepat jadi kunci Bernardo Tavares jaga kondisi skuad Persebaya Surabaya di bulan Ramadhan 2026. Di tengah jadwal padat dan tantangan fisik selama berpuasa, strategi pemulihan cepat menjadi senjata utama Green Force agar tetap kompetitif.

Empat pertandingan dalam rentang dua pekan menanti Persebaya Surabaya sepanjang Ramadhan tahun ini. Jadwal yang mepet memaksa tim pelatih dan tim medis bekerja ekstra menjaga kebugaran pemain.

Persebaya Surabaya akan memulai rangkaian laga dengan bertandang ke markas Persijap Jepara pada 21 Februari. Empat hari berselang, Green Force menjamu PSM Makassar di kandang sendiri.

Baca Juga: 5 Gol Lagi Bruno Moreira! Momentum Kapten Persebaya Surabaya Salip Rekor Top Skor Abadi David da Silva

Ujian belum berhenti karena pada 2 Maret giliran Persib Bandung yang datang menantang. Setelah itu, Persebaya Surabaya menutup rangkaian laga Ramadhan dengan menghadapi Borneo FC Samarinda pada 7 Maret mendatang.

Jeda antarpertandingan hanya berkisar tiga hingga lima hari. Situasi ini membuat aspek pemulihan atau recovery cepat menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas performa.

Bernardo Tavares memahami betul risiko kelelahan yang mengintai pemainnya. Intensitas pertandingan tinggi saat berpuasa bisa berdampak langsung pada energi, fokus, dan risiko cedera.

Karena itu, sinergi antara pelatih dan tim medis diperkuat sejak jauh hari. Perencanaan detail dilakukan agar setiap pemain tetap berada dalam kondisi optimal meski ritme laga padat.

Dokter tim Persebaya Surabaya, dr. Ahmad Ridhoi, menegaskan tim medis sudah menyiapkan skema khusus menyambut Ramadhan. Pengaturan nutrisi dan waktu pemulihan menjadi perhatian utama dalam program tersebut.

“Yang paling penting adalah manajemen energi. Saat Ramadhan, pemain tetap berlatih dan bertanding dengan intensitas tinggi,” ujar dr. Ridhoi.

“Karena itu, kami atur pola makan saat sahur dan berbuka supaya kebutuhan kalori dan cairan tetap terpenuhi.”

Pengaturan asupan kalori disesuaikan dengan beban latihan dan pertandingan yang dijalani pemain. Cairan tubuh juga menjadi fokus utama agar tidak terjadi dehidrasi yang bisa menurunkan performa.

Selain nutrisi, monitoring kondisi fisik dilakukan setiap hari. Tim medis tidak ingin kecolongan terhadap potensi kelelahan berlebih yang bisa berdampak panjang.

Baca Juga: Siasat Persijap Jepara! Jelang Hadapi Persebaya Surabaya, Divaldo Alves dan Mario Lemos Tukar Posisi

Ridhoi menjelaskan, tim medis melakukan pemantauan mulai dari berat badan, kadar hidrasi, hingga kualitas tidur pemain. Semua data itu menjadi dasar evaluasi harian sebelum program latihan ditentukan.

"Kami melakukan pengecekan rutin. Kalau ada tanda-tanda kelelahan berlebih, langsung kami komunikasikan dengan tim pelatih untuk penyesuaian program,” imbuhnya.

Koordinasi cepat antara tim medis dan pelatih membuat setiap indikasi penurunan kondisi bisa segera direspons. Program latihan pun dapat disesuaikan tanpa harus menunggu kondisi memburuk.

Dalam periode padat seperti ini, 24 hingga 48 jam pertama setelah pertandingan menjadi fase paling krusial. Di momen itulah proses recovery cepat dimaksimalkan.

“Recovery jadi kunci. Jarak pertandingan yang mepet menuntut pemain cepat pulih. Jadi setelah pertandingan, kami maksimalkan pemulihan 24–48 jam pertama,” tegasnya.

Metode pemulihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendinginan, terapi, hingga pengaturan ulang beban latihan. Semua dirancang agar tubuh pemain kembali siap tempur dalam waktu singkat.

Puasa menambah kompleksitas karena pola makan dan waktu istirahat berubah. Ritme biologis pemain harus disesuaikan agar tetap sejalan dengan jadwal latihan dan pertandingan malam hari.

Disiplin pemain memegang peran besar dalam keberhasilan program ini. Tanpa komitmen menjaga pola makan, tidur, dan asupan cairan, strategi recovery cepat tidak akan berjalan maksimal.

Tantangan empat laga dalam dua pekan jelas bukan perkara ringan. Namun situasi ini juga menjadi ujian mental sekaligus pembuktian kedalaman skuad Persebaya Surabaya.

Bernardo Tavares dituntut cermat mengatur rotasi pemain agar energi tetap terjaga. Kombinasi antara strategi taktik dan manajemen fisik menjadi kunci menjaga konsistensi hasil.

Optimisme tetap terjaga di internal tim meski jadwal padat membentang di depan mata. Perencanaan matang memberi keyakinan Green Force mampu melewati fase krusial Ramadhan dengan performa stabil.

Recovery cepat bukan sekadar istilah medis, melainkan fondasi utama menjaga daya saing Persebaya Surabaya di bulan Ramadhan 2026. Jika skema ini berjalan sesuai rencana, Green Force berpeluang mengakhiri rangkaian laga padat dengan hasil maksimal dan kondisi skuad tetap prima.

 

EDITOR: Hendra