← Beranda

Persebaya Surabaya Tim Termuda Ketiga! Regenerasi Green Force Era Bernardo Tavares di Putaran Kedua Super League

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 5 Februari 2026 | 22.41 WIB
Toni Firmansyah (kanan) jadi salah satu pemain muda andalan Persebaya Surabaya. (Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali mencuri perhatian di putaran kedua Super League 2025/2026. Bukan karena bintang mahal atau transfer sensasional, melainkan karena status sebagai tim termuda ketiga di antara seluruh kontestan kompetisi.

Berdasarkan data rata-rata usia skuad Transfermarkt yang diolah JawaPos.com, Persebaya Surabaya menempati posisi ketiga dengan rerata umur 26,2 tahun.

Fakta ini menegaskan arah pembangunan tim Green Force yang konsisten mengandalkan energi muda untuk bersaing di level tertinggi.

Daftar 10 tim termuda di putaran kedua Super League menempatkan PSM Makassar di posisi teratas dengan rata-rata usia 25,5 tahun.

Persijap Jepara menyusul di urutan kedua dengan 25,8 tahun, sebelum Persebaya Surabaya mengunci posisi ketiga.

Persebaya Surabaya mencatat komposisi skuad berjumlah 29 pemain dengan 11 pemain asing. Kombinasi ini membuat Persebaya Surabaya relatif ramping, namun tetap kompetitif menghadapi padatnya jadwal kompetisi.

“Di saat ini kita harus mengetahui rumah yang kita miliki. Akademi, pemain muda, tim utama kita. Saya sudah menganalisa banyak pertandingan,” ujar Bernardo Tavares.

“Saya juga melihat beberapa pemain yang berada di sini, dan yang bermain di klub lain, di posisi lain, untuk mencoba melihat apa yang kita dapatkan, apa yang perlu kita ubah.”

Menariknya, Persebaya Surabaya sejajar dengan PSIM Yogyakarta dalam hal rata-rata usia pemain. PSIM juga mencatat angka 26,2 tahun, meski hanya memiliki 26 pemain dalam daftar skuad.

Di bawah Persebaya Surabaya, terdapat Borneo FC Samarinda dengan rata-rata usia 26,3 tahun. Persis Solo berada di posisi berikutnya dengan rata-rata usia 26,4 tahun dan jumlah pemain asing terbanyak di kelompok ini, yakni 13 pemain.

Persija Jakarta menempati peringkat ketujuh dalam daftar tim termuda. Macan Kemayoran mencatat rata-rata usia 26,6 tahun dengan komposisi 29 pemain dan 11 pemain asing.

Bali United FC menyusul dengan rata-rata usia 26,7 tahun. Klub asal Pulau Dewata ini dikenal konsisten menjaga keseimbangan antara pemain muda dan senior berpengalaman.

PSBS Biak dan Persita Tangerang melengkapi daftar 10 besar tim termuda. Keduanya mencatat rata-rata usia 26,8 dan 26,9 tahun, menunjukkan tren peremajaan yang cukup merata di Super League.

Di luar 10 besar, Bhayangkara Presisi Lampung FC mulai memasuki kategori usia matang dengan rata-rata 27 tahun. Arema FC, Madura United FC, hingga Semen Padang FC berada di rentang usia 27,4 sampai 27,6 tahun.

Persib Bandung, pemuncak klasemen sementara Super League, juga memiliki rata-rata usia 27,6 tahun. Maung Bandung membuktikan usia bukan satu-satunya faktor penentu performa di papan atas.

Dewa United Banten FC, Persik Kediri, dan Malut United FC menjadi tim dengan rata-rata usia tertua. Malut United mencatat angka tertinggi dengan rerata 29,8 tahun.

Komposisi usia ini tak lepas dari dinamika bursa transfer paruh musim yang segera berakhir.

Mengacu Regulasi Super League 2025/2026, bursa transfer tengah musim kompetisi kasta tertinggi Indonesia ini akan ditutup pada 6 Februari 2026 malam, tepatnya pukul 23.59 WIB.

Dengan kata lain tersisa tiga setengah hari lagi untuk proses transfer pemain. Jika sampai batas waktu nama pemain belum masuk FIFA Transfer Matching System (TMS), statusnya tidak akan sah.

Adapun bursa transfer awal tahun ini dibuka pada 10 Januari 2026. Sejauh ini sejumlah klub telah melakukan perombakan tim agar bisa bersaing pada putaran kedua kompetisi.

Persija Jakarta menjadi salah satu klub yang cukup aktif. Persija Jakarta misalnya, melepas dan meminjam beberapa pemainnya, sambil mendatangkan nama baru.

Salah satu di antaranya Mauro Zijlstra. Pemain Timnas Indonesia tersebut ditransfer dari Vollendam FC dan langsung dikontrak dengan durasi 2,5 tahun atau hingga akhir 2027/2028.

Persib Bandung juga bergerak agresif di bursa transfer. Bahkan, Maung Bandung mendatangkan mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa.

Menjelang tutup jendela transfer ini, Persib disebut-sebut akan mendatangkan dua pemain berposisi striker, Ragnar Oratmangoen dan Mariano Peralta yang masih terikat dengan Borneo FC.

Transfer Peralta bahkan digadang-gadang bakal menjadi rekor tertinggi sepak bola Indonesia.

Di papan bawah, klub-klub seperti Semen Padang, Persijap Jepara, dan PSBS Biak juga tancap gas. Mereka aktif memburu pemain demi menghindari ancaman degradasi.

Mayoritas klub kini berpacu dengan waktu. Segala berkas coba dituntaskan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan regulator kompetisi.

Di tengah hiruk-pikuk transfer, Persebaya Surabaya memilih jalur berbeda dengan mempertahankan struktur tim muda. Strategi ini menjadi sinyal kuat regenerasi tetap jadi fondasi utama Green Force.

Status sebagai tim termuda ketiga bukan sekadar angka statistik. Itu menjadi cerminan keberanian Persebaya Surabaya membangun masa depan, sambil tetap menantang rival-rivalnya di putaran kedua Super League.

EDITOR: Edi Yulianto