JawaPos.com — Persis Solo rasa Persebaya Surabaya kian menguat pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Rumor memburu dua mantan pemain Green Force dengan total nilai pasar Rp 7,82 miliar membuat Kota Bengawan terasa kental nuansa Green Force.
Sinyal itu muncul setelah Persis Solo tampil agresif dan senyap di jendela transfer tengah musim. Tanpa banyak rumor beredar, lima nama resmi diumumkan untuk memperkuat skuad Laskar Sambernyawa.
Lima pemain yang didatangkan Persis Solo yakni Vukasin Vranes, Dusan Mijic, Miroslav Maricic, Yabes Roni, dan Kadek Raditya. Pergerakan ini menegaskan Persis Solo masuk mode boros demi memperbaiki performa tim.
Dari lima rekrutan tersebut, nama Kadek Raditya langsung mencuri perhatian publik. Bek muda itu lama membela Persebaya Surabaya dan identik dengan warna hijau Green Force.
Kehadiran Kadek Raditya seolah menjadi pembuka jalan aroma Persebaya Surabaya di tubuh Persis Solo. Situasi ini memunculkan spekulasi lanjutan soal pemain eks Green Force lain yang berpotensi merapat ke Kota Bengawan.
Merujuk pada pergerakan transfer terkini, Persis Solo disebut tak berhenti pada Kadek Raditya saja. Dua mantan pemain Persebaya Surabaya santer dikaitkan bakal menyusul ke Stadion Manahan.
Satu nama dikenal sebagai pemain bersejarah Persebaya Surabaya saat promosi ke Super League 2017. Satu nama lainnya sempat bersinar bersama Green Force setelah gagal menunjukkan performa terbaik di klub sebelumnya.
Dua sosok itu adalah Irfan Jaya dan Alta Ballah yang total nilai pasarnya menembus Rp 7,82 miliar. Keduanya kini masuk radar Persis Solo untuk jendela transfer paruh musim 2025/2026.
Irfan Jaya
Nama pertama yang ramai dibicarakan ialah Irfan Jaya yang berposisi sebagai winger kanan. Pemain Bali United itu dikaitkan dengan Persis Solo meski sedang dibekap cedera.
Kabar ketertarikan Persis Solo terhadap Irfan Jaya dibongkar akun Instagram seputar sepak bola nasional.
“Persis Solo kabarnya tertarik untuk mendatangkan Irfan Jaya di paruh musim Super League 2025/2026,” tulis @transferindonesialeague.
Secara nilai pasar, Irfan Jaya ditaksir Rp 3,91 miliar. Angka tersebut mencerminkan statusnya sebagai pemain berpengalaman dan berpengaruh di Liga Indonesia.
Namun, Persis Solo diyakini tak akan mudah memboyong Irfan Jaya secara permanen. Kontraknya bersama Bali United masih berlangsung hingga 30 Juni 2027.
Situasi tersebut membuat opsi peminjaman menjadi skenario paling realistis. Persis Solo bisa mendapatkan jasa Irfan Jaya tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar.
Bagi Persebaya Surabaya, Irfan Jaya bukan nama sembarangan. Ia tercatat sebagai pemain bersejarah yang berperan penting membawa Green Force promosi ke Super League.
Pada gelaran Championship kala itu, Irfan Jaya menyumbang enam gol dan tiga assist dari 21 pertandingan. Kontribusi tersebut mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pilar kebangkitan Persebaya Surabaya.
Alta Ballah
Nama kedua yang masuk rumor ialah Alta Ballah yang berposisi sebagai bek kiri. Pemain Dewa United itu juga memiliki latar belakang kuat bersama Persebaya Surabaya.
Isu ketertarikan Persis Solo terhadap Alta Ballah juga diungkap akun yang sama. “Persis Solo kabarnya tertarik untuk mendatangkan Alta Ballah di paruh musim,” tulis @transferindonesialeague.
Peluang Persis Solo mendapatkan Alta Ballah dinilai cukup terbuka. Pemain tersebut mulai kehilangan menit bermain bersama Dewa United musim ini.
Alta Ballah baru mencatatkan 10 pertandingan dengan total 488 menit bermain. Kondisi ini membuat opsi hengkang demi menit bermain reguler semakin masuk akal.
Bek kiri berusia matang itu pernah membela Persebaya Surabaya selama satu musim. Ia didatangkan dari Persita Tangerang pada 29 April 2022.
Bersama Persebaya Surabaya, Alta Ballah tampil konsisten di sektor kiri pertahanan. Ia mencatatkan dua gol dari 31 pertandingan dengan total 2.408 menit bermain.
Nilai pasar Alta Ballah saat ini juga berada di angka Rp 3,91 miliar. Jika digabung dengan Irfan Jaya, total nilai dua mantan pemain Green Force itu mencapai Rp 7,82 miliar.
Rumor ini mempertegas kesan Persis Solo rasa Persebaya Surabaya di paruh musim kompetisi. Publik Pasoepati pun dibuat penasaran menanti kelanjutan manuver ambisius manajemen Laskar Sambernyawa.