← Beranda

Bongkar Metode Kepelatihan John Herdman! Pelatih Baru Timnas Indonesia Terkenal Keras dan Disiplin

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 3 Januari 2026 | 23.41 WIB
John Herdman resmi jadi pelatih baru Timnas Indonesia. (Timnas Indonesia)

JawaPos.com—Metode kepelatihan John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, terkenal dengan pendekatan keras dan disiplin. Hal itu menjadi sorotan setelah PSSI resmi memperkenalkannya. Figur berusia 50 tahun ini dikenal tegas, menuntut, dan konsisten membangun mental juara dari ruang ganti.

PSSI mengumumkan penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia pada Sabtu (3/1). Keputusan ini menandai dimulainya era baru sepak bola nasional dengan ekspektasi tinggi dari publik.

Herdman bukan sekadar pelatih dengan nama besar, melainkan arsitek berpengalaman membawa tim nasional menembus Piala Dunia. Rekam jejaknya membuat banyak pihak yakin Indonesia berada di tangan yang tepat.

Dia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang sukses membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA. Catatan langka itu menjadi daya tarik utama di mata federasi.

Bersama timnas putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011 dengan karakter permainan yang rapi dan disiplin. Prestasi dua medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada 2012 dan 2016 bukti keberhasilan metode kepelatihannya.

Di sektor putra, Herdman kembali mencetak sejarah bersama Kanada. Dia mengantar Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah penantian 36 tahun.

Keberhasilan tersebut ikut mendongkrak peringkat FIFA Kanada secara signifikan. Dari posisi 77 dunia, Kanada melesat hingga peringkat 33 dalam periode kepelatihannya.

Rekam jejak itu menjadi dasar utama PSSI menjatuhkan pilihan. Federasi menilai Indonesia membutuhkan sosok berpengalaman menghadapi tekanan besar di level internasional.

PSSI mencari pelatih yang berpengalaman dalam kualifikasi Piala Dunia. Kalimat itu menggambarkan arah besar yang ingin dituju sepak bola Indonesia bersama Herdman.

Metode kepelatihan Herdman dikenal keras dan sangat menekankan disiplin kolektif. Setiap pemain dituntut memahami peran, berani bekerja keras, dan patuh pada struktur permainan.

Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk tim yang sedang tumbuh. Herdman piawai mengelola transisi pemain muda dan senior dalam situasi penuh tekanan.

“Herdman cocok dengan kemampuannya dalam mengelola transisi dan tekanan,” tulis laporan Diez.

Penilaian itu menegaskan reputasi Herdman sebagai pelatih yang tahan banting. Diez juga menilai figur keras seperti Herdman cocok untuk negara berkembang seperti Indonesia. Pendekatan ini mengingatkan pada fondasi disiplin yang sebelumnya dibangun Shin Tae-yong.

Melihat hasil yang diraih Kanada, pendekatan tersebut terasa masuk akal. Herdman membangun tim bukan dari nama besar, melainkan dari etos kerja dan kepercayaan kolektif.

Pendekatan yang disiplin telah mengangkat Kanada jadi dampak nyata dari metode kepelatihan Herdman. Secara taktik, Herdman dikenal mengusung sepak bola vertikal yang agresif dan mengejutkan. Pola ini menuntut keberanian mengambil risiko dan kecepatan dalam transisi menyerang.

Terutama dengan menerapkan sepak bola vertikal yang mengejutkan. Gaya tersebut membuat lawan sulit bernapas dan memaksimalkan potensi fisik pemain.

“Indonesia bercita-cita untuk meniru kesuksesan tersebut guna naik peringkat di Asia,” tandas Diez.

Agenda Herdman bersama Timnas Indonesia pada 2026 terbilang padat dan menantang. Timnas Senior akan tampil di FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Matchday 23–31 Maret 2026.

Setelah itu, skuad Garuda menghadapi FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November. Piala AFF 2026 yang dimulai 25 Juli juga menjadi panggung awal pembuktian.

Kehadiran Herdman membawa harapan besar sekaligus tantangan mental bagi pemain. Disiplin tinggi dan tuntutan keras menjadi harga yang harus dibayar demi mimpi besar sepak bola Indonesia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah