← Beranda

Perjalanan Karier Rizky Ridho! Sempat Jualan Ayam hingga Masuk Nominasi Puskas Award 2025

Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 4 Desember 2025 | 23.16 WIB
Rizky Ridho siap ciptakan sejarah di Puskas Award 2025. (Persija Jakarta)
 

JawaPos.com — Perjalanan karier Rizky Ridho kembali menyedot perhatian publik setelah gol indahnya masuk nominasi Puskas Award 2025. Kisah hidupnya yang penuh lika-liku membuat pencapaian tersebut terasa semakin dramatis dan layak diapresiasi.

Ridho kini dikenal sebagai bek tangguh Timnas Indonesia yang tampil kokoh di level klub maupun internasional.

Namun, di balik sosoknya yang kini bersinar, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan yang tidak banyak diketahui orang.

Saat baru menandatangani kontrak profesional bersama Persebaya Surabaya, Ridho mengaku belum sempat memiliki tabungan. Ia menjelaskan hampir seluruh gajinya habis untuk kebutuhan harian dan membantu keluarganya.

“Benar-benar kaget karena waktu itu belum sempat nabung, cuman habis gara-gara makan dan ngasih orang tua, jadi waktu sempat pegangan uang 400 ribu,” ujar Ridho dalam kanal Youtube Sport77.

Kalimat itu menggambarkan betapa minimnya ruang bagi Ridho untuk bernapas secara finansial.

Pandemi Covid-19 membuat situasinya semakin berat karena gajinya harus dipotong 25 persen. Kondisinya makin sulit setelah ia mengambil DP untuk persiapan naik haji kedua orang tuanya sebelum pemotongan gaji diberlakukan.

“Jadi di awal gaji dipotong 25 persen saya sudah ambil DP di awal untuk naikin haji orang tua, dan akhirnya lebih sedikit otomatis lagi kalau 25 persen bang,” tuturnya.

Ia tetap menjalani masa sulit itu dengan keyakinan walau harus berhemat habis-habisan.

Di tengah tekanan finansial, Ridho tidak tinggal diam dan mulai mencari cara untuk menambah pemasukan.

Ia kemudian membantu saudara perempuannya berjualan ayam, sebuah langkah yang jarang dilakukan pesepak bola profesional muda.

“Akhirnya sampai saya kadang sempat bantuin kakak saudara saya jualan ayam, jadi kayak saya promosiin di Instagram karena lumayan saat itu follower udah 30 ribu, siapa yang beliin ayam saya yang nganter sendiri,” kenangnya sambil tertawa.

Ia memanfaatkan pengaruh di media sosial untuk menarik pembeli dan menawarkan layanan antar.

Ridho benar-benar turun langsung ke lapangan, bukan sebagai pemain, tetapi sebagai kurir ayam pesanan pelanggan.

Aktivitas itu dilakukannya di sela-sela latihan dan kewajiban profesional sebagai pemain Persebaya dengan tekad kuat agar tetap bisa menabung.

Keuntungannya terasa sangat berarti bagi Ridho yang sedang berjibaku dengan krisis finansial. “Alhamdulillah satu hari untung 300 ribu, hari kedua 200 ribu lumayan buat tabungan,” kata Ridho tentang hasil usaha kecilnya itu.

Setiap rupiah yang disimpannya menjadi penyemangat untuk terus bertahan di masa sulit.

Pengalaman berjualan ayam menjadi batu loncatan yang menguatkan mental dan tekadnya sebelum akhirnya tampil sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia.

Kini keadaan berubah total karena Ridho telah menjadi pilar penting di skuad Timnas Indonesia.

Ia menjadi bagian dari Persija Jakarta yang berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ketekunan dan perkembangan performanya membuat namanya semakin dikenal di Asia Tenggara. Banyak pengamat menilai Ridho adalah salah satu aset terpenting di lini belakang Indonesia saat ini.

Puncak pencapaian terbarunya datang ketika golnya dalam laga Persija Jakarta vs Arema FC resmi masuk nominasi Puskas Award 2025. Gol itu bersaing dengan sepuluh gol indah lainnya yang tercipta sepanjang tahun kalender 2025.

Masuk nominasi membuatnya punya peluang meraih salah satu penghargaan paling bergengsi dalam sepak bola. Puskas Award diberikan untuk gol terindah dalam setahun, tanpa memandang status kompetisi atau popularitas pemain.

Penghargaan ini pertama kali diberikan pada 2009 dan dimenangi Cristiano Ronaldo saat membela Manchester United. Namun sejarah mencatat pemenangnya tidak selalu berasal dari deretan pemain kelas dunia.

Salah satu contohnya adalah Mohammad Faiz Subri dari Malaysia yang memenangkan Puskas Award 2016 lewat tendangan bebas fenomenal.

Keberhasilan Faiz memberi harapan besar bahwa peluang Ridho tetap terbuka luas.

Perjalanan hidup Ridho dari pemain muda yang sempat berjualan ayam hingga kini bersaing di panggung dunia menjadi kisah inspiratif bagi banyak orang.

Ia membuktikan kerja keras, keberanian, dan ketulusan bisa membawa siapa pun pada titik yang tak pernah dibayangkan.

Kisahnya mengajarkan impian bisa digapai meski jalan yang ditempuh penuh rintangan.

Dari mengantarkan ayam ke rumah pelanggan hingga mencetak gol berkelas dunia, Ridho menunjukkan tidak ada perjuangan yang sia-sia.

Kini, ketika namanya bersanding dengan deretan pencetak gol terbaik dunia, seluruh kisah pahit itu berubah menjadi bagian indah dari perjalanan kariernya.

Ridho berdiri sebagai bukti hidup mimpi besar bisa dimulai dari langkah sederhana yang dijalani dengan hati kuat.

EDITOR: Edi Yulianto