JawaPos.com — Voting Puskas Award 2025 resmi ditutup pada Kamis pagi pukul 06.59 WIB. Publik langsung heboh soal peluang Rizky Ridho.
Banyak yang penasaran apakah bek Timnas Indonesia itu sudah dipastikan menjadi pemenang berkat dukungan luar biasa dari fans Tanah Air.
Jawabannya, belum ada pengumuman resmi dari FIFA mengenai siapa peraih Puskas Award 2025. Vote memang sudah berhenti, tetapi proses penghitungan justru baru dimulai begitu polling fans ditutup.
Sejak 13 November lalu, penggemar sepak bola dari seluruh dunia menilai tiga gol terbaik dari total 11 nominasi. Gol yang dipilih sebagai terbaik mendapat 5 poin, pilihan kedua 3 poin, dan pilihan ketiga 1 poin dari setiap pemilih.
Dukungan suporter Indonesia untuk Rizky Ridho disebut sangat masif karena golnya ke gawang Arab Saudi begitu spektakuler.
Namun suara fans hanya menjadi separuh dari total penilaian sehingga pemenang tidak bisa ditentukan semata-mata dari tingginya antusiasme publik.
FIFA menetapkan porsi 50 persen lain berasal dari panel FIFA Legends. Anggota panel ini ditentukan langsung oleh FIFA dan mereka menilai 11 nominee dengan sistem poin yang sama seperti fans.
Artinya, meski sebuah gol unggul telak dari sisi fan voting, posisinya tetap bisa berubah ketika nilai dari panel legenda digabungkan.
Di sinilah alasan kenapa pemenang tidak mungkin diumumkan pada hari yang sama ketika voting berakhir.
Setelah periode voting ditutup, FIFA harus menghitung seluruh suara yang masuk dari fans dan panel legenda secara terpisah. Dua daftar peringkat berbeda akan terbentuk dari dua kelompok juri tersebut.
Peringkat pertama dari masing-masing juri akan mendapatkan 13 poin di fase scoring point final. Peringkat kedua akan memperoleh 11 poin, lalu posisi 3 sampai 11 mendapatkan skor berurutan dari 9 poin hingga 1 poin.
Gabungan scoring point dari fans dan panel legenda itulah yang menentukan siapa pemilik gol terbaik tahun ini. Jika dua gol memiliki nilai akhir yang sama, beberapa aturan tie-breaker akan digunakan untuk menentukan pemenang.
Gol yang punya scoring point fans tertinggi akan lebih diutamakan jika terjadi skor seri. Jika masih seimbang, jumlah vote 5 poin dari fans akan menjadi penentu untuk memisahkan keduanya.
Jika gol tersebut masih tak bisa dipisahkan dari sisi vote 5 poin, FIFA akan melihat jumlah vote 3 poin dari fans. Andai tetap berimbang, barulah scoring point panel legenda dijadikan rujukan untuk menentukan pemenang.
Ketika poin panel legenda pun sama kuat, jumlah vote 5 poin dari panel legenda menjadi pembeda berikutnya. Jika seluruh tahap tetap menghasilkan skor identik, kedua gol akan ditetapkan sebagai pemenang bersama.
Rangkaian prosedur inilah yang membuat FIFA tidak bisa buru-buru mengumumkan pemenang Puskas Award hanya beberapa jam setelah voting berakhir.
Prosesnya panjang dan membutuhkan verifikasi ketat agar hasilnya akurat.
Situasi ini membuat spekulasi mengenai peluang Rizky Ridho semakin ramai di media sosial. Gol jarak jauh yang ia lepaskan dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menjadi sensasi dan memicu gelombang dukungan dari publik Indonesia.
Namun sampai Gala The Best FIFA Football Awards 2025 berlangsung, semua prediksi tetap sebatas dugaan. FIFA tidak pernah mempublikasikan posisi peringkat selama voting masih berjalan.
Biasanya, pengumuman Puskas Award digabung dengan beberapa kategori prestisius lain seperti The Best FIFA Men’s Player dan Women’s Player.
Acara tersebut juga mengumumkan The Best FIFA Goalkeeper, The Best FIFA Coach, FIFA Fair Play Award, hingga FIFA FIFPro World 11.
Hanya saja, hingga kini tanggal resmi pelaksanaan The Best FIFA Football Awards 2025 belum dirilis oleh FIFA. Jadwalnya bisa jatuh pada akhir 2025 atau bergeser ke Januari 2026 seperti beberapa edisi sebelumnya.
Sebagai gambaran, Gala The Best 2022 berlangsung pada Februari 2023 di Paris. Edisi berikutnya digelar pada Januari 2024 di London dan untuk tahun 2024, pengumuman dilakukan pada 17 Desember 2024.
Jika FIFA mengikuti pola serupa, ada dua kemungkinan besar: acara akan digelar menjelang tutup tahun atau tepat di awal tahun berikutnya. Keduanya masih tetap terbuka mengingat tidak ada rilis resmi hingga hari ini.
Dengan situasi tersebut, nasib gol Rizky Ridho belum bisa ditentukan dalam waktu dekat. Semua penggemar sepak bola Indonesia harus menunggu hingga Gala The Best FIFA Football Awards 2025 benar-benar digelar.
Momentum menunggu ini justru membuat rasa penasaran publik semakin besar. Dukungan yang terus mengalir untuk Ridho menunjukkan betapa besarnya harapan masyarakat melihat pemain Indonesia bersaing di panggung dunia.
Entah Rizky Ridho menjadi pemenang atau tidak, masuk daftar finalis 11 besar Puskas Award saja sudah menjadi sejarah tersendiri bagi sepak bola Indonesia.
Golnya kini bersanding dengan nama-nama besar yang pernah menggebrak jagat sepak bola internasional.
Kini bola ada di tangan FIFA dan panel legenda yang menilai murni berdasarkan kualitas gol. Pengumumannya tinggal menunggu panggung megah The Best FIFA Football Awards 2025 dibuka.
Hingga saat itu tiba, publik hanya bisa menahan harapan sambil terus memantau setiap perkembangan.
Apakah Rizky Ridho akan menorehkan sejarah baru dan membawa pulang Puskas Award pertama untuk Indonesia akan ditentukan pada malam gala tersebut.