JawaPos.com - Ong Kim Swee meninggalkan pesan yang begitu menyentuh untuk Persikmania setelah memimpin laga terakhirnya bersama Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Ia meminta doa agar Macan Putih tetap moncer meski dirinya tak lagi berada di kursi pelatih, sebuah pesan yang mencerminkan kepedulian sekaligus rasa cintanya pada klub.
Perpisahan itu terjadi hanya dua jam sebelum Persik tampil menghadapi Semen Padang FC, momen yang langsung mengaduk emosi suporter. Namun, pertandingan berakhir manis karena Persik menang 2-1, kemenangan penting setelah lima laga tanpa tiga poin.
Gol Jose Enrique Rodriguez pada menit ke-16 dan sontekan Ezra Walian di menit ke-34 menjadi penanda kebangkitan Persik.
Semen Padang hanya mampu membalas lewat tembakan Samuel Christianson di menit ke-77 yang tidak cukup mengubah hasil.
Ong terlihat lega setelah pertandingan dan mengaku senang melihat tim akhirnya kembali tampil efektif. “Memang kita belum maksimal pada laga-laga sebelumnya. Kita juga tak bisa meraih kemenangan,” ujarnya dengan nada lega.
Ia menilai kemenangan itu bisa menjadi titik balik performa Persik di kompetisi yang masih panjang. “Semoga hasil ini menjadi pemicu untuk kita langsung balik lagi ke depan dan tetap main konsisten,” katanya.
Meski statusnya sudah diumumkan berpisah, Ong tetap memimpin tim dari area teknis. Ia ingin tampil profesional sampai menit terakhir masa pengabdiannya bersama Persik.
Dalam momen perpisahan itu, Ong mengungkapkan kegembiraannya karena Persik bisa kembali merumput di Stadion Brawijaya.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat Kediri dan Persikmania, akhirnya kita bisa main di kandang sendiri,” ucapnya.
Ia menegaskan bermain di Brawijaya memberi keuntungan besar bagi tim yang selama ini sering bermarkas sementara.
“Itu faktor yang sangat penting. Karena selama ini menurut saya salah satu hal yang merugikan kita adalah jarangnya main di kandang,” jelas Ong.
Menurutnya, dukungan langsung Persikmania memberi dampak signifikan bagi mental dan permainan para pemain. Ia menyebut atmosfer stadion sebagai energi yang mengubah ritme bertanding Persik.
Dalam pidato perpisahannya, Ong menyampaikan terima kasih mendalam kepada manajemen yang sudah mendukungnya.
“Terutama kepada Arthur Irawan, saya ucapkan terima kasih telah memberi yang terbaik selama saya di Kediri,” tuturnya.
Ucapan itu ia tujukan pula kepada seluruh ofisial dan pemain. “Kepada ofisial dan para pemain yang sudah bekerja sama dengan baik,” imbuhnya sambil mengacungkan jempol.
Ong menegaskan dirinya tidak meninggalkan Persik dengan perasaan kecewa. Ia justru percaya keputusan manajemen akan memberi arah baru bagi perkembangan tim.
Keyakinannya pada masa depan Persik ia tegaskan lewat satu kalimat penuh optimisme. “Siapapun pelatih yang datang nanti, saya yakin tim ini bertambah baik. Karena Persik punya materi pemain bagus,” ucapnya.
Pesan tersebut ia sampaikan bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk penghargaan atas kualitas skuad yang telah ia latih sejak awal musim. Ia percaya para pemain memiliki kapasitas untuk bersaing di papan atas.
Ong juga mengirim salam khusus untuk Persikmania yang selalu memenuhi stadion dengan dukungan tak kenal lelah. Ia menyebut suporter sebagai bagian terpenting dari perjalanan Persik.
Ia berharap tribun Brawijaya tetap penuh meski ia tidak lagi berada di pinggir lapangan. Menurutnya, dukungan suporter akan menjadi bensin yang menjaga performa tim tetap menyala.
Meski secara resmi tak lagi menjadi bagian dari staf pelatih, Ong menegaskan dirinya tetap mendukung Persik dari jauh. Ia ingin Macan Putih terus melaju dan meraih target besar musim ini.
Kemenangan atas Semen Padang menjadi penutup yang terasa sempurna untuk masa tugasnya. Ia berharap kemenangan itu menjadi simbol lahirnya kembali kepercayaan diri dalam tim.
Di akhir pesannya, Ong menitipkan harapan agar keharmonisan Persik dengan Persikmania terus dijaga. Ia ingin hubungan itu tetap kuat untuk membantu tim berkembang lebih jauh musim ini.
Suporter yang hadir di Stadion Brawijaya merasakan betul ketulusan ucapan perpisahan Ong. Meski masa kebersamaannya singkat, dedikasinya meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga besar Persik Kediri.
Kini perjalanan Persik akan memasuki babak baru bersama pelatih pengganti. Namun pesan haru Ong Kim Swee menjadi pengingat kekuatan Persik selalu berasal dari kerja keras, dukungan suporter, dan rasa bangga pada Kota Kediri.