JawaPos.com — Dejan Antonic akhirnya memetik kemenangan perdana bersama Semen Padang dan memutus rentetan hasil buruk yang membelit tim Kabau Sirah sejak awal musim. Kemenangan 2-1 atas tuan rumah Persijap Jepara terasa seperti pecah telur yang lama ditunggu dan memberi napas baru dalam persaingan ketat Super League 2025/2026.
Semen Padang datang ke Stadion Gelora Bumi Kartini dengan beban delapan kekalahan beruntun yang menghantui ruang ganti sepanjang pekan.
Tekanan besar itu justru berubah menjadi energi positif ketika para pemain tampil disiplin, agresif, dan lebih berani sejak menit awal pertandingan.
Duel berjalan dalam tensi tinggi sejak babak pertama dimulai dan kedua tim sama-sama ingin memegang kendali permainan.
Persijap mencoba mempercepat tempo, namun Semen Padang merespons lewat pressing yang lebih rapi untuk mengurangi ruang gerak tuan rumah.
Pertandingan berubah drastis pada menit ke-23 ketika Persijap harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Najeeb Yakubu melakukan pelanggaran keras pada duel dengan Rui Pedro Ribeiro.
Keputusan wasit membuat Semen Padang semakin percaya diri untuk mendominasi aliran bola.
Hanya berselang tiga menit dari kartu merah tersebut, Semen Padang langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak gol pembuka.
Pedro De Matos melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang mengenai tubuh pemain lawan dan berbelok masuk sehingga membuat skor menjadi 1-0.
Gol itu melecut Semen Padang tampil lebih hidup, namun Persijap menunjukkan karakter kuat meski bermain dengan sepuluh pemain.
Mereka tetap ngotot menekan dan sesekali membuat barisan belakang Semen Padang harus bekerja lebih keras.
Upaya Persijap membuahkan hasil pada menit ke-42 melalui skema yang rapi dari sisi kanan serangan.
Umpan tarik Carlos Franca disambar dengan sundulan sempurna Sudi Abdallah yang berdiri bebas sehingga kedudukan berubah menjadi 1-1.
Skor imbang tersebut bertahan hingga turun minum setelah kedua tim saling menekan namun gagal menambah gol.
Semen Padang terlihat frustrasi karena beberapa peluang tak mampu dikonversi, sementara Persijap lebih fokus menutup celah mengingat kondisi mereka yang kekurangan satu pemain.
Memasuki babak kedua, Semen Padang tampil lebih dominan dengan penguasaan bola yang jauh lebih stabil.
Dejan Antonic terlihat terus memberi instruksi di tepi lapangan agar para pemain bermain sabar dan menekan Persijap secara bertahap.
Pada menit ke-65, kerja keras itu akhirnya membuahkan gol kedua yang mengubah momentum pertandingan.
Bola rebound hasil blok tembakan Ferdiansyah jatuh tepat di kaki Armando Obet Oropa yang langsung menanduknya dengan tenang untuk membawa Semen Padang kembali unggul.
Gol tersebut membuat Semen Padang semakin agresif karena mereka ingin mengamankan tiga poin pertama musim ini. Tekanan demi tekanan diarahkan ke area pertahanan Persijap yang mulai kewalahan menghalau serangan beruntun.
Persijap tetap mencoba membalas meski stamina para pemain menurun dan opsi serangan semakin terbatas. Mereka sesekali melakukan serangan balik, tetapi akurasi umpan terakhir menjadi kendala terbesar sepanjang babak kedua.
Hingga peluit panjang berbunyi, skor 2-1 untuk kemenangan Semen Padang tidak berubah dan membuat para pemain merayakannya dengan penuh lega.
Kemenangan ini menjadi titik balik penting setelah delapan laga terakhir selalu berakhir dengan kekalahan menyakitkan.
Semen Padang kini mengoleksi tujuh poin dari 12 pertandingan dan masih tertahan di peringkat ke-19 klasemen sementara.
Posisi tersebut belum ideal, tetapi kemenangan ini memberi harapan baru bagi skuad Kabau Sirah untuk bangkit pada pekan-pekan berikutnya.
Sementara itu, Persijap Jepara harus menerima kenyataan pahit setelah menelan tujuh kekalahan beruntun dan masih tertahan di posisi ke-18 klasemen.
Tambahan tiga poin yang gagal diraih membuat mereka belum bisa keluar dari zona degradasi.
Catatan buruk Semen Padang sebelum kemenangan ini menggambarkan betapa berat langkah mereka sejak pekan keempat.
Kekalahan beruntun dari Persita, PSBS Biak, Persebaya, Bali United, Bhayangkara Presisi Lampung, Malut United, Arema FC, dan Borneo FC menjadi rentetan yang menggerus kepercayaan diri tim.
Dejan Antonic tetap mencoba menenangkan ruang ganti dan meminta pemain fokus pada satu pertandingan demi satu pertandingan.
Upaya itulah yang akhirnya terbayar di Jepara ketika skuadnya mampu menunjukkan determinasi lebih besar dari pertandingan sebelumnya.
Kemenangan ini belum menyelesaikan masalah, tetapi menjadi fondasi penting untuk membangun momentum di laga-laga berikutnya.
Semen Padang kini punya modal mental yang lebih kuat untuk memperbaiki posisi mereka dalam persaingan Super League.
Dengan performa yang mulai membaik dan motivasi pemain yang kembali menyala, suporter Kabau Sirah tentu berharap kemenangan ini menjadi awal dari kebangkitan yang lebih stabil.
Perjalanan musim masih panjang, dan Dejan Antonic kini punya bukti nyata kerja keras mereka bisa menghasilkan tiga poin berharga.