JawaPos.com — Tak cukup hanya mengandalkan dukungan publik, Rizky Ridho perlu mencuri hati para legenda FIFA jika ingin membawa pulang Puskas Award 2025. Persaingan di ajang gol terbaik dunia itu berlangsung ketat dan mekanismenya tak sesederhana siapa yang paling populer di mata penggemar.
Masuknya nama Ridho dalam daftar nominasi langsung membuat pecinta sepakbola Indonesia geger karena ini pertama kalinya pemain Indonesia menembus penghargaan prestisius tersebut.
Gol bek Persija Jakarta itu dipandang panelis FIFA sebagai salah satu dari 11 gol terbaik yang tercipta pada periode 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025.
Ridho sejajar dengan pemain kelas dunia seperti Declan Rice dari Arsenal dan wonderkid Barcelona Lamine Yamal. Para pemain ini menghasilkan gol-gol yang dipilih panel pakar FIFA sebelum dilepas untuk voting global.
Proses voting publik dilakukan lewat FIFA.com untuk semua penggemar yang sudah mendaftar. Setiap fan memilih tiga gol secara berurutan yang akan diberi bobot poin lima, tiga, dan satu.
Namun, voting fans hanya menyumbang separuh hasil akhir karena 50 persen lainnya berasal dari pilihan panel legenda FIFA.
Sistem ini membuat dukungan penonton tak bisa berdiri sendiri tanpa persetujuan para mantan bintang dunia yang punya hak suara sama beratnya.
Artinya, meski Ridho bisa saja memuncaki voting fans, ia tetap harus dinilai positif oleh legenda dunia agar total skor akhirnya unggul. Kedua kelompok juri memiliki nilai akhir yang identik walaupun jumlah pemilih sangat berbeda jauh.
Setelah poin individu dihitung, FIFA mengambil tiga besar dari masing-masing kelompok lalu mengonversinya menjadi poin final 13, 11, dan 9 untuk peringkat pertama hingga ketiga.
Kandidat yang menempati ranking empat sampai 11 di masing-masing kelompok juga tetap mendapat poin turun bertahap hingga satu poin.
Akhirnya, total poin dari dua kelompok digabung untuk menentukan siapa yang benar-benar terbaik.
Sistem ini memberi keseimbangan antara popularitas dan penilaian kualitas teknis dari para legenda yang memahami standar gol kelas dunia.
Jika terjadi seri di posisi teratas, FIFA menggunakan beberapa lapis aturan tambahan yang berpihak pada fan vote.
Gol dengan poin terbanyak dari fans akan menang, dan jika masih imbang, jumlah suara lima poin dari fans menjadi penentunya.
Bila masih tetap seri, penilaian legenda FIFA yang akan menjadi acuan berikutnya. Jika tetap buntu sampai batas terakhir, dua pemain atau lebih yang sejajar berhak berbagi gelar sekaligus.
Proses pemilihan berlangsung ketat dan terstruktur karena FIFA ingin memastikan kemenangan benar-benar mencerminkan kualitas gol, bukan kampanye agresif semata.
Masa voting dibuka mulai sekarang hingga 3 Desember 2025 pukul 23.59 CET.
Infantino ikut menyemangati para pemilih dengan menyebut gol-gol kandidat tahun ini memukau untuk ditonton.
Ia mengajak publik berpartisipasi lewat FIFA.com agar semua penggemar merasa terlibat dalam penentuan gol terbaik dunia.
Ridho dan para pendukungnya memahami tantangan besar yang ada di depan mata. Popularitas di Indonesia sangat membantu, tetapi tak menjamin jika para legenda menilai ada gol lain yang lebih impresif secara teknis.
Karena itu, peluang Ridho akan sangat ditentukan oleh bagaimana para legenda menilai teknik, momen, dan estetika gol yang dicetaknya.
Bukan hanya keindahan visual, tetapi konteks gol juga kerap menjadi pertimbangan penting di penghargaan dunia seperti ini.
Meski begitu, fakta seorang pemain Indonesia bersaing langsung dengan bintang top Eropa sudah menjadi sejarah tersendiri.
Masuknya nama Ridho ke daftar kandidat resmi membuktikan kualitas pesepakbola Tanah Air mulai mendapat pengakuan internasional.
Dukungan publik tetap menjadi kunci agar namanya berada di posisi terdepan versi penggemar. Tetapi perjalanan menuju podium Puskas Award 2025 tak akan lengkap tanpa tanda persetujuan dari para legenda FIFA.
Kini momen krusial ada di tangan publik sepakbola Indonesia yang ingin melihat Ridho mencatat sejarah sebagai pemain Tanah Air pertama yang mengangkat penghargaan Puskas.
Namun perjuangannya tak akan sempurna jika ia tak mampu menembus daftar pilihan utama para legenda yang memegang separuh kendali kemenangan.