← Beranda

Cek Fakta Hasil Voting Rizky Ridho di Puskas Award 2025: Benarkah Unggul? Begini Fakta Sebenarnya!

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 15 November 2025 | 20.08 WIB
Rizky Ridho berpeluang raih Puskas Award 2025 dengan antusiasme tinggi netizen Indonesia. (Persija Jakarta)
 

JawaPos.com — Cek fakta hasil voting Rizky Ridho di Puskas Award 2025 menjadi topik yang ramai menyebar di media sosial. Banyak unggahan mengklaim dirinya memimpin perolehan suara, padahal hasil resmi belum dipublikasikan hingga periode voting berakhir.

Informasi yang beredar menyebut Ridho unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Lamine Yamal.

Klaim tersebut muncul bersamaan dengan antusiasme publik Tanah Air yang memang tengah mendukung gol spektakulernya di Super League Indonesia.

Rizky Ridho masuk nominasi FIFA Puskas Award 2025 berkat gol jarak jauh ke gawang Arema pada 9 Maret 2025. Aksinya di menit 61 dan 33 detik itu membuat bola melambung melewati kiper sebelum melengkung tepat di bawah mistar.

Gol tersebut menjadi sorotan karena dieksekusi pemain yang berposisi sebagai bek dan dikenal sebagai salah satu andalan Timnas Indonesia. Meski begitu, Persija tetap kalah 3-1 dalam laga tersebut.

Saingan terdekat Ridho adalah Lamine Yamal yang tampil gemilang saat Barcelona bertemu Espanyol pada 15 Mei 2025.

Yamal melepas tendangan kaki kiri yang melengkung indah ke sudut atas gawang sehingga membantu Barca menang 2-0.

Di media sosial, beredar screenshot hasil voting sementara yang diklaim menunjukkan Ridho unggul. Unggahan tersebut menampilkan angka 608.724 pemilih untuk Ridho, sementara Yamal disebut mengantongi 562.027 pemilih.

Angka itu juga memasukkan nama-nama lain seperti Declan Rice dengan 547.982 pemilih, Gonzalo Montiel dengan 334.696 pemilih, dan Pedro de La Vega yang tercatat memiliki 107.827 pemilih.

Data tersebut disebarkan tanpa tautan resmi yang mengarah pada platform voting FIFA.

Faktanya, FIFA belum merilis hasil voting apa pun hingga periode pemungutan suara berakhir. Dalam dokumen aturan resmi, FIFA menegaskan proses penilaian dilakukan setelah masa voting ditutup.

Voting publik untuk FIFA Puskas Award 2025 dibuka mulai 13 November 2025 dan berlangsung hingga 3 Desember 2025 pukul 23.59 CET. Artinya, seluruh hitungan suara yang beredar sebelum tanggal tersebut bukanlah hasil resmi.

Dalam mekanisme resminya, FIFA menempatkan penggemar dan panel FIFA Legends dalam porsi yang sama.

Kedua kelompok voter ini masing-masing menyumbang setengah dari total penilaian, terlepas dari jumlah pemilih yang berpartisipasi.

Setiap pemilih berhak menominasikan tiga gol dari daftar 11 kandidat yang dirilis FIFA.com. Poin diberikan secara berjenjang, yaitu lima poin untuk pilihan pertama, tiga poin untuk pilihan kedua, dan satu poin untuk pilihan ketiga.

Setelah seluruh suara masuk, FIFA akan mengonversi hasil tersebut ke dalam sistem skor grup. Peringkat pertama di masing-masing kelompok voter mendapat 13 poin, sementara peringkat terakhir memperoleh satu poin.

Proses penghitungan ini menunjukkan angka pemilih terbesar tidak otomatis menjamin kemenangan. Penilaian akhir tetap ditentukan oleh hasil konversi skor dari dua kelompok voter yang memiliki bobot sama.

Jika terjadi hasil imbang pada peringkat pertama, FIFA sudah menyiapkan sejumlah langkah penentu.

Poin terbanyak dari fans menjadi faktor utama, kemudian jumlah nilai lima poin dan tiga poin dari kelompok fans ikut menjadi penentu berikutnya.

Apabila masih imbang, suara dari panel FIFA Legends menjadi tiebreaker. Jika semua langkah tersebut tetap menghasilkan hasil sama, para pencetak gol yang terikat diputuskan sebagai pemenang bersama.

Aturan lain dalam dokumen FIFA juga menunjukkan organisasi tersebut berhak membatalkan suara tertentu. FIFA dapat menghapus voting dari anggota juri jika ditemukan unsur ketidakwajaran atau tindakan tidak etis.

Proses ini menegaskan FIFA tidak serta-merta merilis hasil secara terbuka selama voting masih berlangsung. Penghitungan final dilakukan secara tertutup dan baru diumumkan setelah periode voting selesai.

Dengan mekanisme seketat ini, angka-angka yang tersebar di media sosial sulit dipastikan validitasnya. Tidak ada publikasi resmi yang menunjukkan perolehan suara sementara untuk setiap kandidat.

Antusiasme publik Indonesia terhadap Ridho memang sangat besar dan itu terlihat dari ramainya kampanye dukungan di berbagai platform.

Namun, kebenaran data tetap harus mengacu pada rilis resmi yang hanya akan keluar dari FIFA.com.

Sampai saat ini, informasi paling sahih tetap menyatakan voting masih berlangsung dan belum ada hasil resmi. Pendukung Ridho masih punya waktu hingga 3 Desember 2025 untuk memberikan suara di akun resmi FIFA.

Cek fakta ini menunjukkan pentingnya berhati-hati dalam menerima klaim hasil voting yang beredar. Verifikasi tetap perlu dilakukan agar informasi yang dikonsumsi publik tidak menyesatkan.

Dengan pemahaman yang lebih jelas soal mekanisme pemilihan, publik dapat mengikuti perkembangan secara lebih bijak.

Hingga mendekati penutupan voting, satu-satunya langkah valid adalah terus memantau kanal resmi FIFA dan tetap memberikan dukungan sesuai aturan yang berlaku.

EDITOR: Edi Yulianto