JawaPos.com — Perubahan strategi Marcos Santos mulai membuahkan hasil positif bagi Arema FC. Tiga pemain lokal yang sebelumnya jarang tampil kini menjelma jadi tumpuan baru Singo Edan jelang derbi panas kontra Persebaya Surabaya.
Nama-nama seperti Anwar Rifai, Rifad Marasabessy, dan Salim Tuharea kini kembali mencuri perhatian publik Malang.
Mereka bukan sekadar pelengkap latihan, tapi kini menjadi bagian penting dari rencana besar Marcos untuk membangkitkan Arema FC di Super League 2025/2026.
Perombakan susunan pemain dilakukan setelah kekalahan menyakitkan dari Borneo FC. Keputusan berani pelatih asal Brasil itu membuka jalan bagi tiga penggawa lokal untuk membuktikan kemampuan mereka di lapangan.
Anwar Rifai menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dari trio tersebut.
Dalam dua laga terakhir melawan Semen Padang dan Persija Jakarta, dia tampil selama 103 menit, peningkatan signifikan dari empat laga sebelumnya yang hanya memberinya 34 menit bermain.
Rifai menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam menjaga lini belakang.
Ketika diberi kesempatan tampil sejak awal melawan Persija, dia mampu mengimbangi permainan cepat Macan Kemayoran dengan disiplin dan kerja keras tanpa kompromi.
Sementara itu, Rifad Marasabessy juga tampil meyakinkan dengan catatan 121 menit bermain dalam dua pertandingan terakhir. Ia berhasil mengisi kekosongan peran Bayu Setiawan yang harus absen karena hukuman larangan bertanding.
Rifad tidak hanya solid di pertahanan, tetapi juga aktif membantu serangan dari sisi sayap. Mobilitas tinggi dan keberaniannya melakukan overlap memberi warna baru dalam pola permainan Arema yang sebelumnya cenderung kaku.
Salim Tuharea pun tak mau kalah dalam menarik perhatian. Pemain yang dikenal punya kecepatan dan dribel lincah itu tampil 144 menit di dua laga terakhir dan selalu masuk dalam daftar starting eleven.
Pergerakan Salim kerap merepotkan lawan karena mampu membuka ruang bagi rekan setim. Ia menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam duel satu lawan satu, menjadikannya salah satu senjata rahasia Arema jelang derbi Jatim.
Marcos Santos menegaskan, setiap pemain yang turun ke lapangan dipilih berdasarkan kesiapan fisik dan taktik. Ia tidak pernah menentukan starter hanya dari nama besar, tapi dari kerja keras dan pemahaman strategi saat latihan.
Menurut Marcos, ketiganya menunjukkan perkembangan positif dalam waktu singkat. Mereka tampil disiplin, tangguh, dan terus menunjukkan semangat untuk belajar demi mengamankan posisi di tim utama.
“Kami selalu menurunkan pemain-pemain terbaik di lapangan,” tegas Marcos.
Ia menilai ketiga pemain lokal itu pantas mendapat menit bermain lebih karena etos kerja dan komitmen mereka selama latihan.
Pelatih berusia 46 tahun itu juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi. Ia tidak ingin Rifai, Rifad, dan Salim cepat puas dengan kesempatan yang kini mereka dapatkan.
“Itu juga berlaku untuk semua pemain lainnya.”
Menurutnya, performa bagus harus diikuti dengan mental tangguh dan kesiapan menghadapi tekanan laga besar. Derbi Jawa Timur melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mereka untuk membuktikan kualitas.
Marcos menyebut tidak ada pemain istimewa di timnya. Semua punya peluang yang sama selama mau bekerja keras dan tidak mudah menyerah demi kepentingan tim.
Di sisi lain, Anwar Rifai merasa bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Namun ia menegaskan belum puas dengan pencapaiannya karena tim masih belum mampu meraih kemenangan di laga kandang terakhir.
“Saya hanya perlu bekerja keras selama latihan maupun pertandingan. Untuk urusan dipilih atau tidak itu tergantung pelatih,” kata Rifai dengan nada rendah hati.
Pernyataan itu mencerminkan semangat yang diinginkan Marcos dari seluruh skuadnya. Tidak ada ruang untuk rasa puas diri, hanya tekad untuk terus berkembang demi hasil maksimal di laga berikutnya.
Performa apik tiga pemain lokal ini memberi angin segar bagi Arema FC yang tengah berusaha bangkit dari inkonsistensi.
Kombinasi semangat muda dan pengalaman mereka diyakini bisa menjadi pembeda dalam duel panas melawan Persebaya Surabaya.
Bagi Persebaya Surabaya, kehadiran trio lokal pride Arema jelas bukan kabar baik. Mereka tampil dengan motivasi tinggi dan dukungan penuh Aremania yang menuntut hasil positif di Stadion Gelora Bung Tomo.
Derbi Jawa Timur pada Sabtu (22/11/2025) dipastikan berlangsung panas dan sarat gengsi. Arema datang dengan wajah baru, semangat baru, dan tiga pemain lokal yang siap memberi ancaman nyata bagi rival abadinya.
Jika konsistensi mereka terjaga, bukan tidak mungkin trio lokal kebanggaan Malang ini akan terus jadi andalan Marcos Santos di sisa musim.
Persebaya Surabaya harus bersiap menghadapi kebangkitan Singo Edan yang kali ini datang dari darah muda sendiri.