JawaPos.com—Ong Kim Swee menegaskan Persik Kediri tidak boleh tampil setengah hati saat menghadapi Persebaya Surabaya pada pekan ke-12 Super League 2025/2026.
Pelatih asal Malaysia tersebut tak ingin timnya menanggung malu dalam laga yang berstatus kandang tetapi digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik. Situasi ini memang terasa janggal bagi Macan Putih karena mereka terbiasa mendapatkan dukungan penuh di Stadion Brawijaya Kota Kediri.
Namun kondisi tersebut harus diterima karena Persik tetap membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Persik saat ini berada di peringkat kesebelas dan masih terpaut tipis dari Persebaya yang menghuni posisi di atas mereka. Kemenangan menjadi penting karena laga ini bukan hanya soal gengsi Jawa Timur, tetapi juga momentum pemulihan setelah kekalahan yang menyakitkan pada pekan sebelumnya.
Pada laga terakhir, Persik harus menyerah 1-2 dari PSIM Jogjakarta, hasil yang membuat kepercayaan diri tim sempat tertekan. Sementara itu, Persebaya datang dengan mental bagus setelah mengalahkan Persis Solo dengan skor serupa.
Ong Kim Swee menegaskan para pemain harus belajar dari kesalahan, terutama terkait kartu merah yang memengaruhi situasi pertandingan sebelumnya. Dia menilai, kehilangan fokus di momen krusial tak boleh terulang jika Persik ingin merebut kemenangan.
“Pemain harus bangkit kembali setelah kekalahan dari PSIM Jogjakarta. Kita tidak boleh kebobolan terlebih dahulu karena hal itu akan memberikan tekanan besar bagi tim,” ujar Ong menegaskan.
Dia menekankan para pemain wajib fokus sejak menit pertama hingga peluit akhir. Setiap detail kecil dalam permainan harus diperhatikan karena Persebaya memiliki kualitas yang mampu menghukum kesalahan apa pun.
Ong juga melihat laga ini sebagai titik balik penting dalam perjalanan Persik musim ini. Posisi yang belum ideal di klasemen memaksa mereka meraih poin penuh, terutama karena status pertandingan masih dianggap sebagai kandang.
“Posisi kita sekarang bukanlah posisi yang bagus. Kita harus mulai mendapatkan poin-poin penting,” ucap dia lagi dengan nada tegas.
Meski atmosfer di Gresik mungkin tidak semeriah di Brawijaya, Persikmania dipastikan tetap hadir memberikan dukungan. Dukungan suporter menjadi faktor yang diyakini bisa menambah motivasi dan rasa percaya diri para pemain.
Ong menyebut para pemainnya saat ini sudah memiliki kepercayaan diri yang lebih baik meski hasil terakhir belum memuaskan. Dia ingin semangat tersebut diiringi dengan konsistensi dan determinasi dalam setiap pertandingan di lapangan.
“Kita tidak boleh kehilangan keyakinan. Kita harus memberikan tekanan kepada mereka sejak awal,” tandas Ong Kim Swee.
Secara psikologis, laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Persik butuh pembuktian kekalahan sebelumnya hanyalah batu sandungan, bukan tanda kemunduran performa. Tekanan akan semakin besar jika Macan Putih kembali kehilangan poin.
Karena itu, karakter dan mentalitas bertanding menjadi aspek utama yang sedang ditekankan Ong di sesi latihan terakhir. Persebaya tentu bukan lawan mudah, tetapi kondisi dua tim yang berdekatan di klasemen membuat laga ini diprediksi berlangsung ketat.
Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan untuk memperbaiki posisi dan menjaga momentum persaingan di papan tengah. Pertarungan lini tengah diperkirakan menjadi kunci karena kedua tim memiliki karakter permainan yang agresif.
Persik perlu memastikan transisi bertahan tetap solid agar tidak terkena serangan balik cepat Persebaya. Ezra Walian dan rekan-rekannya di lini serang dituntut tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.
Efisiensi penyelesaian akhir bisa menjadi pembeda jika laga berjalan ketat dan penuh tekanan. Macan Putih kini berada dalam fase yang menuntut kedewasaan permainan dan stabilitas mental.
Laga kandang beraroma tandang ini menjadi ujian untuk mengetahui seberapa jauh Persik siap berkompetisi secara konsisten di level teratas. Kemenangan bukan hanya memberi tambahan poin, tetapi juga menyuntikkan rasa percaya diri besar untuk laga-laga berikutnya.
Karena itu, semua mata Persikmania akan tertuju pada bagaimana Ong Kim Swee meramu strategi terbaik untuk menjinakkan Persebaya. Dengan semua tekanan dan tuntutan yang menyertai, inilah saatnya Persik membuktikan mereka tidak sekadar bertanding, tetapi berjuang untuk harga diri dan kebanggaan.
Gresik mungkin bukan rumah, tetapi Macan Putih harus membuatnya terasa seperti kandang sendiri.