← Beranda
Kesayangan Eduardo Perez! 4 Pemain Persebaya Surabaya Tembus 600 Menit, Salah Satunya Arief Catur Pamungkas
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 19 Oktober 2025 | 19.13 WIB
Arief Catur Pamungkas jadi salah satu pemain kesayangan Eduardo Perez di Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
 

JawaPos.com — Empat pemain Persebaya Surabaya menjadi tumpuan utama pelatih Eduardo Perez di ajang Super League 2025/2026. Mereka adalah Bruno Moreira, Ernando Ari, Arief Catur, dan Dime Dimov yang sudah menembus lebih dari 600 menit bermain hingga pekan kesembilan.

Keempat pemain ini seolah tak tergantikan di skuad Green Force. Ketika Persebaya Surabaya mengalami naik turun performa, mereka tetap dipercaya tampil penuh di hampir setiap pertandingan.

Arief Catur menjadi pemain dengan menit bermain tertinggi sejauh ini, yakni 635 menit. Bek tangguh asal Indonesia itu selalu jadi pilihan utama di lini belakang dan tampil konsisten menjaga kedisiplinan pertahanan tim.

Tak kalah impresif, Bruno Moreira juga mencatat 630 menit bermain.

Winger asal Brasil tersebut menjadi motor serangan utama Persebaya Surabaya dengan kecepatan dan kemampuan melewati lawan yang kerap merepotkan pertahanan lawan.

Di bawah mistar, Ernando Ari tampil solid dengan jumlah menit bermain yang sama, 630 menit. Kiper muda timnas Indonesia ini terus menjadi andalan berkat refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola yang semakin matang.

Sementara Dime Dimov, bek asal Bulgaria, juga menunjukkan kontribusi penting dengan torehan 610 menit bermain.

Duetnya bersama Arief Catur sering menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus lawan, meski hasil pertandingan belum selalu berpihak pada Persebaya Surabaya.

Empat pemain ini layak disebut sebagai “kesayangan” Eduardo Perez di musim ini. Dalam sembilan laga yang sudah dijalani, mereka hampir selalu mengisi daftar starting eleven dan jarang sekali diganti.

Kepercayaan besar dari sang pelatih tidak datang tanpa alasan. Eduardo Perez dikenal sebagai pelatih yang menuntut disiplin dan konsistensi, dua hal yang terlihat jelas dalam permainan keempat pemain tersebut.

Mereka tampil stabil bahkan ketika tim sedang berada dalam tekanan. Saat Persebaya Surabaya tertinggal, keempatnya tetap memperlihatkan mental baja dan terus berjuang hingga peluit akhir.

Laga terakhir melawan Persija Jakarta menjadi bukti lain betapa pentingnya mereka bagi Green Force.

Meski Persebaya Surabaya kalah 1-3 di kandang sendiri, performa empat pemain tersebut tetap menonjol dan menunjukkan karakter pantang menyerah.

Ernando Ari beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang, termasuk menepis tembakan keras Rizky Ridho di menit ke-51. Aksinya menjaga gawang membuat Persebaya Surabaya tetap memiliki peluang bangkit hingga akhir laga.

Di lini belakang, Arief Catur memang sempat membuat pelanggaran yang berujung penalti, namun secara keseluruhan ia tampil lugas dan tak kenal kompromi.

Bersama Dimov, ia berusaha keras menahan gempuran lini depan Persija yang tampil tajam sejak babak pertama.

Sementara itu, Bruno Moreira terus menjadi motor serangan meski minim ruang gerak. Ia beberapa kali membuka peluang lewat pergerakan tanpa bola dan umpan silang yang berbahaya.

Eduardo Perez terlihat tetap percaya pada kerangka tim yang ia bangun sejak awal musim. Ia lebih memilih menjaga kontinuitas permainan dengan mempertahankan pemain-pemain inti agar chemistry di lapangan tetap terjaga.

Empat pemain andalannya menjadi tulang punggung dalam setiap skema permainan yang diterapkan.

Baik saat Persebaya Surabaya bermain menyerang maupun bertahan, mereka selalu menjadi elemen kunci di setiap transisi permainan.

Dalam sembilan laga, Persebaya Surabaya mengoleksi 10 poin dan menempati posisi ketujuh klasemen sementara.

Meski hasil itu belum maksimal, kestabilan menit bermain empat pemain ini memberi sinyal positif bagi perjalanan tim ke depan.

Eduardo Perez diyakini masih akan mengandalkan mereka untuk memperbaiki posisi Persebaya Surabaya di tabel klasemen.

Konsistensi menjadi modal utama untuk kembali bersaing di papan atas dan mengembalikan kepercayaan publik Surabaya.

Bagi Bruno Moreira, Ernando Ari, Arief Catur, dan Dime Dimov, kepercayaan besar dari pelatih adalah tanggung jawab besar.

Mereka tak hanya menjaga performa pribadi, tetapi juga menjadi contoh profesionalisme bagi rekan setimnya.

Empat nama itu kini identik dengan era baru Persebaya Surabaya di bawah tangan dingin Eduardo Perez.

Dengan total menit bermain yang impresif, mereka menjadi simbol loyalitas, kerja keras, dan kepercayaan tanpa batas dari sang pelatih.

Persebaya Surabaya memang masih berproses, namun fondasi tim tampak mulai terbentuk.

Jika empat pemain andalan ini terus menjaga performa dan kebugaran, bukan tak mungkin Green Force segera kembali ke jalur kemenangan.

Musim masih panjang, dan kesempatan memperbaiki posisi tetap terbuka lebar.

Dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman, ditambah sentuhan taktik Eduardo Perez, Persebaya Surabaya punya modal kuat untuk bangkit di paruh kedua kompetisi.

Keempat pemain ini kini bukan sekadar pilar utama, melainkan wajah perjuangan Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026.

Mereka adalah kesayangan Eduardo Perez yang tak tergantikan, dan mungkin pula, kunci kebangkitan Green Force menuju puncak klasemen.

EDITOR: Edi Yulianto