← Beranda

8 Pemain Persebaya Surabaya dengan Rating Terburuk! Dime Dimov dan Rizky Dwi Masih Jauh dari Harapan

Moch. Rizky Pratama PutraSabtu, 9 Agustus 2025 | 15.28 WIB
Performa Dime Dimov di Persebaya Surabaya masih jauh dari hadapan usai dipermalukan PSIM Yogyakarta. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan menyakitkan di kandang sendiri setelah dipermalukan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 0-1 pada laga pembuka Super League 2025/2026. Gol tunggal Norberto Ezequiel Vidal di menit ke-92 membungkam puluhan ribu Bonek yang memadati Stadion Gelora Bung Tomo, Jumat malam (8/8/2025).

Meski tampil menyerang sejak awal, skuad asuhan Eduardo Perez gagal memanfaatkan sederet peluang emas yang tercipta di babak pertama.

Sementara PSIM yang bermain lebih efektif justru mampu mencuri tiga poin lewat serangan jelang laga berakhir.

Hasil ini membuat Persebaya Surabaya terpuruk di dasar klasemen sementara dengan raihan nol poin. Sebaliknya, PSIM langsung melesat ke posisi kedua dengan koleksi tiga poin dari satu laga.

Di balik kekalahan ini, performa beberapa pemain Persebaya Surabaya jauh dari ekspektasi. Tercatat ada delapan nama yang memperoleh rating terendah dan menjadi sorotan tajam.

Nama pertama adalah Kadek Raditya yang masuk menggantikan Toni Firmansyah pada menit ke-58.

Bek serba bisa ini hanya meraih rating 6,2 yang menjadi nilai terendah di skuad, tampil kurang solid dan gagal menambah kekuatan lini belakang.

Rizky Dwi Pangestu juga belum mampu memberi dampak positif saat masuk pada menit ke-76 menggantikan Mihailo Perovic. Striker lokal ini hanya mendapatkan rating 6,4 karena minim kontribusi dalam menciptakan peluang.

Selain dua pemain tersebut, Gali Freitas yang masuk pada menit ke-76 menggantikan Malik Risaldi juga tampil di bawah standar.

Pemain asal Timor Leste itu memperoleh rating 6,5 karena tidak mampu berbuat banyak mengubah arah permainan meski punya kecepatan.

Mihailo Perovic yang tampil sejak awal juga masuk daftar delapan pemain dengan rating terburuk.

Pemain asing asal Montenegro ini mendapatkan rating 6,6 setelah kesulitan menembus pertahanan rapat PSIM dan jarang mendapat suplai bola matang.

Toni Firmansyah yang biasanya menjadi motor serangan Persebaya Surabaya juga tak dalam performa terbaiknya.

Gelandang muda ini mengantongi rating 6,7 karena akurasi umpannya kerap meleset dan mudah kehilangan bola di lini tengah.

Milos Raickovic, gelandang asing anyar Persebaya Surabaya, masih belum nyetel dengan ritme permainan tim. Ia hanya mendapat rating 6,7 setelah gagal mengonversi peluang emas lewat sundulan di babak pertama.

Bek tengah Dime Dimov pun masuk dalam daftar ini dengan rating 6,7. Pemain asal Makedonia Utara tersebut beberapa kali kalah duel udara dan kurang cepat menutup ruang lawan di momen-momen krusial.

Arief Catur Pamungkas menjadi nama terakhir dari daftar delapan pemain dengan performa terburuk kali ini.

Meski mencatat rating 6,8, bek sayap ini terlihat kesulitan menghadapi tekanan sayap PSIM dan minim kontribusi serangan.

Sebaliknya, ada beberapa pemain yang sebenarnya tampil cukup baik meski tim kalah. Risto Mitrevski menjadi pemain dengan rating tertinggi 7,6, diikuti Bruno Moreira 7,5, dan Malik Risaldi 7,4.

Sayangnya, penampilan apik beberapa pemain tidak cukup menutupi rapuhnya koordinasi di lini belakang dan tumpulnya lini depan. Persebaya Surabaya terlihat kehilangan kreativitas setelah pergantian pemain di babak kedua.

Pelatih Eduardo Perez tentu harus segera mencari solusi sebelum laga tandang melawan Persita Tangerang, Sabtu (16/8/2025) mendatang. Jika tidak, posisi Persebaya Surabaya di papan bawah bisa makin terpuruk sejak awal musim.

Para penggawa Persebaya Surabaya dituntut untuk bangkit dan menunjukkan permainan terbaik mereka. Dukungan Bonek yang selalu penuh di stadion harus dibayar dengan performa yang pantas dibanggakan.

Kekalahan ini menjadi sinyal keras bagi manajemen dan tim pelatih. Delapan pemain yang tampil di bawah standar harus segera melakukan evaluasi agar tidak kembali menjadi titik lemah di pertandingan berikutnya.

Di level kompetisi setinggi Super League, margin kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Terutama bagi klub sebesar Persebaya Surabaya yang memiliki target tinggi untuk bersaing di papan atas.

Persebaya Surabaya harus kembali mengasah penyelesaian akhir dan meningkatkan konsentrasi hingga menit terakhir. Gol Vidal di injury time membuktikan fokus penuh selama 90 menit plus tambahan waktu adalah harga mati.

PSIM sendiri layak mendapat pujian karena bermain disiplin dan memanfaatkan peluang secara maksimal. Kemenangan tandang ini akan menjadi modal berharga mereka saat menjamu Arema FC pekan depan.

Bagi Persebaya Surabaya, laga kontra Persita akan menjadi ujian mental yang sesungguhnya.

Delapan pemain dengan rating terburuk kali ini, termasuk Kadek Raditya dan Rizky Dwi, punya kesempatan untuk membuktikan mereka layak membela Green Force.

Kebangkitan di pekan kedua bisa mengubah arah perjalanan musim ini. Namun, jika kembali tampil di bawah standar, tekanan dari suporter dan publik Surabaya bisa makin besar.

Musim masih panjang, tapi setiap poin sangat berarti di persaingan ketat Super League. Kini semua mata tertuju pada Persebaya Surabaya, menunggu apakah tim kebanggaan Kota Pahlawan mampu bangkit dari keterpurukan awal musim.

Rating pemain Persebaya Surabaya berdasarkan data Sofascore:

Starting XI:
Ernando Ari 7.2
Arief Catur 6.8
Dime Dimov 6.7
Risto Mitrevski 7.6
Dejan Tumbas 7.2
Milos Raickovic 6.7
Toni Firmansyah 6.7
Bruno Moreira 7.5
Malik Risaldi 7.4
Francisco Rivera 7.3
Mihailo Perovic 6.6

Pemain Pengganti:
Kadek Raditya 6.2
Gali Freitas 6.5
Rizky Dwi 6.4

EDITOR: Banu Adikara