JawaPos.com — Persebaya Surabaya akhirnya merilis daftar resmi skuad untuk mengarungi Super League 2025/2026 di bawah arahan pelatih Eduardo Perez. Lima pemain bintang resmi bergabung, sementara 12 nama dicoret dari skuad utama.
Reformasi besar-besaran ini menandai era baru Green Force menjelang kick-off super League 2025/2026 pada Agustus mendatang. Langkah ini dilakukan sebagai respons dari hasil kurang memuaskan musim lalu dan keinginan membentuk tim yang lebih kompetitif.
Lima pemain anyar langsung mencuri perhatian karena kualitas dan pengalaman yang mereka miliki di level domestik maupun internasional.
Nama-nama seperti Rachmat Irianto hingga bek asing Risto Mitrevski dipastikan jadi tulang punggung Persebaya Surabaya musim ini.
Rachmat Irianto kembali ke tim lamanya sebagai gelandang bertahan, usai merantau ke Persib Bandung dan membawa ulang 2 gelar juara liga. Kehadirannya membawa stabilitas dan mental juara di lini tengah Persebaya Surabaya.
Sementara itu, Milos Raickovic asal Montenegro dipercaya untuk mengatur tempo permainan dari lini tengah. Ia dikenal sebagai pemain kreatif yang bisa menciptakan peluang sekaligus bertahan dengan baik.
Di sektor sayap, Persebaya Surabaya kedatangan Gali Freitas, pemain asal Timor Leste yang tampil eksplosif dan punya kecepatan tinggi. Ia akan menambah opsi serangan dari sisi kiri dan menjadi ancaman bagi lini belakang lawan.
Lini pertahanan juga diperkuat dengan hadirnya Risto Mitrevski, bek tengah asal Makedonia Utara. Mitrevski dikenal tangguh dalam duel udara dan menjadi pemimpin di jantung pertahanan.
Nama terakhir dalam daftar rekrutan baru adalah Koko Ari, bek kanan enerjik yang kembali berseragam hijau setelah sempat hengkang. Koko dikenal sebagai bek modern dengan kemampuan menyerang yang kuat dari sisi sayap.
Lepas 12 Pemain, Termasuk Ze Valente dan Flavio Silva
Masuknya lima nama baru juga dibarengi dengan dilepasnya 12 pemain yang sebelumnya menghuni skuad utama persebaya Suurabaya. Perubahan besar ini menunjukkan keseriusan manajemen dalam membentuk tim yang lebih solid.
Nama-nama yang dicoret antara lain Ze Valente (usai dipinjam Persik Kediri) dan Kasim Botan, yang sama-sama hengkang ke PSIM. Selain itu, Slavko Damjanovic juga dilepas ke Bhayangkara FC.
Flavio Silva, striker andalan Persebaya Surabaya musim lalu, secara mengejutkan pindah ke klub Afrika Selatan, Kaizer Chiefs. Sementara itu, Aditya Arya bergabung dengan PSPS untuk mencari menit bermain lebih banyak.
Beberapa pemain lainnya dilepas karena kontrak berakhir atau tidak diperpanjang, seperti Mohammed Rashid, Gilson Costa, dan Andre Oktaviansyah. Ketiganya saat ini berstatus tanpa klub dan belum diumumkan ke mana akan melanjutkan karir.
Ardi Idrus pun kembali ke klub asalnya setelah masa peminjaman berakhir. Sementara nama-nama seperti Riswan Lauhin, Muhammad Hidayat, dan Lalu Rizki juga tidak masuk dalam rencana tim musim ini.
Dengan komposisi pemain baru dan racikan taktik Eduardo Perez, Persebaya Surabaya memasuki musim baru dengan semangat baru. Keseimbangan antara pemain muda dan senior menjadi fokus utama dalam pembentukan tim.
Skuad musim ini tetap akan dikawal Ernando Ari di bawah mistar, dibantu Andhika Ramadhani dan Miftakhul Yunan. Kehadiran tiga kiper ini menandakan persaingan sehat di sektor penjaga gawang.
Lini pertahanan selain diperkuat Mitrevski dan Koko Ari, juga diisi nama-nama seperti Dime Dimov, Kadek Raditya, dan Mikael Tata. Perpaduan pemain lokal dan asing membuat sektor ini diprediksi akan lebih solid.
Di lini tengah, selain Rachmat Irianto dan Raickovic, juga masih ada Toni Firmansyah, Risky Dwiyan, dan Francisco Rivera. Komposisi ini menjanjikan kreativitas sekaligus kekuatan bertahan.
Untuk lini depan, Persebaya Surabaya tetap mengandalkan Bruno Moreira, Malik Risaldi, dan Widi Syarief yang tampil konsisten musim lalu. Ditambah Gali Freitas dan Oktafianus Fernando, lini depan tampak menjanjikan.
Nama-nama muda seperti Dzakwan Javier, Alfan Suaib, Dejan Tumbas, dan Risky Dwi juga masuk skuad utama dan siap memberi kejutan. Rotasi akan menjadi kunci Eduardo Perez dalam menjaga kebugaran skuad sepanjang musim.
Sementara itu, rumor transfer masih mengaitkan Persebaya Surabaya dengan dua nama potensial yang disebut-sebut akan segera diumumkan. Salah satunya adalah kiper lokal, Muhammad Darmawan dari Persita Tangerang.
Darmawan dikabarkan sudah tidak mengikuti sesi latihan Persita dan tinggal menunggu waktu diumumkan secara resmi. Ia berusia 23 tahun dan merupakan jebolan Persita Academy.
Dengan tinggi 1,82 meter dan nilai pasarnya Rp 434 juta, Darmawan dinilai sebagai pelapis ideal untuk Ernando Ari. Jika resmi bergabung, sektor penjaga gawang Persebaya Surabaya akan makin kompetitif.
Selain itu, rumor paling panas datang dari Montenegro, yakni Mihailo Perovic. Striker 28 tahun ini dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal dengan Persebaya Surabaya.
Perovic musim lalu mencetak 16 gol dari 35 laga bersama FK Jezero, klub kasta utama Montenegro. Ia juga bisa dimainkan sebagai sayap kanan dan memiliki nilai pasar sekitar Rp 4,35 miliar.
Jika transfer ini diresmikan, Perovic bisa menjadi tandem ideal Bruno di lini depan dan menambah daya gedor tim. Ia juga membawa pengalaman juara dari berbagai liga Eropa Timur yang pernah dibelanya.
Persebaya Surabaya kini tinggal menunggu finalisasi kontrak dari dua nama tersebut untuk menutup jendela transfer dengan manis. Musim ini akan jadi pembuktian besar bagi Eduardo Perez bersama skuad barunya.
Pemain Masuk: Rachmat Irianto, Milos Raickovic, Gali Freitas, Risto Mitrevski, Koko Ari
Pemain Keluar: Ze Valente, Slavko Damjanovic, Kasim Botan, Aditya Arya, Flavio Silva, Mohammed Rashid, Gilson Costa, Riswan Lauhin, Andre Oktaviansyah, Muhammad Hidayat, Lalu Rizki, Ardi Idrus
Kiper: Ernando Ari, Andhika Ramadhani, Miftakhul Yunan
Bek: Dime Dimov, Kadek Raditya, Risto Mitrevski, Randy May, Roy Ivansyah, Mikael Tata, Koko Ari, Arief Catur
Tengah: Rachmat Irianto, Risky Dwiyan, Milos Raickovic, Toni Firmansyah, Francisco Rivera
Depan: Bruno Moreira, Gali Freitas, Widi Syarief, Dzakwan Javier, Malik Risaldi, Oktafianus Fernando, Alfan Suaib, Dejan Tumbas, Risky Dwi