JawaPos.com - Sepak bola nasional kembali ditinggal oleh salah satu sosok terbaik di negeri ini. Legenda sepak bola Indonesia, Zulkarnain Lubis meninggal dunia pada Jumat (11/5) sekitar pukul 7.45 WIB di Rumah Sakit Pertamina Pali, Sumatera Selatan.
Atas kabar duka ini, PSSI melalui Plt Ketua Umum Joko Driyono menyampaikan duka yang mendalam. Bagaimanapun, perjuangan almarhum di masa aktif punya peran besar dalam mengembangkan sepak bola nasional.
"PSSI dan Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik yang pernah dimiliki oleh bangsa kita dalam hal sepak bola. Perjuangan dan semangat beliau untuk memajukan sepak bola Indonesia akan kami teruskan," ucap Jokdri di laman resmi PSSI.
Andalan Timnas Indonesia di era 1980-an ini meninggal di usia 59 tahun. Beliau merupakan suami dari anggota Komite Eksekutif PSSI, Papat Yunisal. Rencananya, mendiang akan dimakamkan hari ini di Binjai, Sumatera Utara.
Saat masih aktif, Zulkarnain pernah memperkuat sejumlah klub elite Galatama dan Perserikatan. Antara lain PSMS Medan (1979-80), Mercu Buana (1980-83), Yanita Utama (1983-85), Krama Yudha Tiga Berlian (1985-89), Petrokimia Putra (1989-90), dan PSM Makassar (1997).
Salah satu prestasi yang sempat diukir pemain yang dijuluki Maradona dari Indonesia ini adalah ketika nyaris membawa Tim Merah Putih menembus Piala Dunia 1986. Saat itu Tim Garuda menjadi juara Grup 3 B dan bertemu Korea Selatan di babak penyisihan kedua.
Sayang, usaha Zulkarnain Lubis dan kolega harus terhenti di babak ini. Timnas Merah Putih kalah dengan agregat 1-6 dalam dua pertemuan.