← Beranda

Dafa Al Gasemi, Tembok Garuda Muda: Pasang Surut sang Kiper yang Antar Timnas Indonesia ke Piala Dunia U-17

Moch. Rizky Pratama PutraSelasa, 8 April 2025 | 18.51 WIB
Skuad Timnas Indonesia U-17. Sumber foto: (Dok. Timnas Indonesia)
 

JawaPos.com — Kisah perjuangan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025 tak hanya soal gol-gol indah dan kemenangan telak. Di balik gemuruh kemenangan atas Korea Selatan dan Yaman, ada sosok sunyi bernama Dafa Al Gasemi yang berdiri kukuh di bawah mistar.

Kiper muda asal Elite Pro Academy Dewa United ini mencuri perhatian saat dipercaya tampil sebagai starter menghadapi Korea Selatan.

Dalam laga sarat tekanan itu, Dafa menunjukkan kedewasaan di luar usianya dan sukses membawa Indonesia menang 1-0.

Tiga penyelamatan penting ia lakukan, termasuk satu penyelamatan gemilang di menit akhir yang menghindarkan Indonesia dari kebobolan.

Hasil itu tak hanya membuat Indonesia meraih tiga poin perdana, tapi juga menjadi fondasi kepercayaan diri menghadapi laga selanjutnya.

Di laga kedua kontra Yaman, Nova Arianto kembali mempercayakan posisi kiper utama kepada Dafa.

Meski kebobolan satu gol melalui titik penalti, performa Dafa tetap solid dan menunjukkan kematangan sebagai penjaga gawang muda masa depan.

Pertandingan yang berlangsung Senin (7/4/2025) malam di Stadion Prince Abdullah Al Faisal itu berakhir manis dengan skor 4-1 untuk Indonesia.

Garuda Asia tampil menggila dengan empat gol dari Zahaby Gholy, Fadly Alberto, dan brace Evandra Florasta.

Dafa memang tak mencetak gol, namun perannya begitu krusial menjaga ritme dan ketenangan tim dari lini belakang.

Kepercayaan Nova Arianto kepada Dafa bukan tanpa alasan karena sang pelatih telah lama memantau perkembangannya di EPA Liga 1.

Meski masih berusia belia, Dafa sudah didaftarkan sebagai bagian dari skuat senior Dewa United untuk musim Liga 1 Indonesia 2024/25.

Ia rutin mengikuti latihan bersama tim utama dan berlatih langsung di bawah pengawasan pelatih kiper Dewa United.

Latihan bersama Sonny Stevens yang merupakan kiper utama tim senior menjadi modal berharga bagi Dafa.

Bahkan, setiap sesi latihan, ia harus siap menghadapi tembakan dari pemain-pemain bintang seperti Egy Maulana Vikri, Alex Martins, dan Jaja.

Situasi itu membuat Dafa terbiasa dengan tekanan dan kecepatan bola level tertinggi. Hal ini yang membentuk refleks dan ketangguhannya saat membela Timnas Indonesia U-17 di level kompetisi internasional.

Perjalanan Dafa bersama Garuda Muda tak selalu mulus, namun penuh dedikasi dan kerja keras. Ia bukan kiper paling populer di awal pemusatan latihan, tapi membuktikan kualitasnya dengan aksi nyata di lapangan.

Kepercayaan Nova bukan karena nama besar, tetapi karena kemampuannya menjaga konsentrasi dan ketenangan dalam laga krusial.

Kala tensi tinggi melanda laga melawan Korea, Dafa justru tampil tenang dan disiplin menjaga gawang tetap steril.

Kemenangan 1-0 atas Korea Selatan jadi tonggak kebangkitan Garuda Asia di turnamen Piala Asia U-17.

Bukan hanya kemenangan biasa, tetapi kemenangan penuh makna karena didapat dari tim raksasa Asia yang punya sejarah panjang di kompetisi junior.

Dafa tahu betul menjadi penjaga gawang berarti harus siap disorot saat melakukan kesalahan dan dilupakan saat tampil sempurna.

Namun ia tetap konsisten bekerja keras dan terus meningkatkan kualitas dirinya di setiap latihan dan pertandingan.

Setelah kemenangan atas Korea, laga kontra Yaman jadi momen pembuktian lanjutan. Meski kebobolan satu gol dari penalti, Dafa tetap menunjukkan karakter kuat dan tidak terpengaruh oleh tekanan.

Indonesia unggul cepat 2-0 di babak pertama lewat gol Zahaby dan Fadly, lalu sempat ditekan Yaman di awal babak kedua. Namun dua gol cepat dari Evandra di menit 87 dan 89 mengunci kemenangan dengan skor akhir 4-1.

Kemenangan atas Yaman praktis mengantar Indonesia U-17 lolos ke perempat final Piala Asia U-17 2025. Tiket ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar pun resmi dikantongi berkat hasil laga Korea Selatan yang menghajar Afghanistan 6-0.

Satu tempat di Piala Dunia U-17 yang akan digelar November mendatang jadi pencapaian luar biasa bagi generasi ini.

Bukan hanya karena lolos, tapi karena dilakukan dengan cara luar biasa—mengalahkan raksasa Asia dan tampil dominan.

Nova Arianto tak kuasa menyembunyikan rasa bangga terhadap para pemainnya, termasuk Dafa Al Gasemi.

Dalam wawancara usai laga, Nova menyebut keberhasilan ini adalah hasil kerja keras tim, latihan yang disiplin, dan mentalitas pantang menyerah.

"Saya lihat semua pemain sangat luar biasa, baik secara mental, visi bermain, maupun pemahaman terhadap situasi kritis di lapangan. Semoga mereka bisa terus berkembang," ujar Nova.

Dafa sendiri menjadi simbol bagaimana kerja keras bisa mengalahkan popularitas. Ia tak banyak disorot sebelum turnamen, tapi justru menjadi kunci kesuksesan tim di fase grup.

Perjalanan karier Dafa di EPA bersama Dewa United jadi pondasi utama perkembangan skill-nya. Di sana, ia terbiasa dengan jadwal latihan padat dan kompetisi ketat antar pemain muda berbakat dari seluruh Indonesia.

Dalam beberapa laga uji coba sebelum turnamen, Dafa juga menunjukkan progres signifikan dalam mengantisipasi bola-bola udara.

Keputusan Nova menurunkan Dafa pun terbukti tepat karena ia berhasil memberi rasa aman bagi lini belakang.

Tentu tidak semua berjalan mulus, ada masa ketika Dafa sempat diragukan karena belum punya jam terbang di kompetisi senior. Tapi ia menjawab keraguan itu dengan performa luar biasa dan sikap profesional di setiap sesi latihan.

Pencapaian ini baru awal, karena tantangan lebih besar menanti di Piala Dunia U-17. Tim-tim kuat dari Amerika Latin, Eropa, hingga Afrika siap menanti Garuda Muda di Qatar.

Namun Dafa tidak gentar, ia justru makin termotivasi untuk terus berkembang. Target pribadinya adalah bisa tampil konsisten dan membawa Indonesia melangkah lebih jauh di Piala Dunia nanti.

Dari sudut gawang yang senyap, Dafa Al Gasemi menjelma menjadi penjaga harapan. Ia membuktikan kerja keras, disiplin, dan kesabaran bisa mengantar mimpi menjadi kenyataan.

Nama Dafa kini mulai diperbincangkan sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di bawah mistar gawang Indonesia. Jika terus konsisten, bukan tak mungkin ia bakal menjadi pilar masa depan di Timnas senior.

Perjalanan Dafa Al Gasemi belum usai, tapi ia telah mengukir jejak manis dalam sejarah Garuda Muda. Dari EPA ke pentas Asia, lalu ke Piala Dunia, semua dimulai dari kerja keras dan mimpi besar seorang anak muda.

Sosoknya kini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda Indonesia lainnya. Bahwa meski belum tampil di Liga 1, kesempatan tetap terbuka bagi siapa saja yang siap bekerja keras dan menunjukkan kualitas.

Pencapaian ini juga menjadi bukti sistem pembinaan seperti Elite Pro Academy mulai membuahkan hasil nyata. Pemain-pemain muda seperti Dafa kini punya jalur jelas untuk menembus level tertinggi.

Kini, tinggal bagaimana Dafa terus menjaga performa dan mempersiapkan diri menghadapi panggung yang lebih besar.

Piala Dunia U-17 bukan sekadar turnamen, tapi peluang untuk menunjukkan Indonesia punya kiper masa depan yang bisa dibanggakan.

Dengan semangat yang sama, Garuda Muda akan terus terbang tinggi di pentas internasional. Dan di bawah mistar, Dafa siap menjaga mimpi itu tetap hidup untuk seluruh rakyat Indonesia.

EDITOR: Edi Yulianto