← Beranda

Sejarah Panjang Sepak Bola Indonesia dan Australia, Dari 1928 Hingga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Diar Candra TristiawanKamis, 20 Maret 2025 | 21.51 WIB
Para pemain Timnas Australia sebelum laga di Makassar pada 1928. (Dokumen Douglas Butcher
 

JawaPos.com – Indonesia akan menantang Australia di matchday tujuh putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Duel itu akan tersaji di Sydney Stadium, Sydney, Kamis (20/3) sore ini.

Relasi atau kontak sepak bola Indonesia dengan Australia menurut sejarawan dan dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Rojil Nugroho Bayu Aji sudah terjadi sangat lama. Bahkan, usia hubungan dua negara di sepak bola itu sudah berumur 97 tahun!

“Tahun 1928, timnas sepak bola Australia melakukan tur ke wilayah Asia. Tujuannya ke klub-klub di Hindia Belanda (nama lama Indonesia), Singapura, Malaya,” tulis Rojil via WhatsAppp, Kamis (20/3).

Rojil melanjutkan informasi itu pertama kali didapatnya dari Douglas Butcher. Butcher ini adalah salah satu anak pesepak bola Timnas Australia bernama Arch. Harris yang datang ke Indonesia yang pada periode 1928 tersebut.

“Timnas Australia melakukan tur dengan kapal. Di Hindia Belanda pertama datang ke Makassar dan tanding. Lalu, ke Surabaya dan bertanding dengan klub-klub Surabaya milik orang Belanda seperti HBS. Lalu ke Bandung,” tulis Rojil.

“Dari Hindia Belanda, timnas Australia melanjutkan turnya ke Singapura – Malaya. Tapi, lalu saat perjalanan balik, mereka tanding lagi dengan klub-klub di Jawa, lalu ke Makassar dan lanjut kembali ke Australia,” terang Rojil.

Data yang didapat Rojil dari Butcher menunjukkan timnas Australia menang 2-1 atas Makassar Voetbal Bond pada laga bertarikh 2 Juli 1928.

Lalu, 7 Juli 1928, timnas Australia bermain imbang 3-3 melawan klub HBS (Houdt Braef Standt) di Surabaya. Sehari kemudian, 8 Juli 1928, timnas Australia menang 3-1 atas Soerabaja Voetbal Bond di Surabaya.

Kemudian 11 Juli 1928, timnas Australia menang 4-1 atas klub Excelsior di Surabaya. “Itu tiga laga awal timnas Australia di Surabaya,” kata Rojil.

Rojil menjelaskan sepak bola di era 1920-an akhir memang sedang mewabah di Hindia Belanda. Beberapa bon atau perkumpulan sepak bola telah ada.

Misalnya SIVB di Surabaya (berdiri 18 Juni 1927), BIVB di Bandung (berdiri 5 Januari 1919), VIJ di Jakarta (berdiri 28 November 1928), VVB di Solo (berdiri 8 November 1923), dan PSM di Jogja (berdiri 5 September 1929).

EDITOR: Edi Yulianto