JawaPos.com — Persija Jakarta dikabarkan akan melakukan perombakan besar dalam skuadnya jelang paruh musim Liga 1 2024/2025. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen Macan Kemayoran tak ingin lengah dalam persaingan papan atas.
Perubahan ini terutama menyasar lini belakang, di mana ada pemain yang dinilai kurang memberikan kontribusi maksimal. Sosok yang paling santer disebut adalah bek asal Brasil, Pedro Dias, yang performanya dianggap tidak konsisten.
Pedro Dias memang mencetak gol saat Persija menang 4-1 melawan Madura United pekan lalu. Namun, kontribusinya secara keseluruhan dianggap belum memenuhi ekspektasi sebagai pemain asing.
Bek asal Brasil ini baru bermain dua kali dari 10 pertandingan Persija musim ini. Padahal, lini belakang Persija menunjukkan kekompakan yang lebih baik saat diisi oleh Muhammad Ferarri, Ondrej Kudela, dan Rizky Ridho.
Sinyal lain dari perombakan skuad Persija juga mengarah pada posisi penjaga gawang. Carlos Eduardo, kiper asal Brasil, mulai kehilangan tempatnya di tim utama setelah performa solid Andritany Ardhiyasa.
Andritany berhasil mencatat dua clean sheet dari lima pertandingan terakhir, membuat Carlos Eduardo harus puas duduk di bangku cadangan. Kembalinya Andritany sebagai kiper utama menjadi alasan utama mengapa Carlos Eduardo kini tersisih.
Bocoran soal perombakan ini pertama kali diungkap oleh akun sepak bola @transfernews_ft. Akun tersebut menyebutkan bahwa lini belakang akan menjadi salah satu fokus utama Persija dalam mendatangkan pemain baru.
Manajemen Persija disebut sudah memiliki lima nama kandidat untuk menggantikan pemain-pemain yang berpotensi hengkang. Tiga di antaranya adalah bek tangguh, sementara dua nama lainnya adalah gelandang dan penyerang.
Moussa Sidibe menjadi salah satu opsi yang disebut untuk memperkuat lini depan Persija. Pemain Persis Solo ini tampil impresif musim ini dengan mencetak empat gol dan tiga assist dari sembilan laga.
Sidibe dikenal sebagai pemain dengan kemampuan dribel dan kreativitas tinggi di sepertiga akhir lapangan. Kontraknya yang hanya tersisa hingga 31 Mei 2025 membuka peluang besar bagi Persija untuk memboyongnya.
Selain Sidibe, Persija juga dikaitkan dengan gelandang serang Arema FC, Wilian Marcilio. Pemain asal Brasil ini mencetak tiga gol dan dua assist dalam 10 penampilan musim ini, delapan di antaranya sebagai starter.
Wilian Marcilio dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi duet ideal bagi Maciej Gajos di lini tengah Persija. Kontraknya yang kabarnya habis akhir musim ini membuat peluang Persija merekrutnya semakin terbuka lebar.
Di lini belakang, nama Renan Alves dari FC Bekasi City disebut sebagai salah satu target utama. Mantan bek Barito Putera ini tampil solid di Liga 2 dengan catatan kebobolan rendah dan kontribusi penting dalam membawa timnya bersaing di papan atas.
Renan Alves memiliki pengalaman bermain di Liga 1, sehingga adaptasinya bersama Persija diyakini tidak akan memakan waktu lama. Kontraknya di FC Bekasi City yang berakhir musim ini membuatnya menjadi opsi menarik untuk direkrut.
Nama lain yang juga mencuri perhatian adalah Taher Jahanbakhsh, bek asal Iran yang bermain untuk Persibo Bojonegoro. Meski baru bermain di Liga 2, performa Jahanbakhsh sangat mengesankan dengan catatan empat gol dan satu assist dari tujuh laga.
Selain solid di lini pertahanan, Jahanbakhsh juga dikenal sebagai bek yang berbahaya dalam situasi bola mati. Namun, Persija harus bersaing dengan Arema FC yang juga dikabarkan tertarik merekrut bek berusia 34 tahun ini.
Perombakan ini menunjukkan keseriusan Persija dalam menjaga konsistensi performa hingga akhir musim. Dengan skuad yang lebih kompetitif, mereka berharap bisa terus bersaing di papan atas Liga 1 2024/2025.
Namun, langkah ini juga menghadirkan tantangan besar bagi pelatih Carlos Pena untuk segera menyatukan pemain baru dengan tim inti. Terlebih, Persija akan menghadapi laga krusial melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Laga melawan Persebaya Surabaya selalu menjadi pertandingan yang sarat gengsi bagi kedua tim. Selain menjadi laga klasik, pertandingan ini juga penting untuk menentukan posisi di klasemen sementara Liga 1.
Persija saat ini berada di peringkat kelima dengan 18 poin, terpaut tiga poin dari Persebaya Surabaya di posisi kedua. Kekalahan di laga ini berpotensi membuat Persija semakin jauh dari persaingan gelar juara.
Sementara itu, Persebaya Surabaya dipastikan tidak akan membiarkan laga ini berjalan mudah bagi Persija. Tim asuhan Paul Munster memiliki rekor kandang yang impresif dengan dukungan penuh dari puluhan ribu Bonek-Bonita.
Apakah langkah eksodus pemain ini akan membawa dampak positif bagi Persija? Atau justru menjadi bumerang yang mengganggu stabilitas tim di tengah musim? Semua akan terjawab dalam waktu dekat.
Yang jelas, laga melawan Persebaya Surabaya akan menjadi ujian besar pertama bagi skuad Persija yang tengah berbenah. Semua mata akan tertuju pada performa mereka di GBT, apakah mampu bangkit atau justru terpuruk di bawah tekanan.