← Beranda

Menguak Rekor Ciamik Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes yang Catatkan Lebih dari 40 Clean Sheets

Moch. Rizky Pratama PutraRabu, 11 September 2024 | 18.09 WIB
Maarten Paes tampil prima dengan catatkan clean sheets bagi Timnas Indonesia yang ternyata punya rekor apik tanpa kebobolan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

 

JawaPos.com — Maarten Paes kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik yang dimiliki Timnas Indonesia saat ini. Penampilannya yang gemilang saat melawan Australia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026, membuatnya kembali menyabet predikat man of the match.

Ini bukan pertama kalinya Paes mendapat penghargaan tersebut. Sebelumnya, kiper berusia 26 tahun ini juga tampil memukau dalam laga melawan Arab Saudi.

Penampilan Maarten Paes yang begitu dominan di bawah mistar gawang bukanlah suatu kebetulan. Sejak bergabung dengan Timnas Indonesia, kiper FC Dallas ini terus menunjukkan performa luar biasa, bahkan di laga-laga besar.

Yang paling terbaru, ia berhasil menjaga gawangnya tetap perawan ketika menghadapi Australia yang dikenal memiliki lini serang yang agresif. Hasil imbang 0-0 itu membuat Indonesia sukses meraih satu poin penting di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Pada pertandingan tersebut, Paes berulang kali menggagalkan peluang emas dari tim tamu. Australia, yang mendominasi jalannya pertandingan dengan 19 tembakan dan 15 tendangan sudut, dibuat frustasi oleh solidnya Paes di bawah mistar gawang.

Beberapa penyelamatan krusial dari Paes, termasuk menghadapi peluang dari Harry Souttar dan Mitchell Duke, membuat tim Garuda selamat dari kebobolan. Bukan hanya dalam satu pertandingan, penampilan Maarten Paes yang gemilang di Timnas Indonesia merupakan lanjutan dari performa apiknya di level klub.

Selama karier profesionalnya bersama NEC Nijmegen, FC Utrecht, dan kini FC Dallas, Paes telah mencatatkan total 43 clean sheets dari 187 penampilan. Catatan itu menjadikannya salah satu kiper yang paling konsisten di generasinya.

Salah satu kemampuan yang membuat Paes begitu sulit ditaklukkan adalah refleks kilatnya. Kecepatan reaksinya dalam menghadapi tembakan-tembakan keras dari jarak dekat menjadi sorotan utama dalam dua pertandingan terakhir Timnas Indonesia.

Contohnya, saat melawan Australia, Paes berhasil menepis tendangan keras Mitchell Duke pada menit ke-20, yang seharusnya bisa berbuah gol. Kemampuan refleks Paes tidak hanya terbatas pada penyelamatan di udara. Dalam beberapa kesempatan, dia juga mampu merespons serangan lawan dengan sigap di situasi-situasi krusial.

Salah satu penyelamatan yang paling ikonik terjadi ketika menghadapi Harry Souttar, bek Australia dengan tubuh jangkung yang memiliki sundulan kuat. Tanpa refleks yang tajam, mungkin saja gawang Indonesia sudah kebobolan lebih awal.

Selain refleks cepat, salah satu kunci sukses Maarten Paes dalam menjaga gawangnya adalah penempatan posisi yang selalu tepat. Dalam dunia sepak bola modern, seorang kiper tidak hanya dituntut untuk sekadar melakukan penyelamatan, tapi juga harus cerdas dalam memposisikan diri. Paes sangat piawai dalam hal ini.

Contohnya, saat menghadapi Australia, setiap kali lawan mencoba membongkar pertahanan Indonesia, Paes selalu berada di posisi yang tepat untuk menggagalkan usaha mereka. Tidak ada keraguan sedikit pun dari Paes ketika harus berhadapan dengan penyerang lawan. Bahkan ketika harus menghadapi bola-bola liar dari hasil umpan silang, Paes mampu mengantisipasinya dengan sigap.

Kesalahan penempatan posisi nyaris tak pernah terlihat dalam performa Paes, kecuali saat melawan Arab Saudi di mana ia kebobolan satu gol. Namun, gol tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Paes, karena bola lebih dulu membentur kaki pemain belakang Indonesia, Calvin Verdonk, sehingga arahnya berubah drastis dan tak bisa diantisipasi.

Era sepak bola modern menuntut kiper untuk memiliki lebih dari sekadar kemampuan penyelamatan. Kiper masa kini juga harus mampu membantu timnya membangun serangan dari belakang dan berani berduel dengan penyerang lawan.

Paes adalah tipe kiper yang memiliki semua kemampuan tersebut. Tidak hanya pandai menjaga gawang, ia juga kerap ikut terlibat dalam build-up serangan Timnas Indonesia.

Pada beberapa momen, Paes menunjukkan kemampuannya dalam melepaskan umpan-umpan panjang yang tepat sasaran untuk memulai serangan balik. Meski belum selalu menghasilkan peluang emas bagi Timnas Indonesia, kontribusi Paes dalam membangun serangan dari belakang patut diapresiasi. Ini adalah kualitas yang jarang dimiliki kiper lain di level internasional, apalagi di Asia Tenggara.

Selain itu, keberaniannya dalam berduel satu lawan satu juga menjadi nilai plus. Paes tidak ragu untuk keluar dari garis gawangnya dan berhadapan langsung dengan penyerang lawan. Saat melawan Arab Saudi, Paes berhasil melewati penyerang Abdullah Radif dalam situasi one-on-one.

Sementara saat berhadapan dengan Australia, Paes dengan tenang mengecoh pemain muda berbakat, Nestory Irankunda, yang mencoba menusuk ke dalam kotak penalti. Rekor clean sheets Maarten Paes di level klub menjadi bukti nyata betapa konsistennya dia sebagai kiper.

Selama 187 pertandingan yang telah ia mainkan di berbagai kompetisi, Paes telah mencatatkan 43 clean sheets. Angka ini menunjukkan bahwa hampir satu dari empat pertandingan yang ia mainkan berakhir tanpa kebobolan.

Ini adalah statistik yang mengesankan, terutama mengingat level kompetisi yang dia hadapi baik di Eredivisie Belanda maupun Major League Soccer (MLS) di Amerika Serikat. Dalam perjalanan kariernya, Paes juga harus menghadapi sejumlah tantangan.

Meski terkadang mendapatkan kartu kuning atau bahkan kartu merah, dia tetap mampu mempertahankan performanya dengan baik. Hingga saat ini, ia telah kebobolan sebanyak 272 gol, namun rekor clean sheets-nya tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara kiper seangkatannya.

Dengan catatan waktu bermain lebih dari 16.741 menit di level klub, Paes sudah membuktikan diri sebagai kiper yang tak hanya andal di bawah mistar gawang, tetapi juga mampu menjaga konsistensinya sepanjang musim. Ini menjadi bukti bahwa Timnas Indonesia kini memiliki penjaga gawang yang dapat diandalkan untuk menghadapi laga-laga besar di masa depan.

Melihat penampilan gemilang Maarten Paes dalam beberapa pertandingan terakhir, baik di level klub maupun timnas, masa depannya di dunia sepak bola internasional terlihat sangat cerah. Usianya yang masih 26 tahun membuatnya memiliki banyak waktu untuk terus berkembang dan menjadi salah satu kiper terbaik di Asia.

Dengan semakin banyaknya pertandingan besar yang akan dihadapi Timnas Indonesia, peran Paes sebagai tembok terakhir pertahanan akan menjadi semakin vital. Jika ia mampu mempertahankan performanya dan terus menambah catatan clean sheets, tidak diragukan lagi bahwa Maarten Paes akan terus menjadi andalan Garuda dalam waktu yang lama.

EDITOR: Estu Suryowati