JawaPos.com–Erik Ilham, pelatih SDN Mekarjaya 12 masih tak menyangka tim besutannya bisa menjuarai Milklife Soccer Challenge Jakarta Series 1 2024.
Pada laga final di Kingkong Soccer Arena, Yon Kav 7, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (28/5), di Kategori Usia (KU) 12, SDN Mekarjaya 12 A tampil sebagai kampiun setelah mengalahkan SDN Cipulir 03 3-0. Sementara di KU 10, SDN Cipedak 01 menjadi juara usai menumbangkan UPTD SDN Mampang 1 dengan skor akhir 2-1.
Ya, bagi Ilham, itu kemenangan yang di luar dugaan. Sebab, dari segi persiapan tim dianggapnya sangat mepet.
”Awalnya kami dapat undangan dari MilkLife untuk mencari bibit-bibit. Nanti bakal diadakan lomba putri,” ujar Erik Ilham.
Oleh sebab itu, pihaknya menggelar latihan. Namun, program yang sudah dibuat tidak bisa terealisasi dengan baik. ”Karena anak-anak ada hal-hal lain yang tidak bisa ditinggalkan. Akhirnya kami memulainya pada Februari,” tutur Erik Ilham.
Menurut dia, pencarian pemain juga tidak mudah. Pertama dia menawarkan kepada semua siswi yang berminat untuk bisa menjadi bagian tim.
”Walaupun itu belum tentu terlihat bisa atau tidaknya dan alhamdulillah ada dukungan karena pada dasarnya mereka bermain di SSB,” sebut Erik Ilham.
”Kebetulan saya guru olahraga, saya seleksi ketika memang jadwal olahraga untuk mencari bibit ini dan alhamdulillah ditemukan 24 pemain,” kata Erik Ilham.
Setelah itu barulah berlanjut untuk meminta izin kepada orang tua murid. ”Saya ngobrol apakah diizinkan atau tidak. Walaupun di awal latihan bisa dibilang sedih ya di lapangan sekolah ya. Kebetulan di lapangan sekolah ukurannya cukup cuma dasarnya tidak layak. Kalau jatuh langsung luka,” ujar Erik Ilham.
Setelah mendapat tawaran dari orang tua siswa untuk menggunakan lapangan SSB, tidak semua pemain bisa ikut. Sebab, ada beberapa pemain yang sekolah siang hari.
”Makanya gak bisa latihan sama-sama dan latihan yang bareng itu Sabtu dan hari libur,” kata Erik Ilham.
Meskipun minim latihan bersama tak membuat semangat Erik surut. Dia tetap bersyukur tim bisa berlatih di Februari hingga Maret.
”Saya kirim vedio lancar satu minggu sekali. Memang pada April dan Mei kita off karena puasa,” ucap Erik Ilham.
Keberhasilan merebut juara itu melegakan. Bukan hanya bisa menduduki podium tertinggi. Tapi lebih dari itu. Dengan hasil ini, setidaknya bisa menjadi siswi lain yang sebelumnya tidak bisa bermain.
”Juara memudahkan motivasi teman-teman akan pamerkan di sekolah untuk motivasi bahwa putri juga bisa loh bukan hanya laki-laki. Dan sekolah biar mempercayakan kepada saya supaya izin juga dipermudah,” ujar Erik Ilham.
Setelah ini, kemungkinan akan ada beberapa pemain yang tergabung tim All Star untuk diadu dengan tim Milklife Soccer Challenge di berbagai kota. ”Nanti kalau mewakili All Star akan saya support dan dampingi. Saya izin ke orang tua dan kepala sekolah. Pasti suatu kebanggaan,” ucap Erik Ilham.
Kesulitan untuk membentuk tim juga dirasakan Yulia Nur Afriyanti yang membawa timnya ke semifinalis KU-10. ”Ya kami persiapan dua bulan, ini tim kami anak rumahan banget yang belum pernah main sepak bola,” aku Yulia Nur Afriyanti.
Yulia sebetulnya tidak memiliki basic mendalam di sepak bola. Yulia merupakan karateka. Namun, berbekal latihan fisik dan endurance yang diketahuinya dan juga modal coaching clinic bersama coach Timo Scheunemann di Bandung cukup bagi perempuan berkerudung itu sebagai fondasi awal.
”Sama coach Timo belajar teknik dasar, passing, kontrol, dan shooting. Lalu bagaimana menangani anak-anak. Khususnya bagi pemula,” kata Yulia Nur Afriyanti.
Yuia merasakan betul bagaimana sulitnya menangani para pemain. ”Satu sulitnya anak-anak masih manja. Bentar-bentar capek. Kedua ada yang latihan ada yang tidak. Memang teknik mereka belum mumpuni,” ujar Yulia Nur Afriyanti tertawa.
Namun, dia bertekad untuk memberikan pembinaan rutin dan siap melakukan sosialisasi lebih ke orang tua supaya anak bisa terus mendapat izin tampil di jenjang yang lebih baik. ”Penginnya saya sih sepak bola putri maju. Regenerasi baru dan tancap gas ke internasional,” kata Yulia Nur Afriyanti.
Andara Alisya, pemain terbaik yang membawa SDN Mekarjaya 12 A juara menuturkan, keberhasilan itu membuat kepercayaan diri untuk kembali bermain sepak bola. Terlebih, dia mengidolakan Mayzura Alifa Yusuf. ”Saya harus lebih semangat lagi latihannya. Sekarang latihan dua minggu sekali,” ucap Andara.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin mengungkapkan lahirnya para juara pada turnamen ini merupakan hasil dari proses pengembangan sepak bola putri di Indonesia yang rutin diselenggarakan bersama MilkLife. Dia optimistis kesuksesan pada Jakarta Series 1 akan berdampak positif di gelaran series berikutnya, maupun pada MilkLife Soccer Challenge di kota lain.
”Antusias peserta maupun dukungan dari orang tua, guru, dan pihak terkait menjadikan kami lebih semangat untuk menyukseskan MilkLife Soccer Challenge. Kami berharap agar kecintaan terhadap sepak bola putri semakin tumbuh dan meluas di masyarakat,” ujar Yoppy.
Daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge – Jakarta Series 1 2024:
Kategori Usia 10
Juara: SDN Cipedak 01
Runner-up: UPTD SDN Mampang 1
Semifinalis: SDN Sukamaju Baru 2 dan SDN Sukatani 7
Top Scorer KU 10: Anindhita El Hebsyi (9 gol) – UPTD SDN Mampang 1
Best Player KU 10: Naila Shakina Putri – SDN Sukatani 7
Best Goalkeeper KU 10: Reisya Prameswari – SDN Sukamaju Baru 2
Fairplay Team KU 10: SDN Sukamaju Baru 2
Kategori Usia 12
Juara: SDN Mekarjaya 12 A
Runner-up: SDN Cipulir 03
Semifinalis: SDN Kalisari 01 dan SDN Mekarsari 2 Depok
Top Scorer: Annisah Herliman (17 gol) – SDN Cipulir 03 dan Clea Abelia (17 gol) – SDN Kalisari 01
Best Player: Andara Alisya – SDN Mekarjaya 12 A
Best Goalkeeper: Nafa Aprilia – SDN Mekarjaya 12 A
Fairplay Team: SDIT Rahmaniyah B