← Beranda
Jejak Kejayaan Shin Tae-yong di Lapangan Hijau, 20 Tahun Lalu Pernah Gunduli Persik Kediri 15-0
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 25 April 2024 | 18.34 WIB
Shin Tae-yong (kanan bawah) berfoto bersama tim yang saat itu dibelanya, Ilhwa Chunma
   

JawaPos.com — Dalam lintasan sejarah Persik Kediri, terdapat sebuah capaian yang mungkin tak ingin m diingat. Kisah itu terukir di salah satu pertandingan Liga Champions Asia (LCA) 20 tahun yang lalu, di mana tim Macan Putih harus menelan pil pahit 0-15 dari wakil Korea Selatan, Seongnam Ilhwa Chunma (kini Seongnam FC).

Baca Juga: Menghadapi Korea Selatan Jadi Pengalaman Pertama Lawan Negara Sendiri, STY: Sejujurnya Berat Bagi Saya

Di balik tragedi tersebut, terdapat satu nama yang kini menjadi bagian dari dunia sepak bola Indonesia, yaitu Shin Tae-yong, pelatih timnas Indonesia yang baru saja diumumkan perpanjangan kontraknya hingga 2027 oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Pertandingan yang digelar di Tancheon Sports Complex, Seongnam, menjadi momen yang sulit dilupakan bagi Persik Kediri. Gawang mereka terbongkar sebanyak 15 kali, sebuah kekalahan yang tak hanya menyakitkan secara skor, tetapi juga secara emosional.

Dimulai dengan gol cepat dari Seongnam, dicetak oleh Jasenko Sabitovic pada menit ke-3, pertandingan itu seolah menjadi mimpi buruk bagi Persik. Dalam tempo yang singkat, tuan rumah berhasil menambah tujuh gol lagi sebelum jeda, dengan pelatih Shin Tae-yong sendiri turut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-13.

Babak kedua tak menyurutkan hasrat gol Seongnam, dengan mereka menambah delapan gol lagi, mencapai total kemenangan telak 15-0. Dua pemain Seongnam, Jasenko Sabitovic dan Denis Laktionov, mencetak quat-trick, sementara Kim Do-Hoon menyumbangkan hat-tricknya sendiri.

Kisah ini tak hanya menjadi bagian dari sejarah Persik Kediri, tetapi juga mencatatkan rekor dalam sejarah Liga Champions Asia. Pertandingan ini diingat sebagai salah satu pertandingan dengan jumlah gol terbanyak, serta menjadi rekor terbesar dalam pertandingan kontinental di antara empat kompetisi besar lainnya.

Meskipun mengalami kekalahan yang menyakitkan, Seongnam Ilhwa Chunma bukanlah lawan sembarangan. Mereka berhasil melangkah hingga ke babak final, sebelum akhirnya dikalahkan oleh wakil Arab Saudi, Al-Ittihad.

Sementara itu, Persik Kediri harus menelan kekecewaan karena hanya mampu menempati peringkat ketiga di Grup G. Raihan empat poin mereka didapatkan dari laga kontra Binh Dinh asal Vietnam, dengan hasil imbang 2-2 (tandang) dan kemenangan 1-0 (kandang).

Meskipun menjadi bagian dari salah satu tragedi terbesar dalam sejarah Persik Kediri, namun kisah ini juga menjadi bagian dari perjalanan karir Shin Tae-yong sebagai seorang pelatih. Kini, sebagai pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mungkin telah melupakan momen pahit itu, tetapi bagi Persik Kediri dan para penggemar setianya, kisah itu tetap menjadi kenangan yang tak terlupakan dalam sejarah klub.

Pengalaman Shin Tae-yong yang cukup panjang baik sebagai pemain dan sebagai pelatih di level lokal maupun internasional telah membawa warna tersendiri bagi Timnas Indonesia sekarang.

Malam nanti Shin Tae-yong akan mencoba mengerahkan segalanya untuk bisa mengalahkan Korea Selatan yang sejatinya adalah rumah yang dulu dia bela. Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Korea Selatan yang dinahkodai oleh rekan setimnya dulu di timnas, Hwang Sun-hong pada babak perempat final Piala Asia U-23 pada 26 April 2024 pukul 00,30 WIB.

Baca Juga: MKMK Akan Putuskan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi Guntur Hamzah Sore Ini

Kemenangan nanti malam akan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pelatih paling fenomenal yang pernah menukangi Timnas Indonesia yang berhasil membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi di sepak bola Asia yang diakui kualitasnya. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan