JawaPos.com — Tren desain jersey sepak bola di Indonesia semakin berkembang pesat, terlebih dengan semakin banyaknya desainer muda yang mencoba menggali inspirasi dari berbagai aspek budaya dan sejarah lokal.
Salah satu desainer yang mencuri perhatian adalah Tara Yosi, seorang mahasiswa desain produk yang juga aktif menjalankan studio desain jersey pribadi bernama Waltz the Pitch. Tara Yosi tidak hanya sekadar mendesain jersey, tetapi juga mencoba menyampaikan pesan-pesan tertentu melalui karyanya.
Pada tahun ini, Tara Yosi memiliki kesempatan untuk meracik jersey away Persedikab Kediri, salah satu klub sepak bola yang bermarkas di Kota Dahanapura.
Proses kreatif Tara Yosi dalam merancang jersey ini tidaklah sekadar menghasilkan desain yang menarik secara visual, tetapi juga mencoba untuk menyampaikan nilai-nilai yang diinginkan oleh manajemen Persedikab Kediri.
Proses dimulai dari sebuah tantangan dalam sebuah grup WhatsApp, di mana Tara Yosi mendapatkan tantangan dari seorang teman, Mas Dimas, untuk mengangkat tema Surowono dalam desain jersey untuk Persedikab Kediri. Surowono adalah sebuah wilayah di Kediri yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan nilai-nilai budaya.
Tara Yosi kemudian melakukan riset mendalam tentang Surowono, termasuk foto-foto eksisting, membaca sejarahnya, dan bahkan mengikuti jalannya melalui peta di Google Maps.
“Dari satu keyword ‘surowono’ itu kemudian saya coba riset meliputi foto eksisting, bacaan sejarahnya, kemudian juga jalan-jalan via peta di gmaps Mas,” ungkap Tara Yosi yang juga mendesain jersey klub Putra Mars yang berkompetisi di Liga Persebaya.
Dari riset tersebut, Tara Yosi menemukan beberapa poin yang bisa dihubungkan dengan tim Persedikab Kediri, seperti nilai perjuangan, menghargai sejarah, dan disiplin. Bagi Tara Yosi, sebuah jersey tidak hanya sekadar pakaian olahraga, tetapi juga sebuah media untuk menyampaikan pesan-pesan tertentu.
Oleh karena itu, dalam proses kreatifnya, Tara Yosi selalu berusaha untuk menggali makna-makna yang lebih dalam dari setiap elemen yang digunakan dalam desainnya.
“Dari sana kemudian muncul beberapa poin yang bisa dihubungkan dengan Persedikab Kediri, khususnya dihubungkan ke harapan baik buat tim; yaitu nilai perjuangan, nilai menghargai sejarah, nilai disiplin, dll (tertera di postingan X),” jelasnya kepada JawaPos.com.
“Karena yang saya percaya dari awal dulu mulai mendesain jersey adalah kalau jersey itu harus ada nilai yang mau disampaikan mas. Sekiranya begitu mas,” imbuhnya.
Melalui akun media sosial miliknya, Tara Yosi menjelaskan secara detail tentang desain jersey away Persedikab Kediri yang diberi judul "Siasat Surowono". Desain ini terinspirasi dari Goa Surowono dan sejarah panjangnya di daerah Kediri. Logo "Siasat Surowono" sendiri memuat grafis aliran air bawah tanah yang terbentuk dari huruf S di awal tiap kata, menggambarkan kekuatan alam yang mengalir di bawah tanah.
“Siasat Surowono jadi judul jersey away Persedikab 2023. Jersey ini mengambil inspirasi dari Goa Surowono dan sejarah panjangnya di daerah Kediri. Logotype Siasat Surowono juga memuat grafis aliran air bawah tanah yang terbentuk dari huruf S di awal tiap kata,” ungkapnya di akun X miliknya.
Di bagian depan jersey, terdapat gambar Gunung Kelud dan matahari di atas aliran air Goa Surowono, melambangkan kuasa alam yang menaungi Kediri dan prajurit yang melambangkan para penggawa Persedikab. Tiga prajurit yang berjalan di dalam goa tersebut masing-masing mewakili setiap lini permainan dalam tim, menunjukkan kesatuan dan kekompakan dalam mencapai tujuan bersama.
”Gunung Kelud dan matahari di atas aliran air Goa Surowono; lambang kuasa alam yang menaungi Kediri dan prajurit, para prajurit di gambar mewakili para penggawa Persedikab,” jelasnya lebih lanjut.
“3 prajurit yang berjalan di dalam goa ini masing-masing mewakili setiap lini permainan; penyerangan, lini jangkar, dan pertahanan. Prajurit berjalan menyusuri dalam goa yang dipenuhi tumbuhan dan air yang menyiratkan harapan untuk 'tumbuh',” imbuhnya.
Bagian ketiga jersey menampilkan peta lingkungan Surowono dengan dua daun yang melambangkan lubang Goa Surowono dan candi Surowono. Peta ini menyiratkan agar perjuangan para prajurit tetap dalam jalur yang benar dan petunjuk yang tepat. Sedangkan bagian terakhir jersey menampilkan Kota Dahanapura (Kota Api), cikal bakal Kediri, dengan siluet candi Surowono dan api yang berkobar. Hal ini mencerminkan semangat dan keberanian yang selalu menyala di hati para penduduk Kota Dahanapura.
“Pada segmen ketiga, terdapat peta lingkungan Surowono, 2 daun melambangkan lubang Goa Surowono dan candi Surowono berurutan dari atas ke bawah. Peta ini menyiratkan agar supaya perjuangan para prajurit tetap dalam jalur yang benar dan petunjuk yang tepat,” paparnya.
“Bagian terakhir, Kota Dahanapura (Kota Api) yang menjadi cikal bakal Kediri. Digambarkan dengan siluet candi Surowono dan api. Kiranya Kediri senantiasa 'Merah dan Berkobar',” pungkasnya.
Dengan menggabungkan elemen-elemen alam, sejarah, dan budaya lokal, Tara Yosi berhasil menciptakan sebuah desain jersey yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki makna yang mendalam. Melalui desain ini, Tara Yosi berharap dapat menginspirasi para pemain Persedikab Kediri untuk selalu mengingat nilai-nilai yang menjadi dasar eksistensi klub mereka, serta mewujudkan semangat juang yang tangguh di setiap pertandingan.