← Beranda

Mitra Kukar Bertekad Mengulang Sejarah 4 Tahun Silam

Irawan Dwi IsmunantoJumat, 17 Maret 2017 | 05.27 WIB
Mitra Kukar ingin kembali merasakan momen keemasan seperti empat tahun silam.

JawaPos.com - Asisten pelatih Sukardi menilai Mitra Kukar sebagai tim yang dibesarkan rasa kekeluargaan. Rasa memiliki antara pemain membuat mereka nyaman bekerja sama di lapangan. Hasilnya, prestasi datang dengan sendirinya. Bermodal hal tersebut, Naga Mekes bertekad mengulang memori indah empat tahun silam.


Sebagai salah seorang yang lama di Aji Imbut, pria yang akrab disapa Kardok itu tahu benar perjalanan Naga Mekes dari Divisi II hingga Indonesia Super League (ISL). Butuh perjuangan tak mudah untuk sampai di kasta tertinggi sepak bola negeri ini. “Sejarah kami sampai di sini (ISL) tidaklah mudah. Banyak yang telah kami lalui. Untuk itu, kami optimistis menatap musim baru setelah dua tahun vakum,” jelas Kardok.


Kardok menambahkan jika empat tahun silam Mitra Kukar mampu menembus tiga besar, bukan tidak mungkin musim ini bisa lebih baik. Apalagi, situasi kekeluargaan khas Mitra Kukar terjaga antarpemain. “Kami optimistis menyambut musim ini. Kami akan coba ulang sejarah empat tahun silam,” imbuhnya.


Sementara itu, sebagai salah satu pemain yang mengantarkan Mitra Kukar ke tiga besar ISL 2013, Joice Sorongan mengaku rindu merasakan hal serupa. Kini, sebagai pelatih kiper Naga Mekes, Joice akan berusaha menularkan aura juara kepada anak asuhnya. “Kalau ingat masa-masa itu (ISL 2013), hal paling membanggakan bagi kami. Meski tidak menyandang gelar juara, setidaknya kami bisa bersaing dengan klub papan atas saat itu,” kenangnya.


Hal serupa dirasakan pendukung setia Mitra Kukar, Mitra Mania (Mitman). Sekretaris Mitman Nur Hidayat tak bisa melupakan momen empat tahun silam. Menurutnya, prestasi tiga besar ISL bahkan lebih terasa gengsinya ketimbang juara Piala Jenderal Sudirman 2016. Sebab, bagaimanapun, kompetisi resmi lebih punya rasa. “Kami rindu saat-saat itu. Semoga musim ini kita bisa mengulang itu atau bahkan lebih baik,” ungkap Dayat.


Tak berlebihan jika pencinta sepak bola Kukar kembali mendamba sejarah empat tahun silam terulang musim ini. Meski demikian, prestasi tersebut tidak serta-merta datang dengan sendirinya tanpa dukungan penonton. Suporter adalah sumber tenaga tambahan bagi pemain yang bertanding di lapangan. Jika Mitman berharap tim kesayangan mampu berprestasi, sebaliknya, sangat wajar jika Bayu Pradana cs berharap Mitman bisa memenuhi Stadion Aji Imbut, Tenggarong Seberang di Liga 1 nanti.


“Kami sangat menginginkan minimal setengah Aji Imbut berwarna kuning saat Mitra Kukar bermain di kandang. Maka, kami akan lebih bersemangat menghancurkan musuh di lapangan dengan dukungan mereka (Mitman),” kata pemain 25 tahun itu.


Yang harus diingat, saat Bupati Syaukani Hasan Rais (almarhum) menghadirkan Mitra Kukar dari Mitra Kalteng Putra adalah untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Kukar. Bahkan, Stadion Aji Imbut dibangun karena rasa sayang ayah dari Rita Widyasari itu untuk masyarakat Kukar yang saat itu mencintai Mitra Kukar. Saatnya mengembalikan kejayaan sepak bola Kukar. Kalau bukan sekarang, masih sabar menunggu? (don/bby/k11/ira/JPG)

EDITOR: Irawan Dwi Ismunanto