
Pemain PSIM Jogjakarta berlatih jelang laga super league. (Istimewa)
JawaPos.com–PSIM Jogjakarta menghadapi ujian berat saat menjamu Malut United FC pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/26. Duel tersebut akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (10/5) malam WIB.
Bermain di kandang sendiri menjadi kesempatan penting bagi Laskar Mataram untuk bangkit saat menghadapi Malut United setelah melewati periode sulit dalam beberapa pertandingan terakhir super league. Meski posisi mereka sudah relatif aman dari ancaman degradasi, PSIM tetap ingin menutup musim dengan hasil positif di depan pendukung sendiri.
Tim asuhan Jean Paul Van Gastel sebenarnya punya modal bagus menghadapi Malut United. Pada pertemuan putaran pertama super league, PSIM sukses mencuri kemenangan 2-0 di markas lawan. Saat itu, dua gol kemenangan dicetak oleh Nermin Haljeta dan Savio Sheva dalam laga yang berlangsung di Ternate.
Namun situasi kedua tim kini cukup berbeda. PSIM sedang berada dalam tren negatif setelah hanya meraih satu hasil imbang dan menelan lima kekalahan dari enam pertandingan terakhir. Bahkan mereka datang ke laga ini dengan catatan dua kekalahan beruntun.
Di sisi lain, Malut United justru tengah tampil percaya diri. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu sukses mencatat dua kemenangan besar secara beruntun. Mereka menghancurkan PSBS Biak dengan skor 7-0 sebelum menundukkan Persis Solo 5-2 pada laga berikutnya.
Meski demikian, Van Gastel menilai kekuatan kedua tim tidak banyak berubah dibanding pertemuan pertama. Pelatih asal Belanda itu optimistis anak asuhnya tetap mampu memberikan perlawanan maksimal.
Baca Juga:Bojan Hodak Sebut Persija vs Persib Derbi Terbesar Asia Tenggara, Kans Juara Dipertaruhkan
”Kita saat main lawan Malut United di putaran pertama sudah sembilan bulan lalu. Kedua tim juga tidak banyak menambah pemain di putaran kedua, jadi kemungkinan pertandingan akan mirip,” ujar Van Gastel dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan dikutip dari ileague.id.
Dia berharap PSIM mampu tampil lebih dominan dengan mengontrol penguasaan bola sejak awal laga. Malut United memiliki banyak pemain dengan kemampuan individu yang bagus sehingga transisi permainan menjadi salah satu fokus utama timnya.
”Harapannya kita bisa menguasai ball possession. Kita tahu Malut United punya pemain-pemain dengan kualitas individu bagus. Jadi kita harus fokus dalam transisi,” lanjut Van Gastel.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
