
PSIM Jogja dijatuhi denda Rp 25 juta karena suporter hadir di laga tandang melawan Persija Jakarta. (psimjogja.id)
JawaPos.com-PSIM Jogja kembali berurusan dengan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hal itu karena suporter mereka hadir dalam laga tandang BRI Super League 2025/26 melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (28/11).
Kehadiran suporter Laskar Mataram ini dinilai melanggar aturan yang berlaku pada masa transisi transformasi sepak bola nasional. Sanksi tersebut tertuang dalam surat Komdis PSSI Nomor 101/L1/SK/KD-PSSI/XII/2025 yang dirilis pada 2 Desember 2025.
Regulasi kompetisi menyebutkan bahwa seluruh pertandingan selama masa transisi tidak boleh dihadiri suporter tim tamu. Aturan ini tercantum jelas dalam pasal 5 ayat 7 regulasi BRI Super League 2025/26 yang dipublikasikan operator liga, ILeague.
Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa klub bertanggung jawab penuh apabila suporter mereka tetap hadir di stadion saat laga tandang. Selain itu, pasal 5 ayat 11 menegaskan adanya konsekuensi berupa denda jika larangan tersebut dilanggar.
Sesuai keputusan Komdis, PSIM Jogja dijatuhi denda sebesar Rp 25 juta. Komdis juga menyertakan peringatan keras bahwa hukuman yang lebih berat bisa dijatuhkan bila kejadian serupa kembali terulang.
Ini bukan kali pertama PSIM menerima sanksi dengan alasan serupa. Pada Agustus, PSIM juga harus membayar denda setelah suporter mereka hadir saat laga tandang melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo.
Dua kali pelanggaran dalam satu musim membuat manajemen klub semakin menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan liga. Manajemen PSIM berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran bagi seluruh elemen pendukung klub.
Mereka meminta suporter untuk lebih memahami situasi yang sedang dihadapi sepak bola nasional. Terutama terkait masa transisi regulasi yang tengah diberlakukan.
Menurut mereka, dukungan tetap bisa diberikan melalui berbagai cara tanpa harus memaksakan hadir di stadion saat laga tandang. Pihak klub menegaskan bahwa kepatuhan suporter sangat penting untuk menjaga stabilitas tim. Sebab sanksi finansial dan potensi hukuman lanjutan dapat berdampak pada persiapan serta kondisi tim di kompetisi.
Ke depannya, manajemen berharap ada sinergi lebih baik antara klub dan pendukung agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Meski menghadapi sanksi, PSIM menyampaikan apresiasi atas antusiasme pendukung mereka.
Namun, mereka tetap menekankan bahwa mengikuti regulasi adalah bentuk dukungan nyata demi keberlangsungan klub di musim ini.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
