
Dejan Antonic sukses bawa Semen Padang raih kemenangan hadapi Persijap Jepara. (Dok. Semen Padang)
JawaPos.com - Semen Padang akhirnya menghirup udara kemenangan lagi dan momen ini terasa lebih spesial karena terjadi di era baru bersama pelatih Dejan Antonic. Kemenangan 2-1 atas Persijap Jepara di Stadion Haji Agus Salim pada pekan ke-13 Super League 2025/26 tidak hanya memutus tren negatif, tetapi melahirkan lima fakta unik yang memperlihatkan perubahan besar Kabau Sirah dalam waktu singkat.
Setelah delapan laga berturut-turut selalu berakhir dengan kekalahan, tiga poin ini terasa seperti oase panjang yang akhirnya ditemukan.
Dejan mengakui kelegaan itu ketika berkata, “Tentunya senang sekali. Sudah lama kita tidak merasakan kemenangan.”
Dari sisi permainan, Semen Padang tampil lebih rapi, percaya diri, dan tak lagi terlihat tergesa-gesa saat membangun serangan. Para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin dan tampak lebih berani bermain proaktif sejak menit awal. Pertandingan berlangsung ketat karena kedua tim sama-sama tertekan di papan bawah dan membutuhkan kemenangan.
Dejan juga menegaskan beratnya duel tersebut dengan mengatakan, “Kedua tim bermain ngotot karena ingin menang untuk memperbaiki posisi di klasemen.”
Kemenangan itu sendiri memang tak lepas dari kartu merah yang diterima pemain asing Persijap, Najeeb Yakubu pada menit ke-24.
Namun, Dejan menyebut faktor tersebut hanya bagian kecil dari duel yang penuh intensitas dengan ucapannya, “Mungkin kami sedikit diuntungkan dengan jumlah pemain karena Persijap mendapat kartu merah.”
Di balik drama pertandingan, terdapat lima statistik paling mencolok yang menunjukkan perkembangan pesat Semen Padang. Kelima angka inilah yang menjadi dasar fakta unik kemenangan perdana mereka bersama pelatih baru.
Pertama, penguasaan bola mencapai 62 persen yang menjadi bukti dominasi Kabau Sirah selama pertandingan. Catatan ini memperlihatkan bagaimana Dejan mendorong timnya bermain lebih mengontrol tempo dan tidak sekadar menunggu lawan melakukan kesalahan.
Kedua, total umpan 395 dengan 328 yang sukses menunjukkan perubahan besar dalam keberanian memainkan bola. Akurasi yang menyentuh 84 persen menggambarkan aliran permainan yang jauh lebih tenang dan terstruktur dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Ketiga, expected goals (xG) sebesar 3.2 menjadi angka yang sangat impresif untuk tim yang sebelumnya kesulitan menciptakan peluang. Data ini menandakan kualitas serangan meningkat dan peluang-peluang yang mereka ciptakan mayoritas berada di area berbahaya.
Keempat, jumlah tembakan mencapai 13 kali dengan lima mengarah tepat sasaran yang memperlihatkan agresivitas tinggi. Tekanan konstan ini menjadi kunci lahirnya gol dari Armando Obet Oropa di babak kedua yang menutup laga dengan kemenangan.
Kelima, hanya dua kali kehilangan bola sepanjang pertandingan adalah fakta yang paling mengejutkan. Minimnya kesalahan sendiri membuat Semen Padang bisa mempertahankan ritme permainan dan mengurangi potensi serangan balik lawan.
Statistik-statistik tersebut tidak hanya mempermanis kemenangan, tetapi juga menandai perubahan identitas permainan yang mulai terbentuk. Semen Padang bermain lebih percaya diri dan tidak panik meski sempat disamakan Persijap menjelang turun minum.
Gol pembuka Pedro Matos pada menit ke-27 menjadi penegas semangat menyerang tim mulai bangkit. Meski Sudi Abdallah membalas pada menit ke-44, Semen Padang tidak kehilangan arah dan kembali menekan sejak rumit babak kedua dimulai.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
