
Ultras Garuda Indonesia melakukan aksi demo di depan GBK Arena, lokasi kantior PSSI. (Dimas Ramadhan/JawaPos.fom)
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara mengenai aksi demonstrasi yang dilakukan Ultras Garuda Indonesia di GBK Arena, lokasi kantor PSSI beberapa waktu lalu. Salah satu tuntuan dan permintaan aksi adalah desakan mundur terhadap dirinya.
Ultras Garuda melakukan demo di GBK Arena pada Jumat (14/11) siang. Massa aksi yang berjumlah puluhan suporter itu melakukan long-march dari Jalan Gerbang Pemuda, tepatnya di depan Kantor TVRI menuju kantor PSSI yang berlokasi di GBK Arena.
Sejumlah tuntutan dan permintaan disampaikan Ultras Garuda. Salah satunya adalah mendesak mundur Ketua Umum PSSI Erick Thohir beserta para anggota komite eksekutif.
Kemudian ada juga spanduk kecil bertuliskan "Menpora Evaluasi Ketum PSSI", "Kick Out Politic of Football", "Road Map Kok Ribet", "IND Anti Mafia", "PSSI Bobrok", "Sepakbola Bukan Ladang Bisnis", "Arya Out", "Sepakbola Adalah Alat Perjuangan", dan "Ketum Exco Maksimal 2 Periode".
Sementara untuk spanduk besar yang dibawa Ultras Garuda bertuliskan "Revolusi Total PSSI #ErickOut #AryaOut'. Mereka juga turut melakukan orasi meminta penjelasan dan tanggung jawab dari PSSI.
Dalam aksi tersebut, tak ada satupun perwakilan PSSI yang menemui pendemo, termasuk Erick Thohir sebagai ketua umum yang jadi sorotan utama Ultras Garuda.
Kini, beberapa hari setelah demo, Erick akhirnya buka suara. Ia menanggapi aksi sekelompok suporter yang menyampaikan aspirasi ke Kantor PSSI beberapa waktu lalu tersebut sebagai bagian dari dinamika negara demokrasi.
"Dari para suporter tadi kan masukan. Kita ini negara demokrasi, tidak mungkin kami yang diberi amanah hari ini tidak punya kekurangan," ujar Erick Thohir di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (16/11).
"Tentu sebagai manusia banyak kekurangan. Tentu itu yang harus menjadi masukan," tambah dia, seperti dipetik dari Radar Jogja (Jawa Pos Group), Senin (17/11).
Erick Thohir sendiri terpilih Ketua Umum PSSI pada Maret 2023. Dia memimpin sepak bola Indonesia setidaknya hingga 2027, yang merupakan sesuai periode kepemimpinan PSSI.
Sementara itu, PSSI melalui Anggota Komite Eksekutif Sumardji sebelumnya juga sudah menanggapi aksi unjuk rasa Ultras Garuda Indonesia. Ia menyebut seluruh tuntutan adalah aspirasi dan akan dibahas dalam internal PSSI.
"Menyampaikan pendapat di muka umum adalah hak setiap warga negara, termasuk teman-teman di Ultras Garuda. Penyampaian rekan-rekan semua tentu saya juga melihat, dan banyak sekali yang mengirim baik itu foto, video ke saya, tentang apa yang menjadi tuntutan dari teman-teman semua," ucap Sumardji.
"Semua akan kami tampung, dan semuanya kami mendengarkan, dan pasti ini akan dijadikan pembahasan di internal PSSI," jelas dia menambahkan.
