Patrick Kluivert bisa jadi pelatih Belanda kelima yang loloskan negara ke Piala Dunia. (Timnas Indonesia)
JawaPos.com — Patrick Kluivert kini memegang komando besar dalam sejarah sepak bola Indonesia. Mantan bintang Barcelona itu berpeluang membawa Garuda terbang ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.
Kluivert bisa menjadi pelatih asal Belanda kelima yang mengantarkan tim Asia menembus putaran final Piala Dunia, mengikuti jejak Guus Hiddink, Dick Advocaat, Pim Verbeek, dan Bert van Marwijk.
Namun, di balik nama besar Kluivert, ada dua faktor krusial yang bisa membuat Indonesia mewujudkan mimpi besar itu.
Pertama, grafik performa dan mentalitas tim yang terus meningkat. Kedua, materi pemain yang semakin berkualitas dan merata di level internasional.
Dua hal inilah yang bisa menjadi penentu apakah Indonesia akan menorehkan sejarah di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Secara performa, Indonesia menunjukkan grafik yang menanjak tajam dalam satu tahun terakhir.
Meski masih berperingkat dua kali di bawah Irak dan menjadi tim dengan ranking terendah di babak keempat, Garuda justru tampil dengan kepercayaan diri tinggi dan permainan yang semakin solid.
Catatan performa Indonesia dalam lima laga terakhir membuktikan perkembangan itu. Empat kemenangan dan hanya satu kekalahan menjadi sinyal kuat skuad Kluivert tengah berada di jalur positif menuju fase penting kualifikasi.
Bandingkan dengan Irak yang hanya sekali menang dari lima laga terakhir. Bahkan, setelah menaklukkan Indonesia di Jakarta pada 6 Juni 2024, performa Irak menurun hingga peringkat FIFA mereka jatuh dari 55 ke 58.
Arab Saudi juga stagnan dan tidak lebih konsisten dari Indonesia. Tim asuhan Herve Renard itu hanya memetik dua kemenangan dalam rangkaian Kualifikasi Piala Dunia dan bahkan sempat ditahan imbang tim sekelas Trinidad & Tobago.
Fakta Indonesia pernah mengalahkan Saudi 2-0 di Gelora Bung Karno pada 19 November 2024 menjadi bukti konkret perubahan besar di tubuh Garuda.
Sebelumnya, Saudi selalu dominan dengan 11 kemenangan dari 12 pertemuan, tapi kini mereka tak lagi menakutkan di hadapan skuad Merah Putih.
Performa positif itu juga tercermin dari lonjakan peringkat FIFA Indonesia. Dalam setahun, Indonesia naik dari posisi 134 ke 119, salah satu kenaikan tercepat di Asia.
Kemenangan atas tim-tim berperingkat lebih tinggi memberi efek besar bagi kepercayaan diri pemain dan atmosfer tim secara keseluruhan.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
