Persebaya Surabaya siap curi poin dari kandang PSM Makassar di pekan ke-4 Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tiba-tiba jadi sorotan jelang lawatan ke markas PSM Makassar dan ini bukan tanpa alasan. Green Force kini nyaman di posisi ke-4 klasemen Super League 2025/2026, sebuah capaian yang patut dibanggakan dan wajib dijaga.
Fakta pertama, performa impresif Persebaya Surabaya telah membuktikan daya juang tinggi mereka. Dalam laga terakhir, mereka melumat Bali United 5–2 di GBT, bukti tajamnya lini ofensif yang siap menghujam.
Fakta kedua, pelatih Eduardo Perez enggan tergoda membahas individu lawan. Ia lebih menekankan pentingnya membongkar kekompakan kolektif PSM, bukan sekadar sekali dua nama, karena sepak bola sejatinya perjuangan tim.
“Tentu saja kami menganalisis lawan, dan sekarang kami memulai pekan ini untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin agar bisa bersaing maksimal saat di Makassar,” ujar Eduardo dikutip dari Radar Surabaya, Kamis (26/8/2026).
“Kami tahu tentang tim mereka. Saya tidak ingin membicarakan secara khusus. Saya lebih suka berbicara tentang kerja sama tim secara kolektif,” tambah Eduardo.
Fakta ketiga, sinyal rotasi pemain jadi opsi realistis untuk menjaga kebugaran. Eduardo menegaskan punya materi alternatif yang siap dimainkan, membuktikan kedalaman skuad Persebaya Surabaya cukup solid.
“Tentu kami memiliki pilihan-pilihan berbeda dari materi skuad kami. Lihat saja nanti,” pungkas Eduardo Perez.
Persebaya Surabaya datang ke Stadion BJ Habibie di Parepare dengan semangat tinggi. Posisi ke-4 klasemen sementara bukan sekadar angka, tapi buah kerja keras kolektif yang terus dijaga sejak awal musim.
Kedudukan enam poin dari dua kemenangan dan sekali kalah merupakan modal yang cukup untuk menjaga momentum. Ini membuktikan Green Force tak main-main dalam perebutan papan atas musim ini.
PSM Makassar, sementara itu, masih terseok di posisi 12 dengan tiga poin hasil tiga pertandingan imbang. Kondisi ini mencerminkan mereka belum menemukan ritme kemenangan musim ini dan butuh titik balik cepat.
Eduardo Perez tak terpaku pada kejayaan sejarah atau reputasi lawan. Analisisnya lebih ke kekuatan tim secara menyeluruh dan bukan mengejar satu pemain yang dianggap “bahaya”.
Kesiapan rotasi ini penting sebagai antisipasi kelelahan dan cedera di kompetisi padat. Artinya, Persebaya Surabaya punya kedalaman skuad yang bisa menjadi keunggulan signifikan di duel tandang nanti.
Green Force punya modal moral dan statistik kuat untuk melangkah di pekan ke-4. Kombinasi ofensif tajam, analisis kolektif lawan, dan opsi rotasi membuat mereka tampil percaya diri.
Laga mendatang bukan sekadar pertandingan biasa melawan PSM Makassar. Ini adalah panggung untuk membuktikan konsistensi dan ambisi klub yang kembali bernafas di papan atas.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
