Bruno Moreira terpaksa menutup impiannya bermain di turnamen ASEAN Club Championship bersama Persebaya musim depan. (Media Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya akhirnya batal mengikuti turnamen antar klub ASEAN Club Championship setelah pihak AFF tidak memasukkan Green Force dan Malut United dalam undian fase grup. Penyelenggara berdalih hanya juara dan runner up liga yang bisa turut serta dalam turnamen ini.
Pihak Persebaya mengakui kecewa dengan keputusan itu, karena memupus harapan Green Force bersaing di turnamen antar klub Asia Tenggara sekaligus menjajal persaingan dengan tim-tim luar negeri.
Menurut Sekretaris Persebaya, Ram Surahman, pihaknya juga menyayangkan tidak adanya surat pemberitahuan terkait ini.
“Sejauh ini kan cuma info saja. Buktinya sampai sekarang kami tidak menerima surat apa pun soal itu,” ujarnya.
Bahkan, Persebaya juga tidak menerima email dari PSSI ataupun AFF selaku penyelenggara turnamen. Tentunya hal itu sangat mengecewakan pihak Green Force.
“Bahkan, email dari PSSI atau pihak penyelenggara (AFF) juga sama sekali tidak ada yang masuk,” imbuhnya.
Padahal Persebaya sudah menyiapkan segalanya untuk ikut dalam turnamen tersebut, mulai dari infrastruktur, lisensi, bahkan medical check up buat seluruh pemain.
“Kami sudah bereskan terkait lisensi dan syarat lainnya,” tukas Ram.
Meskipun mengecewakan, ada hikmah dibalik ini. Setidaknya ada empat keuntungan yang akan diperoleh Persebaya karena batal turut serta dalam turnamen ASEAN Club Championship.
Lebih fokus ke Liga 1
Dengan batalnya Persebaya mengikuti ASEAN Club Championship, maka berkurang juga satu kompetisi yang diikuti Green Force, sehingga tim asuhan Eduardo Perez ini bisa lebih fokus menjalani laga di Liga 1. Hal ini bisa menjadi keuntungan tersendiri karena mereka bisa menitikberatkan pada target juara liga musim depan.
Terhindar dari cedera
Keuntungan lainnya yang akan dirasakan Persebaya adalah para pemain bisa terhindar dari cedera. Memang, berlaga di Liga 1 juga tidak menutup kemungkinan untuk pemainnya terhindar dari cedera. Namun bermain di kompetisi antar klub dengan tensi persaingan yang lebih tinggi ketimbang di liga lokal, maka potensi cedera juga tak kalah besar.
Contohnya adalah Persib Bandung yang musim lalu turut ambil bagian dalam fase grup AFC Champions League 2, selama musim berjalan banyak pemainnya yang mengalami cedera sehingga tim asuhan Bojan Hodak itu kerap tampil tidak full team. Beruntung mereka punya kedalaman skuad yang bagus, sehingga masih bisa meraih gelar Liga 1 meski awalnya agak terseok-seok.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
