
Kasim Botan resmi dilepas Persebaya Surabaya, tulis pesan perpisahan menyentuh untuk suporter. (Media Persebaya)
JawaPos.com - PSIM Yogyakarta kembali meramaikan bursa transfer Liga 1 untuk memperkuat skuadnya musim depan. Setelah meresmikan dua pemain asingnya yaitu Ze Valente dan Nermin Haljeta, PSIM mendatangkan gerbong pemain lokalnya.
Ada lima pemain yang resmi didatangkan PSIM Yogyakarta. Mereka adalah Andy Irfan, Riyatno Abiyoso, Andy Setyo, Muhammad Iqbal, dan Kasim Botan.
Nama pemain terakhir cukup menyita perhatian karena merupakan eks pemain Persebaya Surabaya yang mampu membawanya ke posisi keempat Liga 1 Indonesia sekaligus berhak mewakili Indonesia di ajang ASEAN Club Championship musim depan. Kasim Botan memang sudah resmi dilepas Persebaya Surabaya bersama sembilan pemain lainnya pada 3 Juni melalui akun Instagram resmi klub.
Pendukung yang fanatik merupakan salah satu alasan Kasim Botan mau menerima tawaran bermain bersama tim promosi PSIM Yogyakarta.
"Klubnya sangat bagus, suporternya juga banyak. Saya ingin memberikan prestasi untuk PSIM," ucapnya melansir laman resmi klub, Sabtu (28/6).
Kasim Botan juga berharap agar para pemain baru bisa membangun kekompakan bersama PSIM Yogyakarta. "Semoga teman-teman pemain baru bisa kompak dan bermain bagus,” tutur pemain 28 tahun itu.
Persepam Pamekasan dan Persid Jember menjadi dua tim yang membantunya untuk berkembang sebagai seorang pesepakbola profesional di musim 2017/2018. Setelah itu, di musim selanjutnya, Kasim Botan bermain bersama Persiba Bantul.
Di tahun 2019, Kasim Botan menerima tawaran bermain bersama tim Jawa Tengah lainnya yaitu PSCS Cilacap yang bermain di Liga 2.
Melansir Transfermarkt, di tim asuhan Ibnu Grahan, pemain kelahiran Adonara tersebut kesulitan untuk mendapatkan tempat di tim utama. Dia hanya bermain sebanyak dua pertandingan dari total 22 pertandingan.
Kesempatan untuk mendapatkan menit bermain yang lebih banyak terjadi di musim 2020/2021 saat PSCS dilatih oleh Frans Huwae. Musim itu, Kasim Botan bermain sebanyak 10 pertandingan dan selalu bermain dari menit pertama. Dia juga berhasil mencetak dua gol saat itu.
Bakatnya tersebut membuat salah satu tim Liga 1 Persita Tangerang merekrutnya di putaran kedua Liga 1 musim 2021/2022.
Widodo Cahyono Putro yang saat itu menjadi pelatihnya sangat mengandalkan Kasim Botan di sektor sayap kanan. Di musim perdananya, Kasim bermain sebanyak 17 pertandingan dengan mencetak dua gol serta tiga assist.
Setelah Widodo meninggalkan Persita, Kasim Botan menjadi pemain yang turut dibawanya ke Bhayangkara FC pada musim 2022/2023. Pada musim itu, Kasim selalu menjadi andalan The Guardians dengan bermain sebanyak 22 pertandingan dan mencetak dua gol.
Eks pelatih Persebaya, Aji Santoso yang terkenal senang dengan pemain sayap cepat, melihat potensi pada diri Kasim Botan. Di musim 2023/2024, dia langsung mencuri perhatian Bonek dengan kecepatannya dan kerap menjadi solusi saat Persebaya mengalami kebuntuan.
Pada musim perdananya, Kasim Botan bermain sebanyak 30 pertandingan. Dan di musim itu juga, Paul Munster melihat potensinya yang bisa bermain sebagai seorang bek kanan. Kasim Botan juga sukses menorehkan empat assist di musim tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
