
Tim Geypens, Jadi Warga Negara Indonesia (WNI). (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji buka suara mengenai pemanggilan pemain untuk pemanggilan pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas Indonesia U-23 di Jakarta. Dia mengungkap alasan tidak adanya nama Dion Markx dan Tim Geypens.
PSSI telah mengumumkan daftar 30 pemain untuk Timnas Indonesia U-23. Mereka dipanggil guna menjalani TC selama kurang lebih sebulan, tepatnya pada 20 Juni hingga 14 Juli di Jakarta.
Pemusatan latihan ini bertujuan sebagai persiapan Timnas Indonesia U-23 untuk mengikuti dua ajang bergengsi tahun ini. Yakni Piala AFF U-23 2025 pada 15-29 Juli dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 pada 3-9 September.
Dari daftar 30 pemain yang dipanggil, mayoritas adalah mereka yang berkarier di Liga Indonesia. Hanya nama Jens Raven (FC Dordrecht U-21) saja sebagai pemain abroad atau berkarier di luar negeri yang mendapatkan pemanggilan TC Timnas Indonesia U-23.
Padahal, ada sejumlah pemain yang sebenarnya bisa dipanggil untuk ikut TC di Jakarta mulai Jumat (20/6). Dua di antaranya adalah Tim Geypens dan Dion Markx. Keduanya merupakan pemain keturunan berdarah Belanda yang telah dinaturalisasi.
Tak dipanggilnya kedua pemain tersebut menimbulkan tanda tanya. Sebab, Tim Geypens dan Dion Markx secara usia baru genap 20 tahun pada bulan ini dan sudah berstatus warga negara Indonesia (WNI), sama seperti Jens Raven.
Sumardji selaku Ketua BTN PSSI pun angkat bicara. Dia mengungkap alasan yang membuat Tim Geypens dan Dion Markx tak ada dalam daftar 30 pemain pemanggilan untuk TC Timnas Indonesia U-23.
"Memang kami sudah berkirim surat panggilan ke klubnya dan sudah koordinasi, tapi karena ini bukan kalender FIFA jadi klubnya tidak melepas," kata Sumardji saat dihubungi, Selasa (17/6).
Baik Tim maupun Dion saat ini memperkuat tim kompetisi kasta kedua Liga Belanda. Tim Geypens bermain untuk FC Emmen, sedangkan Dion Markx adalah penggawa TOP Oss.
Nah sesuai regulasi FIFA, setiap klub memang berhak menolak surat pemanggilan terhadap pemainnya jika di luar kalender resmi FIFA. Agenda resmi FIFA periode Juni sendiri telah berlalu pada awal bulan ini.
Lantas mengapa Jens Raven mendapatkan izin dari klubnya FC Dordrecht? Sumardji mengatakan khusus sang penyerang memang sudah dikomunikasikan sejak lama dan tengah berada di Jakarta.
"Ya. Kebetulan kan memang dia berada di sini kan. Karena Jens memang dari awal sudah masuk skema panggilan. Usianya juga 19 tahun kan makanya dipanggil," jelas Sumardji.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
