Direktur operasional Persebaya Surabaya Candra Wahyudi beberkan strategi tim di bursa transfer. (Moch. Rizky Pratama Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com — Manajemen Persebaya Surabaya tengah bergerak cepat setelah memutuskan berpisah dengan pelatih kepala Paul Munster. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa klub berjuluk Green Force ini ingin melakukan perombakan besar untuk menyongsong Liga 1 Indonesia 2025/2026.
Direktur Operasional Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, buka suara terkait pencarian sosok nahkoda baru tim kebanggaan arek-arek Suroboyo tersebut.
Ia memastikan proses seleksi pelatih baru kini sedang berjalan dan tidak sekadar mengganti sosok di pinggir lapangan. Pelatih baru nantinya disebut-sebut akan datang dari luar negeri, mengikuti jejak Paul Munster sebagai pelatih asing.
Bahkan, ia tak datang sendiri, melainkan akan membawa timnya sendiri untuk mendukung kinerjanya bersama Persebaya Surabaya.
Kehadiran pelatih anyar ini pun dipastikan tidak hanya untuk mendampingi tim di Liga 1, tetapi juga untuk ajang antar klub ASEAN yang akan diikuti Persebaya Surabaya.
Oleh karena itu, ekspektasi terhadap pelatih baru ini akan jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
“Setiap ada yang baru pasti akan ada adaptasi dan perubahan (komposisi) dan sebagainya. Cuma nanti seperti apa, kita bisa lihat sendiri,” ujar Candra Wahyudi saat ditemui awak media.
Ia mengindikasikan akan ada perubahan signifikan di tubuh tim Green Force seiring kedatangan pelatih anyar.
"Yang jelas manajemen ingin musim depan harus lebih baik dari musim ini," imbuhnya.
Hal tersebut bisa menjadi ancaman bagi para pemain yang sebelumnya menjadi bagian dari skema permainan Paul Munster. Tak menutup kemungkinan, beberapa nama akan tersingkir dari skuad utama musim depan.
Manajemen menyatakan mereka belum merilis secara resmi daftar pemain yang akan dipertahankan. Namun, Candra menyebut pihaknya sudah memiliki gambaran siapa saja yang akan tetap berseragam hijau musim depan.
Evaluasi menyeluruh kini sedang dilakukan terhadap seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga ofisial dan staf kepelatihan. Evaluasi ini akan menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan tim ke depan.
"Tidak hanya pelatih, semua yang ada di bagian tim; pelatih, pemain, ofisial, dan coaching staf dan yang lain, semuanya pasti melakukan evaluasi," terang Candra Wahyudi.
“Dasarnya adalah, prestasi kami musim lalu dan prestasi kami tahun ini,” lanjut Candra dengan nada serius. Artinya, pemain yang gagal memberikan kontribusi maksimal kemungkinan besar tidak akan dilanjutkan masa baktinya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
