Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 18.11 WIB

AFC Mens Club Competition Ranking Indonesia Belum Beranjak, Masih di Bawah Kamboja

Logo Liga 1 2024/25. (Dok.ligaindonesiabaru) - Image

Logo Liga 1 2024/25. (Dok.ligaindonesiabaru)

JawaPos.com - Ranking Liga 1 Indonesia masih belum beranjak dari urutan secara keseluruhan dalam peringkat terbaru AFC Mens Club Competition Ranking. Dalam rilis AFC yang ada, Liga Indonesia berada di posisi ke-25 dengan 18.653 poin. Posisi Indonesia di bawah Kamboja yang menempati peringkat ke-23 dengan 20.112 poin.

Adapun liga terbaik di Asia Tenggara masih dipegang Thailand yang menempati urutan 7 dengan 54.873. Disusul Malaysia di posisi 11 dengan 40.039, Vietnam di peringkat ke-14 (35.038), Singapura di posisi ke-15 (29.405).

Direktur Operasional PT LIB Asep Ardiansyah menceritakan, mundur ke belakang, Indonesia pernah menempati peringkat ke-8 di Asia pada 2008. "Waktu itu perhitungannya adalah persis seperti perhitungan sekarang. Ada 10 kriteria di zona AFC," katanya.

Setelah itu, posisi Indonesia terus turun. Kemudian pada 2014, terdapat perubahan pola penentuan peringkat. "Saat 2014 perhitungannya ada 70 persen dari Liga dan 30 persen dari ranking FIFA," sebutnya.

Namun, pada 2018 kembali berubah dengan komposisi penilaian empat tahun ke belakang dari wakil masing-masing negara di kompetisi klub Asia dengan persentase 90 persen dan peringkat FIFA 10 persen.

Pada 2021, setelah covid, hasil perhitungan 100 persen dihitung dari empat tahun kebelakang hasil keikutsertaan klub di kompetisi AFC. "Jadi tidak ada lagi perhitungan peringkat FIFA untuk Club Competition Ranking," jelasnya.

Kemudian di 2024, AFC disebutnya melakukan perubahan radikal untuk revolusi. Dimana, kompetisi berubah dengan nama Liga Champions Elit AFC, Liga Champions 2 AFC, Liga Challenge AFC. "Ranking kita jadi drop karena perhitungannya 8 musim ke belakang," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Pada 30 Mei 2015, FIFA menjatuhkan sanksi pembekuan terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) karena adanya intervensi dari pemerintah. Sehingga pada 2016 dan 2017 tidak ada poin yang dikumpulkan oleh wakil Indonesia di kompetisi Asia. Selain itu, pada 2021 saat Covid juga demikian. "Jadi ada up and down sampai peringkat ini," katanya.

Di musim ini, Indonesia diwakilkan Persib yang gugur di fase grup Liga Champions 2 dan Madura United yang tembus semifinal AFC Challenge. Andai Laskar Sape Kerrab -julukan Madura- bisa tembus final apalagi juara bisa mengangkat ke posisi 23. Terlebih, Madura harus tersingkir dari wakil Kamboja Svay Rieng usai kalah agregat 3-6 di semifinal.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya fokus pada pembenahan fundamental klub untuk memperkuat strong talent. "Nah paling tidak nantinya menghilangkan stigma kok klub mementingkan lebih milih (all out) di liga daripada di Asia. Jadi kami berikan kontribusi. Tim yang tampil di Asia tentu ada tambahan untuk mereka agar tetap serius tampil," ucapnya.

Bicara Club Competition Ranking, pihaknya ingin menyesuaikan regulasi. Mulai dari pelatih hingga pemain asing. Rencananya, musim depan Liga 1 diperbolehkan menggunakan 11 pemain asing dengan 8 yang bisa dimainkan di pertandingan Liga 1. "Jadi harapannya strong club bisa bersaing di Asia," katanya.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore