
Panitia pelaksana Arema FC meminta maaf atas kejadian yang menimpa bus Persik Kediri. (Dok. AremaFC)
JawaPos.com - Arema FC buka suara perihal terjadinya insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri saat hendak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5) malam.
Panitia penyelenggara dan petugas keamanan Singo Edan mengakui mereka kecolongan sehingga ada oknum suporter yang melakukan hal tersebut.
Insiden pelemparan batu terhadap bus Persik Kediri terjadi tepat setelah Macan Putih -julukan Persik- berhasil meraih kemenangan penting atas Arema FC, pada Minggu (11/5) malam. Pasukan Divaldo Alves menang telak 3-0 atas kubu tuan rumah.
Kejadian itu terjadi di area luar Stadion Kanjuruhan, saat bus Persik Kediri keluar venue menuju Kota Malang. Akibatnya, kaca bus pecah dan bahkan memakan korban.
Setidaknya ada dua korban luka akibat pelemparan batu oleh oknum suporter Arema FC. Yakni pelatih Persik Divaldo Alves dan asistennya Antonio Claudio.
"Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini," ujar Ketua LOC sekaligus Panpel Arema, Erwin Hardiyono, dipetik dari laman resmi klub, Senin (12/5).
Panpel Arema FC bersama Presidium Aremania Utas dan pihak kepolisian pun berjanji akan terus melakukan evaluasi. Langkah ini diambil untuk mengidentifikasi potensi kerawanan dan meningkatkan langkah-langkah pencegahan pada laga-laga kandang Arema FC mendatang.
Selain itu, panpel Arema FC juga menegaskan pihaknya akan melakukan sosialisasi lebih intensif mengenai perlunya menjunjung tinggi sportivitas dan fair play selama memberikan dukungan.
"Terlepas dari apapun hasil pertandingan, baik di dalam maupun di luar stadion," kata Erwin.
"Saat ini, pihak keamanan tengah fokus melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan," imbuhnya.
Sementara itu, Bram Hady Sulthon selaku Security Officer Arema FC, mengatakan bahwa pihaknya dan Presidium Aremania Utas sebenarnya telah melakukan antisipasi dengan turut melakukan pengawalan terhadap bus tim tamu, bekerja sama dengan pihak kepolisian.
Namun, pihaknya tetap kecolongan karena ada oknum suporter yang tidak bertanggung jawab tersebut melakukan tindakan pelemparan di jalanan. Sehingga bus Persik Kediri jadi sasaran dan akhirnya memakan korban.
"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah hal ini terjadi dengan melakukan pengawalan. Namun, ada oknum yang melakukan tindakan tidak bertanggung jawab di luar kendali kami," ucap Bram.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
